Bursa Saham Asia Menguat Jelang Rilis Survei Data Manufaktur China

PT Bestprofit Futures – Singapura – Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Senin pagi (2/8/2021). Bursa saham Asia Pasifik naik seiring investor bakal mencermati rilis survei data manufaktur China pada Juli 2021.

Di bursa saham Asia, indeks Nikkei 225 naik 1,01 persen pada awal perdagangan. Indeks Topix mendaki 1 persen. Indeks Korea Selatan Kospi menguat 0,41 persen. Indeks ASX 200 menanjak 0,32 persen.

Saham Afterpay menguat lebih dari 25 persen setelah perusahaan financial technology (fintech) Amerika Serikat Square mengumumkan setuju untuk beli raksasa paylater Australia tersebut. Demikian mengutip dari laman CNBC, Senin (2/8/2021).

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,05 persen. Di sisi lain, China merilis data manufaktur pada Juli 2021. Sebelumnya China merilis PMI manufaktur yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas pabrik melambat pada Juli dengan posisi 50,4 dari posisi Juni sekitar 50,9.

Adapun PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi. Sedangkan di bawah 50 menunjukkan sinyal konstraksi. Pembacaan PMI berurutan dan mewakili ekspansi atau kontraksi dari bulan ke bulan.

Indeks Dolar AS

PT Bestprofit Futures – Selain itu, situasi COVID-19 di Asia Pasifik juga membebani sentimen investor. Di Jepang, lebih banyak daerah memasuki keadaan darurat COVID-19 pada Senin karena lonjakan kasus COVID-19, berdasarkan Kyodo News.

Sementara itu, media pemerintah China melaporkan pemerintah di berbagai tingkatan di seluruh negeri telah mengambil langkah-langkah penahanan COVID-19 menyusul kebangkitan infeksi yang dilaporkan dimulai di Nanjing.

Indeks dolar AS berada di posisi 92,12, menurun dari posisi sebelumnya 92,4. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,67 per dolar AS.

Harga minyak di jam perdagangan Asia dengan harga minyak Brent berjangka turun 0,46 persen ke posisi USD 75,06 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat (AS) susut 0,38 persen ke posisi USD 73,67 per barel.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah, Investor Asing Jual Saham PGAS hingga INDF

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan saham Jumat (30/7/2021). Investor asing melakukan aksi jual menyambut akhir pekan.

Pada penutupan perdagangan saham, IHSG merosot 0,83 persen ke posisi 6.070,03. Indeks saham LQ45 susut 0,17 persen ke posisi 823,04. Sebagian besar indeks saham acuan kompak tertekan.

Menjelang akhir pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.160,46 dan terendah 6.069,84. Sebanyak 325 saham melemah sehingga menekan IHSG. 194 saham menguat dan 137 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.544.644 kali. Volume perdagangan saham 22,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 354,35 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.438.

Sebagian besar sektoral saham tertekan. Indeks sektoral IDXnonsiklikal melemah 26 persen, dan pimpin penurunan terbesar. Diikuti indeks sektoral IDXFinance merosot 1,29 persen dan IDXHealth tergelincir 1,02 persen.

Sementara itu, IDXindustri menguat 0,93 persen, diikuti indeks sektoral IDXtechno menanjak 0,92 persen dan IDXinfrastruktur menanjak 0,61 persen.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG melemah dipengaruhi pergerakan bursa Asia yang juga cenderung koreksi.

“Di sisi lain akhir pekan biasanya juga dimanfaatkan untuk aksi profit taking. Sudah kami sampaikan, pergerakan IHSG meskipun menguat hanya akan menguji area 6.080-6.140 yang pergerakan IHSG cenderung sideways terkoreksi,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham BOLA naik 25 persen

-Saham LMSH naik 25 persen

-Saham NICK naik 24,86 persen

-Saham BBYB naik 24,44 persen

-Saham LPLI naik 18,12 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham BEBS turun 6,96 persen

-Saham ADMG turun 6,90 persen

-Saham PBRX turun 6,90 persen

-Saham PTDU turun 6,88 persen

-Saham PDES turun 6,88 persen

3 dari 4 halaman

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham ASII senilai Rp 49,8 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 45,4 miliar

-Saham INCO senilai Rp 38,1 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 19,7 miliar

-Saham INTP senilai Rp 18 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham PGAS senilai Rp 143,9 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 74,8 miliar

-Saham ANTM senilai Rp 60,4 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 50,1 miliar

-Saham INDF senilai Rp 39,8 miliar

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Bursa saham Asia sebagian besar melemah kecuali indeks Singapura naik 0,11 persen. Indeks Hang Seng turun 1,35 persen, indeks Korea Selatan Kospi melemah 1,24 persen, indeks Jepang Nikkei susut 1,8 persen, indeks Thailand melemah 0,92 persen. Selain itu, indeks Shanghai tergelincir 0,42 persen dan indeks Taiwan merosot 0,89 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

IHSG Menghijau, Investor Asing Borong Saham BBRI hingga LINK

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal sesi pertama perdagangan Kamis (29/7/2021). IHSG menguat di tengah aksi jual saham yang dilakukan investor asing.

Pada pra pembukaan perdagangan, IHSG naik 0,30 persen ke posisi 6.106,61. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 0,49 persen ke posisi 6.118. Indeks saham LQ45 menanjak 0,31 persen ke posisi 833,67. Sebagian besar indeks saham acuan melonjak.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.122,97 dan terendah 6.101,65. Sebanyak 222 saham menguat, 146 saham melemah dan 171 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 179.676 kali dengan volume perdagangan 2,2 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 191,66 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.464.

Secara indeks sektoral, sebagian besar indeks sektoral saham menghijau. Indeks sektoral IDXtechno naik 0,95 persen, indeks sektoral IDXsiklikal menanjak 0,86 persen dan indeks sektoralproperti menanjak 0,71 persen.

Top Gainers dan Losers

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang catat top gainers antara lain:

-Saham BOLA melambung 24,27 persen

-Saham PBRX melambung 23,26 persen

-Saham OMRE melambung 20,67 persen

-Saham SPMA melambung 17,11 persen

-Saham NICK melambung 14,12 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham PDES turun 6,98 persen

-Saham PTDU turun 6,84 persen

-Saham KICI turun 6,78 persen

-Saham BCIC turun 6,77 persen

-Saham MTDL turun 6,71 persen

Aksi Investor Asing

PT Bestprofit Futures – Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 16,4 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 13,3 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 10,8 miliar

-Saham BFIN senilai Rp 2,5 miliar

-Saham LINK senilai Rp 2,3 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BMRI senilai Rp 7,4 miliar

-Saham TOWR senilai Rp 7,1 miliar

-Saham MMLP senilai Rp 6,3 miliar

-Saham AMRT senilai Rp 5,3 miliar

-Saham MDKA senilai Rp 4 miliar

Bursa Saham Asia

PT Bestprofit Futures – Bursa saham Asia kompak menguat. Indeks Hang Seng naik 1,74 persen, indeks Korea Selatan Kospi melemah, indeks Jepang Nikkei menguat 0,35 persen. Selain itu, indeks Shanghai tergelincir 0,86 persen, indeks Singapura mendaki 0,28 persen dan indeks Taiwan naik 0,47 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

RUPS Perdana, DGNS Bakal Tebar Dividen Rp 6 Miliar

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) memutuskan untuk membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya sebesar Rp 4,8 per lembar saham, atau dengan total keseluruhannya sebesar Rp 6 miliar. Angka ini setara 11,39 persen dari laba bersih 2020.

Menariknya, gelaran RUPS itu merupakan yang perdana bagi Perseroan. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari 2021.

Adapun cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 5 Agustus 2021 dan di pasar tunai jatuh pada 10 Agustus 2021. Sementara pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2021.

Corporate secretary DGNS Fanfan Riksani mengatakan agenda RUPST juga mengesahkan laporan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2020.

Laba bersih Diagnos Laboratorium tercatat sebesar Rp 52 miliar, atau melesat 468 persen yoy. Pada periode tersebut, Perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan sekitar 72 persen atau sebesar Rp 183,17 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 51,34 miliar.

Pada 2020, Perseroan mendapatkan tambahan pendapatan dari klien korporasi, baik sebagai pihak berelasi maupun pihak ketiga. Rinciannya, pendapatan dari pihak relasi disumbang oleh referensi dokter senilai Rp 114 miliar dan klien korporasi sebesar Rp 58,95 juta.

Sedangkan pendapatan pihak ketiga dikontribusi oleh klien korporasi sebesar Rp 38 miliar, referensi dokter Rp 29,85 miliar, dan pelanggan individu 10,4 miliar.

“Sepanjang pandemi Covid-19, perseroan mampu meningkatkan pendapatan lewat kerja sama dengan banyak perusahaan dan fasilitas kesehatan. Pendapatan perseroan yang berasal dari pihak ketiga dari di bawah 1 persen pada 2019 menjadi 39 persen pada 2020” ujar Fanfan dalam keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Kamis (29/7/2021).

Sepanjang 2020, perseroan telah melaksanakan tes sebanyak 546.313 kali naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 255.089 kali. Diagnos Laboratorium Utama juga terus mengepakkan sayapnya dengan membuka cabang baru dan outlet. Pada akhir tahun lalu, anak usaha PT Bundamedik Tbk ini baru memiliki 13 outlet dan cabang.

Namun, hingga Juli 2021 perseroan sudah menambah outlet dan cabang menjadi 24. Bahkan hingga akhir Agustus 2021 perseroan menargetkan akan ada 32 cabang dan outlet yang siap beroperasi.

Gerak Saham DGNS

PT Bestprofit Futures – Pada perdagangan Kamis, 29 Juli 2021 pukul 10.21 WIB, saham DGNS naik 0,48 persen ke posisi Rp 1.055 per saham. Saham DGNS dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.060 per saham.

Saham DGNS berada di level tertinggi Rp 1.085 dan terendah Rp 1.040 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.613 kali dengan volume perdagangan 128.894. Nilai transaksi harian saham Rp 13,6 miliar.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Dana Kelolaan Investasi Berkelanjutan Sentuh Rp 2,54 Triliun pada Semester I 2021

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan investasi berkelanjutan di pasar modal Indonesia. Pada akhir 2020, total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) mencapai Rp 3,06 triliun. Hingga semester I 2021, total dana kelolaan sudah mencapai Rp 2,54 triliun.

“Ada berbagai green bonds yang sudah terbit. Indonesia per tahun ini masih jadi yang terdepan. Di mana jumlah nilai outstanding dari green bonds kita itu melampaui nilai outstanding green bonds negara lain di ASEAN,” ungkap Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi dalam Emiten Expose 2021 – Prospek Cerah Emiten Peduli ESG, Selasa (27/7/2021.

Hasan menuturkan, peningkatan juga terjadi pada aset yang underlinenya adalah emiten dengan praktik ESG yang baik. Jumlah reksadana dan ETF yang underline nya adalah indeks berbasis emiten ESG, juga meningkat tajam dalam tiga tahun belakangan.

PT Bestprofit Futures – “Saat ini tidak kurang ada 15 pilihan reksa dana dan ETF dengan asset under management yang bahkan di akhir tahun lalu sempat melampaui angka Rp 3 triliun,” kata Hasan.

Hasan menilai, hal itu sebagai respons para penerbit reksa dana dan ETF dalam menjawab tuntutan investor terkait ESG.  Hasan mengakui, ESG mau tak mau sudah jadi tren yang mempengaruhi keputusan investasi investor.

“Para investor kita yang memang trennya semakin hari semakin menjadikan ESG sebagai pertimbangan tujuan investasinya,” pungkas Hasan.

Minat Investor untuk Suistanability Bond Masih Tinggi

PT Bestprofit Futures – Sebelumnya, PT Mandiri Sekuritas (Mansek) mencatat permintaan sustainability corporation bonds masih akan tinggi. Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja mengatakan, hal ini merujuk pada perilaku investor di beberapa negara yang menyoroti isu Environmental, Social, and Governance (ESG). Ia menuturkan, sisi minat sangat menarik seiring permintaan dari sustainability corporate bond makin banyak dariluar.

Harold menambahkan, hal itu sejalan dengan tren global. Sustainability corporate bond jadi salah satu pembeda untuk beberapa perusahaan agar lebih terlihat dibandingkan perusahaan lain.

“Kita lihat demand itu makin besar. investor makin lihat itu sebagai diferensiator. Misalnya investor Europe itu sangat sensitif dengan isu ESG. Ini akan jadi diferensiator, bagaimana perusahaan bisa standout dibandingkan perusahaan yang lain,” kata dia, Rabu 21 Juli 2021.

Sejalan dengan proyeksi pertumbuhan itu, Harold mengatakan tantangan lainnya yakni perusahaan harus mampu merepresentasikan ESG dalam bisnis perseroan. Salah satunya seperti dari sisi profil risiko.

PT Bestprofit Futures – “Kita expect bahwa kalau perusahaan lakukan effort yang lebih untuk ESG ini semoga bisa ditranslasi dengan perbaikan dari risk profile,” kata dia.

Bank Mandiri (BRI) sebelumnya juga telah menerbitkan sustainability corporation bonds yang mengalami oversubscribe.

Dengan nilai USD 300 juta, penerbitan sustainability bond itu menerima demand order lebih dari USD 2,5 miliar pada saat proses book building. Sehingga terdapat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 8,3 kali dari rencana jumlah bond yang diterbitkan. Hal ini menunjukkan persepsi positif dari investor asing terhadap kinerja dan prospek bisnis Bank Mandiri ke depan.

“Transaksi sustainability corporate bond oleh Bank Mandiri sizenya USD 300 juta. Tapi orderbook itu sampai USD 2,5 miliar. Ini menunjukkan bahwa risk profile dari Bank Mandiri sangat menarik,” kata Harold.

Per 30 Juni 2021, Investment Banking Mandiri Sekuritas telah menyelesaikan 15 penjaminan obligasi rupiah (IDR Bonds) dan 7 penjaminan global bond.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit