Produksi industri A.S meningkat pada bulan September

offshorewind.biz

Produksi industri A.S pada bulan September mengalami peningkatan yang solid untuk bulan kedua berturut-turut, namun ekonom kecewa dengan rincian laporan.

Produksi industri naik 0,6% pada bulan September, menurut laporan Federal Reserve. Ini merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam tujuh bulan terakhir.

Saham A.S sedikit berubah setelah pembacaan produksi industri.

Kenaikan ini lebih besar dari perkiraan. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan pertumbuhan 0,4% pada bulan September. Produksi naik 0,4% pada bulan Agustus.

Secara keseluruhan produksi industri meningkat dengan laju pertumbuhan tahunan 2,3% pada kuartal ketiga. Meskipun tidak kuat, itu lebih baik daripada keuntungan 1,1% pada kuartal kedua.

‘Manufaktur telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir tetapi tidak banyak,’ kata Jim O’Sullivan, kepala ekonom A.S di High Frequency Economics.

Tapi para ekonom mencatat bahwa penguatan keseluruhan dalam produksi industri pada bulan September dipimpin oleh keluaran utilitas, yang naik 4,4% setelah lima bulan menurun. Utilitas produksi sering merupakan fungsi dari pola cuaca. Tidak termasuk utilitas, produksi secara keseluruhan hanya naik tipis 0,1%.

Manufaktur naik 0,1% pada bulan September, jauh lebih lambat dari kenaikan 0,5% di bulan sebelumnya. Utilitas produksi naik 0,2%.

Utilisasi kapasitas naik menjadi 78,3% pada bulan September dari 77,9% sebelumnya. Ini merupakan tingkat tertinggi sejak Juli 2008.

Setelah kenaikan kuat 5,2% pada bulan Agustus, kendaraan bermotor dan bagian produksi naik 2,0% pada bulan September. Dibandingkan dengan bulan September 2012, produksi naik 11,3% dalam kategori ini, karena orang Amerika terus membeli mobil.

Tidak termasuk otomotif, manufaktur tidak berubah pada bulan September.

Data penjualan mobil A.S akan dirilis pada Jumat.

Sumber :

marketwatch.com

Risiko Vs. Nekat

risk

Banyak orang yang, ketika memulai bisnis, berkata “yang penting nekat saja, jangan terlalu memikirkan untung ruginya!” Tahukah Anda bahwa kenekatan seperti itu justru membuat banyak wiraswastawan baru salah kaprah dan akhirnya berakhir bangkrut atau ‘tenggelam’ hanya dalam beberapa tahun saja.

Anda mungkin memahami konsep nekat ini dari kisah-kisah orang sukses, misalnya Bill Gates yang keluar dari sekolah demi mengembangkan Microsoft, Ray Kroc yang membangun ‘kerajaan’ McDonalds dari restoran burger yang hampir bangkrut, bahkan J. K. Rowling yang rela berhenti dari pekerjaan sebagai guru demi menyelesaikan seri Harry Potter yang sukses. Akan tetapi, harus diingat bahwa apa yang mereka lakukan bukan ‘nekat’ melainkan ‘mengambil resiko.’

Perbedaan Nekat dan Mengambil Resiko

Secara umum, ‘nekat’ dan ‘mengambil resiko’ sama-sama mendorong orang untuk melakukan suatu hal yang kemungkinan suksesnya tipis dan bahkan menyodorkan konsekuensi negatif jika mereka gagal, dimana dalam hal bisnis bisa berarti kebangkrutan atau pailit. Akan tetapi, ada perbedaan mendasar dalam nekat serta mengambil resiko. Berikut beberapa penjelasannya, dengan mengambil contoh dari tokoh-tokoh yang sudah disebutkan:

Ada unsur pertimbangan dan belajar dalam pengambilan resiko. Orang yang nekat akan terjun ke dalam suatu rencana bisnis tanpa melakukan pertimbangan serta mempelajari aspek yang ada di dalam bisnis tersebut. Sementara, para pengambil resiko siap untuk belajar dan bahkan sudah membekali diri mereka dengan wawasan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan.

Ambil contoh J. K. Rowling; ia adalah seorang guru yang menyelami dunia anak-anak serta menggemari sastra, sehingga tidak ragu memulai karir sebagai penulis. Ray Kroc telah melihat potensi restoran burger sebagai restoran keluarga, sesuatu yang belum banyak digarap kedai burger sebelum McDonalds. Bill Gates sudah menekuni dunia komputer sejak kecil, sehingga mereka tidak bisa dibilang nekat dengan keputusan-keputusan yang diambil.

Ada manajemen resiko dalam tindakan pengambilan resiko. Manajemen resiko yang matang merupakan perbedaan utama antara orang yang berani mengambil resiko dengan orang yang nekat. J. K. Rowling berani berhenti menjadi guru untuk menulis karena ia tahu ia bisa menggunakan tunjangan bagi pengangguran dari pemerintah untuk biaya hidup selama bukunya belum terjual. Bill Gates memanfaatkan aset keluarga sehingga ia tahu ia bisa kembali kuliah jika bisnisnya tidak sukses.

Orang yang nekat memulai suatu hal tanpa manajemen resiko serta ‘jaring pengaman’ jika mereka gagal. Hal inilah yang sering disalahpahami banyak pengusaha baru sehingga mereka bangkrut dalam waktu singkat. Pastikan selalu ada rencana cadangan jika rencana utama tidak sukses.

Ada gambaran rencana masa depan yang berkesinambungan dalam pengambilan resiko. Orang yang berani mengambil resiko membuat rencana usaha masa depan yang berkesinambungan, bukan sekedar mencoba suatu hal tanpa rencana terarah. J. K. Rowling sudah merencanakan daftar penerbit potensial bagi bukunya dan bahkan rencana cerita untuk sekuel sejak sebelum mengirimkan naskah bukunya. Ray Kroc sudah merencanakan bisnis berbentuk waralaba sejak sebelum mendirikan gerai McDonalds pertamanya. Hal ini mencegah mereka dari kelimpungan ketika resiko yang diambil mulai membuahkan hasil.

Sumber : bisnisindeks.com