Maut Intai Pria yang Terima Transfusi Darah dari Pendonor Ini

PT Bestprofit Futures – Pria yang menerima transfusi darah dari penodor wanita yang pernah hamil lebih besar kemungkinannya meninggal. Hal ini berdasarkan penelitian terbaru dengan menganalisis data selama 10 tahun.

Penelitian tersebut menemukan, penerima pria berusia di bawah 50 tahun kemungkinan 1,5 kali lebih besar meninggal setelah transfusi dari wanita hamil. Peningkatan angka kematian sebesar enam persen. best profit

Periset menganalisis tingkat kematian terhadap 31.118 pasien di Belanda, dan menemukan hampir 4.000 pasien atau 13 persen meninggal setelah menerima darah. pt bestprofit

Salah satu penyebab paling umum kematian adalah cedera paru akut akibat transfusi (TRALI), ini merupakan efek samping langka namun serius saat menerima darah yang menyebabkan gangguan pernapasan.

“Penerima pria yang menerima transfusi dari donor wanita yang pernah hamil mengalami peningkatan angka kematian secara statistik dibandingkan dengan mereka yang menerima transfusi dari donor laki-laki atau dari donor wanita tanpa riwayat kehamilan,” tulis Dr Rutger Middleburg di Journal of American Medical Association seperti dilansir Independent, Kamis (19/10/2017).

Dr Rutger menjelaskan peningkatan angka kematian pada pasien laki-laki yang menerima transfusi darah dari donor yang hamil kemungkinan karena mekanisme perubahan imunologis yang terjadi selama kehamilan.

Penjelasan alternatif untuk hal ini bisa jadi ada perbedaan status zat besi antara donor pria dan wanita yang hamil. Beberapa penelitian juga melaporkan perbedaan fisiologi sel darah merah antar jenis kelamin.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meniru temuan ini, menentukan signifikansi klinis mereka, dan mengidentifikasi mekanisme yang mendasarinya.”

Namun, juru bicara NHS Blood and Transplant mengatakan kepada The Telegraph penelitian tersebut memberikan bukti yang meyakinkan bahwa sumbangan darah dari wanita yang pernah hamil berisiko bagi penerima laki-laki.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah temuan itu memiliki signifikansi klinis.

“Donor darah dari semua donor kami menyelamatkan nyawa, dan kami terus mendorong sumbangan dari wanita yang sebelumnya pernah hamil. bpf jakarta

“Donor darah merupakan proses anonim dan pasien yang menerima transfusi tidak diberi informasi tentang donornya.” bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Kemkominfo Ingin Dorong Startup Lokal IPO, Tapi…

PT Bestprofit Futures – Penawaran umum perdana saham (IPO, Initial Public Offering) menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan sebuah startup teknologi. Di Indonesia sendiri, baru hanya ada satu startupyang telah melakukan IPO, yakni Kioson. Startup lokal tersebut merupakan penyedia jasa online-to-offline (O2O).

Dalam IPO, Kioson melepas saham ke publik sebanyak 150 juta saham atau setara dengan 23,07 persen dari total modal. Harga saham Kioson juga ditawarkan senilai Rp 300 per saham. Dengan begitu, Kioson mampu mengantongi dana IPO sebanyak Rp 45 miliar. bestprofit jakarta

Kioson memang menjadi startup lokal pertama yang baru melakukan IPO. Menilai prestasi ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berharap momen tersebut menjadi ‘jembatan’ bagi para startup lokal lainnya untuk mengikuti jejak yang sama oleh Kioson. best profit

Disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pihaknya memang ingin mendorong startup lokal agar segera berkeinginan melakukan penawaran umum perdana. Hanya saja, pihak Bursa Efek Indonesia dinilai belum memiliki metode dan konsep perhitungan valuasi startup teknologi.

“Permasalahannya di bursa itu belum punya konsep perhitungan untuk startup seperti ini. Para startup itu membangun dulu, cari partner, dia lepas seri A, seri B, seri C, sampai gede dan baru masuk ke bursa. Prosesnya panjang,” ujar pria yang akrab disapa Semmy ini  di sela-sela acara Local Startup Fest 2.0, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

Semmy mengungkap, BEJ memang belum bisa mengadaptasi perhitungan valuasi startup berbasis teknologi. Maka itu, ia menekankan, baiknya BEJ melihat nilai dari startup teknologi itu adalah teknologi yang ia ciptakan. Dengan demikian, ini bisa membuka peluang investasi lebih terbuka bagi masyarakat, bukan hanya bagi orang-orang kapital besar.

“Lihatlah aplikasi yang mereka kembangkan, atau konsep bisnis yang ditawarkan. Memang nggak bisa dinilai secara perhitungan ekonomi konvensional, asetnya berapa, keuntungan berapa,” lanjutnya.

Nilai Kreativitas

“Maka dari itu kami ingin mendorong startup teknologi masuk IPO, seperti Kioson. Nah, sisanya kami bisa bicara dengan IDX untuk menetapkan konsep perhitungan baru. Startup yang ingin IPO ini tentu punya syarat khusus, termasuk  persyaratan ekonomi konvensional, seperti aset, keuntungan, dan lainnya,” ujar Semmy menjelaskan.

Semmy menekankan, nilai lain yang perlu dipandang pada startup lokal saat ingin IPO adalah kreativitas. Menurutnya, kreativitas menjadi aset utama sebuah startup untuk bisa IPO.

“Jadi di dalam ekonomi digital, kreativitas ada value-nya. Contoh, Go-Jek sekarang udah banyak inovasi yang berkembang seperti Go-Food, Go-Send dan payment-nya udah dipikirkan oleh Nadiem Makarim (CEO Go-Jek). Jadi, itulah aset yang seharusnya bisa dinilai. Harus ada terobosan,” paparnya.

Semmy menambahkan, juga harus ada pemahaman baru agar startup berikeinginan untuk IPO. Karenanya ia mengimbau BEJ untuk menyediakan platform khusus pengembangan teknologi. bpf jakarta

“Solusinya mungkin harus rembukan dan membandingkannya dengan negara lain, best practice-nya seperti apa atau mengundang para ekonom muda yang bergerak di ekonomi digital untuk mencari formula khusus dalam tahap valuasi. Intinya, IPO terbuka untuk startup lokal,” pungkas Semmy. pt bestprofit

( mfs – Bestprofit Futures )

AS Luncurkan Satelit Mata-Mata, Intai Sistem Rudal Korut?

PT Bestprofit Futures – Sebuah satelit diluncurkan ke orbit menggunakan roket Atlas V dari Amerika Serikat. Peluncuran itu dilaksanakan pada Minggu 15 Oktober pagi dini hari waktu setempat. best profit

Pejabat AS tak mengungkap detail tugas dan fungsi satelit itu, menjadikannya objek kedua yang diluncurkan Negeri Paman Sam dalam tiga pekan terakhir –yang seluruhnya minim informasi. pt bestprofit

Beberapa menyebut satelit itu berfungsi sebagi pengumpul data. Namun, mengingat minimnya informasi, tak jelas mengenai data yang akan dikumpulkan oleh objek tersebut. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Sejumlah pihak menduga, satelit itu difungsikan sebagai mata-mata, untuk mengumpulkan data jaringan pertahanan elektronik musuh, termasuk radar, sistem rudal, dan pesawat. Sebagian yang lain menyebut, objek itu akan digunakan untuk pengumpul data cuaca.

Satelit bernama NROL-52 itu diluncurkan pada Minggu 15 Oktober, pukul 03.28 pagi waktu setempat, dari Pangkalan AU Amerika Serikat di Cape Canaveral (CCAFS), Florida. Peluncuran itu mundur satu pekan dari jadwal awal akibat kendala teknis dan cuaca buruk.

NROL-52 diproduksi atas mandat US National Reconnaissance Office (NRO), lembaga negara yang mengoperasikan satelit mata-mata milik AS. NRO merupakan salah satu dari total 16 dinas intelijen Amerika Serikat.

Seperti pada peluncuran sebelumnya, tujuan dari satelit yang dikendalikan oleh NRO itu bersifat rahasia.

Objek itu diangkat ke orbit menggunakan roket United Launch Alliance (ULA) Atlas V, yang dirancang dan diproduksi oleh kerja sama dua firma industri raksasa AS, Lockheed Martin dan Boeing.

Seperti dikutip dari Daily Mail, peluncuran NROL-52 dianggap sebagai bentuk unjuk gigi AS guna memastikan dominasi mereka di angkasa luar.

“Peluncuran hari ini merupakan bukti dedikasi tim ULA yang tak kenal lelah, menunjukkan mengapa ULA terus melayani sebagai penyedia peluncuran paling sukses dan dapat diandalkan di AS,” kata Laura Maginnis, wakil presiden ULA Government Satellite Launch, mengatakan dalam sebuah rilis.

Rilis itu juga menjelaskan, peluncuran sempat tertunda akibat Badai Irma yang melanda Florida beberapa pekan lalu. Penundaan juga disebabkan karena teknisi harus mengganti pemancar telemetri roket Atlas V.

Operasi itu menandai kali kedua peluncuran satelit NRO dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pada 23 September lalu, NROL-42 diluncurkan ke orbit menggunakan Atlas V dari Pangkalan AU AS di Vandenberg, California.

Peluncuran kedua satelit itu juga terjadi dalam periode waktu ketika krisis rudal Korea Utara tengah menjadi kekhawatiran bagi sejumlah negara, termasuk AS.

NROL-42 dan NROL-52 adalah satelit teranyar yang dibuat dan dioperasikan oleh National Reconnaissance Office (NRO). Objek itu layak mendapatkan status sebagai ‘satelit mata-mata’, mengingat keduanya dioperasikan oleh badan intelijen. bpf jakarta

Sangat sedikit yang diketahui tentang fungsi satelit itu. Namun, objek tersebut dapat memberikan berbagai layanan, seperti peringatan dini ancaman rudal, deteksi ledakan nuklir, foto intai jarak jauh, pengintaian elektronik, dan pencitraan radar. bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Ini Titipan Djarot untuk Anies-Sandi

PT Bestprofit Futures – Kepemimpinan di Jakarta hari ini berganti dari Gubernur Djarot Saiful Hidayatke Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Beralihnya kepemimpinan juga bisa diartikan beralihnya tanggung jawab untuk mengelola Ibu Kota.

Yang jelas, pasangan Anies-Sandi tak hanya akan disibukkan oleh pelaksanaan program kerja yang sudah disusun, melainkan juga menuntaskan kerja yang belum diselesaikan Gubernur Djarot. Banyak pekerjaan rumah yang menanti Anies-Sandi, di luar program kerja unggulan mereka. best profit

Bahkan, Djarot sendiri sepekan sebelum masa jabatannya berakhir sudah memberikan sinyal tentang pekerjaan besar yang belum terselesaikan dan harus dituntaskan oleh pemimpin Jakarta yang baru.

“Terus terang saja ada tiga persoalan pokok. Satu masalah kemacetan. Kemudian, masalah permukiman karena masih banyak itu yang tinggal di bantaran sungai. Demikian pula masalah persampahan karena kami selama ini bergantung kepada Bantar Gebang,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 9 Oktober 2017. pt bestprofit

Selain itu, masalah lainnya adalah seputar banjir dan ketersediaan transportasi massal yang murah. Semua itu menjadi tugas tambahan bagi Anies-Sandi yang mau tak mau juga harus menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup warga Jakarta. Mari kita bedah satu per satu.

1. Permukiman

Djarot menjelaskan masalah permukiman masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan pada era kepemimpinannya. Pembangunan rumah susun masih perlu digalakkan untuk menampung warga Jakarta, terutama yang berada di bantaran sungai.

“Masih banyak itu yang tinggal di bantaran sungai. Kami berusaha membangun rusun. Karena konsep kami untuk permukiman di Jakarta, dengan kondisi seperti ini diharapkan pembangunannya dilakukan secara vertikal,” papar Djarot.

Soal permukiman atau hunian di Ibu Kota memang masalah klasik. Tingginya harga tanah dan lahan yang makin sempit membuat warga membangun di kawasan yang dilarang. Di bantaran sungai, misalnya, meski sudah dilarang tetap saja warga membangun permukiman.

Padahal, aturan tentang kawasan bantaran sungai tegas diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. UU ini lalu digantikan dengan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang diikuti dengan PP Nomor 25 Tahu 1991 tentang Sungai, dan kemudian digantikan lagi dengan PP Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Aturan lama dan baru ini menegaskan, 10-20 meter dari bibir sungai atau sempadan dilarang untuk dibangun. Selain itu, secara tegas disebutkan kalau sungai, termasuk sempadan, adalah milik negara.

Di lapangan, banyak lahan-lahan di sekitar bantaran sungai yang sudah dikuasai sekian lama oleh penghuninya tanpa bukti kepemilikan. Namun, para penghuni tetap membayar iuran yang diwajibkan pemerintah, seperti listrik dan telepon yang anehnya bisa masuk ke sana.

Namun, Anies-Sandi sepertinya sudah siap dengan masalah ini. Jauh sebelum terpilih sebagai pemimpin Ibu Kota, keduanya sudah mencanangkan program di sektor perumahan berupa uang muka atau down payment (DP) 0 Rupiah yang sangat dinanti-nanti.

Hanya saja, program ini bukan tanpa masalah. Sebab, setidaknya Anies-Sandi harus mencari lahan yang kosong untuk membangun rumah bagi sekitar 300.000 kepala keluarga di Jakarta yang ditengarai belum memiliki rumah. Ini kalau kita bicara di luar soal pembiayaan atau uang muka yang 0 persen tersebut.

Masalah ketersediaan lahan tersebut ditambah lagi oleh tekad Anies-Sandi sejak awal untuk tidak menggusur, atau dengan kata lain tidak akan merelokasi warga yang tinggal di bantaran kali. Mungkin ini yang akan menjadi PR sebenarnya bagi Anies-Sandi.

2. Sampah

Persoalan sampah juga menjadi catatan khusus dari Djarot. Sejak lama, pemimpin Jakarta sudah berancang-ancang agar tidak lagi bergantung pada Bantar Gebang untuk urusan pengelolaan sampah. Karena itulah Djarot berharap agar pembangunan intermediate treatment facility (ITF) atau fasilitas pengelolaan sampah dapat segera selesai.

“Masalah persampahan juga karena kami selama ini bergantung kepada Bantar Gebang. Makanya kami kebut betul dengan membangun ITF. Baik dikerjakan oleh BUMD kami, Jakpro dalam hal ini, maupun dikerjasamakan dengan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha),” jelas Djarot.

Konon, sampah di Jakarta dua hari saja jika ditumpuk sama luas dan besarnya dengan candi terbesar di dunia, Candi Borobudur. Setiap hari warga DKI menghasilkan sampah sekitar 7.000 ton. Jumlah sampah sebesar itu kira-kira hampir setara dengan 4% dari total timbunan sampah secara nasional (sekitar 178.082,19 ton per hari). Sampai saat ini sampah itu ditumpuk di TPA Bantar Gebang.

Yang tak kalah mencengangkan, biaya kompensasi terkait sampah itu untuk tahun 2017 saja sebesar Rp 316 miliar. Uang sebesar itu harus dibayarkan Pemprov DKI Jakarta ke Pemkot Bekasi sebagai pemilik Bantar Gebang. Belum lagi ongkos angkut, upah tenaga kerja, biaya investasi peralatan, biaya tambah lahan timbun sampah, dan biaya lainnya. Total anggaran Dinas Kebersihan DKI Jakarta Rp 2,5 triliun per tahun.

Angka ini terbilang wajar jika melihat beban kerja mengurus sampah ini. Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta tiap hari mesti menyiapkan sekitar 1.400 truk, 53 alat berat, 31 kendaraan penyapu jalan, selain juga mempekerjakan sekitar 10 ribuan petugas harian lepas kebersihan dengan upah minimal Rp 3.1 juta per orang.

Pertanyaannya, kenapa Pemprov DKI tidak membuat pengolahan sampah sendiri ketimbang membayarkan uang demikian besar ke pihak lain? Jawabannya, langkah itu sudah pernah dilakukan, bahkan sejak posisi Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Jokowi.

Awalnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk membangun intermediate treatment facility(ITF). Pembiayaannya dari uang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 1,2 triliun untuk tiga tahun. Namun, anggaran untuk membangun ITF itu hilang dari APBD DKI sejak 2013.

Setelah tertunda selama empat tahun, pembangunan ITF di kawasan Sunter, Jakarta Utara, akhirnya dimulai pada Agustus 2017. Menurut Djarot, pembangunan ITF Sunter tidak akan menggunakan dana APBD, melainkan oleh PT Jakarta Propertindo. Pemerintah DKI Jakarta hanya memasok sampah dan tipping fee per hari. Ditargetkan, ITF Sunter dapat mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari.

Setelah di Sunter, juga akan dibangun ITF di empat wilayah Jakarta. Langkah itu diyakini Djarot dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi.

“Produk sampah kita per hari itu 7.000 ton. Jadi, kalau kita olah di Jakarta sampai 6.000 ton, maka tinggal 1.000 ton yang kita kirim ke Bantargebang,” kata Djarot.

Kini menjadi tugas Anies-Sandi untuk memastikan pembangunan ITF tersebut berjalan lancar dan uang pajak warga DKI bisa dihemat dari penanganan sampah ini.

3. Transportasi

Sudah banyak yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya dalam membenahi sistem transportasi Ibu Kota sekaligus meminimalisir kemacetan yang sudah sangat parah. Perubahan pun mulai terlihat, meski masih jauh dari harapan.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk menata dan meletakkan dasar-dasar sistem transportasi publik berbasis rail maupun berbasis bus. Ini belum selesai,” kata Djarot.

Pekerjaan yang belum selesai itu adalah pembangunan Koridor 14 dan 15 Transjakarta. Pembangunan koridor ini sebenarnya masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah 2012-2017 pada saat Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Namun, Djarot mengaku pembangunan tersebut tidak akan bisa dikerjakan pada era kepemimpinannya, karena di akhir masa jabatannya Djarot baru sampai menuntaskan pembangunan Loridor 13 Transjakarta rute Tendean-Ciledug yang sebelumnya dicanangkan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Adapun koridor 14 rencananya akan melayani rute Manggarai-Pasar Minggu, sedangkan koridor 15 melayani rute Kalimalang-Blok M.

Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mendapatkan kajian trasenya.

Selain itu, kajian pembangunan koridor tersebut juga belum lengkap. Djarot berharap proyek tersebut bisa dilanjutkan oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Dia juga berharap pembangunan sarana transportasi massal akan terus dilanjutkan. Pada 2017 ini dia menargetkan pembangunan flyover dan underpass sudah selesai, demikian pula tahun 2018 pembangunan MRT sudah selesai. Masyarakat nantinya akan memiliki banyak pilihan transportasi umum seperti Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

“Ketika MRT sudah selesai, LRT sudah selesai dan ERP (Electronic Road Pricing) sudah diterapkan, tidak ada lagi pembatasan. Silahkan saja, karena orang sudah punya pilihan,” kata Djarot.

Dia menambahkan, ketika transportasi tersebut sudah semuanya berjalan, tarif parkir akan dinaikkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Tarif parkir akan terus naik setiap jam dan zona di tengah kota akan dikenakan tarif yang lebih mahal dibanding pinggir kota.

“Kalau dilepas begitu saja seperti hutan belantara, maka lalu lintas di Jakarta akan stuck,” kata Djarot.

Kengerian akan kemacetan yang membayangi Ibu Kota di masa depan digambarkan Djarot melalui pertumbuhan kendaraan bermotor. Menurut dia, di Jakarta saat ini setiap hari muncul 1.500 kendaraan bermotor baru dengan rincian 1.200 sepeda motor dan 300 mobil. Sementara pemerintah tidak dapat membatasi produksi.

“Kami hanya bisa mengatur keluar masuk kendaraan pribadi di Jakarta. Maka selalu kita fokus untuk memperbaiki transportasi publik,” kata Djarot.

4. Banjir

Masalah banjir menjadi warisan Djarot untuk diselesaikan pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Termasuk yang belum bisa kami tuntaskan ialah normalisasi sungai,” tutur Djarot.

Dia mencontohkan, banjir akibat pendangkalan di Kali Krukut merupakan pekerjaan rumah terbesar Anies-Sandi. “Kalau menurut saya, ini masih benar-benar perlu dilakukan,” tegas Djarot.

Banjir dan Jakarta bukanlah dua kata yang tiba-tiba jadi nyambung. Secara geografis kota ini dilintasi 13 sungai dan dua kanal. Kemudian, 40 persen wilayah Jakarta, utamanya di wilayah Utara Jakarta, berada di bawah permukaan laut akibat penurunan permukaan tanah.

Data BPS juga menyebutkan, Jakarta dilalui beberapa sungai besar di mana 73 persen kelurahan yang ada di Ibu Kota dilalui sungai. Situasi ini membuat Jakarta sangat rentan terhadap bencana banjir. Karena itu, siapa pun pemimpin DKI Jakarta, maka pasti akan berhadapan dengan persoalan banjir.

Saat Jokowi menjadi Gubernur DKI, untuk mengatasi banjir dia memiliki program untuk mengendalikan banjir. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan situ, waduk dan embung, normalisasi sungai dan saluran, pengembangan sistem polder, penguatan tanggul, pembuatan sumur resapan dan lubang biopori, serta pembangunan deep tunnel.

Sebagian dari program tersebut sudah berjalan, namun sampai saat ini belum juga rampung dan karena itu bisa menjadi pekerjaan rumah yang harus dijalankan oleh pemimpin DKI Jakarta yang baru.

Salah satu program untuk mengatasi banjir yang sampai saat ini mangkrak adalah sodetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Kali Cipinang. Sodetan tersebut didesain untuk mampu memotong puncak debit air Ciliwung menuju KBT sebesar 60 meter kubik air per detik. Sebanyak empat pipa berdiameter masing-masing 2,5 meter akan digunakan sebagai sodetan.

Kementerian PU mulai mengerjakan sodetan tersebut pada akhir 2013 dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Pembangunan sodetan sepanjang 1,59 kilometer dari Kali Ciliwung hingga Kali Cipinang itu merupakan proyek senilai Rp 654 miliar.

Dalam pengerjaan sodetan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kebagian membebaskan lahan yang akan dilintasi sodetan. Nyatanya, hingga kini sodetan tersebut seolah terhenti di tengah jalan lantaran bermasalah terkait pembebasan lahan.

Pemprov DKI kalah menghadapi gugatan yang diajukan warga dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. PTUN mengabulkan gugatan warga Bidara Cina atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan sodetan tersebut. bestprofit jakarta

Di samping sodetan, Pemprov DKI harus bekerja keras melakukan berbagai upaya terkait penataan air. Hal yang dilakukan antara lain pengerukan saluran air yang berdampak langsung untuk mengurangi genangan di Jakarta. Selain itu juga pemantauan terhadap waduk yang ada di Jakarta dan pompa serta pengawasan terhadap tanggul laut.

Jika mengikuti apa yang sudah dilakukan Jokowi, Ahok dan Djarot, maka setidaknya Anies-Sandi harus memfokuskan sejumlah program untuk mencegah banjir yang harus terus berkesinambungan. Program itu adalah perbaikan saluran air atau drainase, revitalisasi waduk dan situ, penambahan resapan air, dan penataan sungai. bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Donald Trump Sedang Menggiring Dunia Menuju Perang Nuklir?

PT Bestprofit Futures – Hari demi hari, kita sedang menggelincir mendekat menuju perang nuklir dan sukar menemukan seorang yang cukup bernalar untuk menjauhkan dunia dari bencana itu. best profit

Demikianlah menurut Joe Scarborough, pembawa acara Morning Joe untuk MSNBC. Pada Rabu lalu, ia mengatakan bahwa ketegangan nuklir sekarang ini lebih tinggi dari apapun juga sejak Krisis Nuklir Kuba. pt bestprofit

Mantan anggota kongres Partai Republik itu memberikan reaksi terhadap laporan NBC News bawha Presiden Donald Trump telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson terkait renananya ingin menambah persenjataan nuklir hingga 10 kali lipat.

Rekan pembawa acara Mika Brzeinski memandang perilaku presiden sebagai “sembrono, sukar ditebak, dan, menurut beberapa orang, mencemaskan.”

Menurut Scarborough, Senator Bob Corker yang sama-sama dari Partai Republik pun telah mengatakan bahwa sang presiden mungkin saja menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia III, demikian seperti dikutip dari Newsweek pada Kamis (12/10/2017).

“Pernyataan itu belum pernah terdengar sebelumnya dalam sejarah modern Amerika Serikat, dari seorang pemimpin di (Capitol) Hill yang presidennya satu partai dengannya,” demikian kata Scarborough melalui Mediaite.

“Juga belum pernah terjadi sebelumnya. Republikan di (Capitol) Hill tak terang-terangan melawan apa yang Bob Corker katakan tentang pernyataan asal-asalan oleh Donald Trump.”

“Ada alasan untuk itu. Yakni, mereka telah mengatakan hal senada di belakang pintu tertutup.”

Scarborough bicara tentang bagaimana seriusnya orang-orang yang mengetahui keadaan memandang ancaman perang nuklir sekarang.

“Para pejabat kebijakan luar negeri memberi tahu saya kemarin, tentunya secara tertutup, bahwa media telah salah tentang Korea Utara, media telah salah tentang Donald Trump, yaitu bahwa kita sebenarnya sedang sangat dekat dengan kejadian marabahaya.”

“Kita memiliki jam nuklir ketika kita dibesarkan. Mungkin sekarang sudah mendekati tengah malam…lebih dari apapun semenjak Krisis Rudal Kuba.”

Krisis Rudal Kuba adalah pertentangan sengit selama 2 minggu pada 1962, ketika Soviet memindahkan rudal-rudal berkepala nuklir ke pulau tersebut di tengah puncak Perang Dingin.

Sejak Trump mulai menjabat, Amerika Serikat (AS) sepertinya bergerak mendekat kepada ketegangan yang serupa seperti pada masa itu.

Jam Kiamat yang digagas Bulletin of Atomic Scientists bergerak 2,5 menit menuju tengah malam hanya dalam waktu kurang dari seminggu sejak pelantikan Trump.

Mike Barnicle dari MSNBC menyambung komentar-komentar Scarborough dengan menyatakan bahwa ia tidak mengandalkan presiden untuk menyelesaikan krisis sekarang ini. bestprofit jakarta

Katanya dalam acara Morning Joe, “Saya tidak berpendapat, seyakin-yakinnya, bahwa sekarang di Washington, D.C. kita memiliki seorang pemimpin yang rasional.” bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )