AS Luncurkan Satelit Mata-Mata, Intai Sistem Rudal Korut?

PT Bestprofit Futures – Sebuah satelit diluncurkan ke orbit menggunakan roket Atlas V dari Amerika Serikat. Peluncuran itu dilaksanakan pada Minggu 15 Oktober pagi dini hari waktu setempat. best profit

Pejabat AS tak mengungkap detail tugas dan fungsi satelit itu, menjadikannya objek kedua yang diluncurkan Negeri Paman Sam dalam tiga pekan terakhir –yang seluruhnya minim informasi. pt bestprofit

Beberapa menyebut satelit itu berfungsi sebagi pengumpul data. Namun, mengingat minimnya informasi, tak jelas mengenai data yang akan dikumpulkan oleh objek tersebut. Demikian seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (16/10/2017).

Sejumlah pihak menduga, satelit itu difungsikan sebagai mata-mata, untuk mengumpulkan data jaringan pertahanan elektronik musuh, termasuk radar, sistem rudal, dan pesawat. Sebagian yang lain menyebut, objek itu akan digunakan untuk pengumpul data cuaca.

Satelit bernama NROL-52 itu diluncurkan pada Minggu 15 Oktober, pukul 03.28 pagi waktu setempat, dari Pangkalan AU Amerika Serikat di Cape Canaveral (CCAFS), Florida. Peluncuran itu mundur satu pekan dari jadwal awal akibat kendala teknis dan cuaca buruk.

NROL-52 diproduksi atas mandat US National Reconnaissance Office (NRO), lembaga negara yang mengoperasikan satelit mata-mata milik AS. NRO merupakan salah satu dari total 16 dinas intelijen Amerika Serikat.

Seperti pada peluncuran sebelumnya, tujuan dari satelit yang dikendalikan oleh NRO itu bersifat rahasia.

Objek itu diangkat ke orbit menggunakan roket United Launch Alliance (ULA) Atlas V, yang dirancang dan diproduksi oleh kerja sama dua firma industri raksasa AS, Lockheed Martin dan Boeing.

Seperti dikutip dari Daily Mail, peluncuran NROL-52 dianggap sebagai bentuk unjuk gigi AS guna memastikan dominasi mereka di angkasa luar.

“Peluncuran hari ini merupakan bukti dedikasi tim ULA yang tak kenal lelah, menunjukkan mengapa ULA terus melayani sebagai penyedia peluncuran paling sukses dan dapat diandalkan di AS,” kata Laura Maginnis, wakil presiden ULA Government Satellite Launch, mengatakan dalam sebuah rilis.

Rilis itu juga menjelaskan, peluncuran sempat tertunda akibat Badai Irma yang melanda Florida beberapa pekan lalu. Penundaan juga disebabkan karena teknisi harus mengganti pemancar telemetri roket Atlas V.

Operasi itu menandai kali kedua peluncuran satelit NRO dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Pada 23 September lalu, NROL-42 diluncurkan ke orbit menggunakan Atlas V dari Pangkalan AU AS di Vandenberg, California.

Peluncuran kedua satelit itu juga terjadi dalam periode waktu ketika krisis rudal Korea Utara tengah menjadi kekhawatiran bagi sejumlah negara, termasuk AS.

NROL-42 dan NROL-52 adalah satelit teranyar yang dibuat dan dioperasikan oleh National Reconnaissance Office (NRO). Objek itu layak mendapatkan status sebagai ‘satelit mata-mata’, mengingat keduanya dioperasikan oleh badan intelijen. bpf jakarta

Sangat sedikit yang diketahui tentang fungsi satelit itu. Namun, objek tersebut dapat memberikan berbagai layanan, seperti peringatan dini ancaman rudal, deteksi ledakan nuklir, foto intai jarak jauh, pengintaian elektronik, dan pencitraan radar. bestprofit jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Ini Titipan Djarot untuk Anies-Sandi

PT Bestprofit Futures – Kepemimpinan di Jakarta hari ini berganti dari Gubernur Djarot Saiful Hidayatke Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Beralihnya kepemimpinan juga bisa diartikan beralihnya tanggung jawab untuk mengelola Ibu Kota.

Yang jelas, pasangan Anies-Sandi tak hanya akan disibukkan oleh pelaksanaan program kerja yang sudah disusun, melainkan juga menuntaskan kerja yang belum diselesaikan Gubernur Djarot. Banyak pekerjaan rumah yang menanti Anies-Sandi, di luar program kerja unggulan mereka. best profit

Bahkan, Djarot sendiri sepekan sebelum masa jabatannya berakhir sudah memberikan sinyal tentang pekerjaan besar yang belum terselesaikan dan harus dituntaskan oleh pemimpin Jakarta yang baru.

“Terus terang saja ada tiga persoalan pokok. Satu masalah kemacetan. Kemudian, masalah permukiman karena masih banyak itu yang tinggal di bantaran sungai. Demikian pula masalah persampahan karena kami selama ini bergantung kepada Bantar Gebang,” kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin 9 Oktober 2017. pt bestprofit

Selain itu, masalah lainnya adalah seputar banjir dan ketersediaan transportasi massal yang murah. Semua itu menjadi tugas tambahan bagi Anies-Sandi yang mau tak mau juga harus menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup warga Jakarta. Mari kita bedah satu per satu.

1. Permukiman

Djarot menjelaskan masalah permukiman masih menjadi pekerjaan yang belum terselesaikan pada era kepemimpinannya. Pembangunan rumah susun masih perlu digalakkan untuk menampung warga Jakarta, terutama yang berada di bantaran sungai.

“Masih banyak itu yang tinggal di bantaran sungai. Kami berusaha membangun rusun. Karena konsep kami untuk permukiman di Jakarta, dengan kondisi seperti ini diharapkan pembangunannya dilakukan secara vertikal,” papar Djarot.

Soal permukiman atau hunian di Ibu Kota memang masalah klasik. Tingginya harga tanah dan lahan yang makin sempit membuat warga membangun di kawasan yang dilarang. Di bantaran sungai, misalnya, meski sudah dilarang tetap saja warga membangun permukiman.

Padahal, aturan tentang kawasan bantaran sungai tegas diatur dalam UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. UU ini lalu digantikan dengan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air yang diikuti dengan PP Nomor 25 Tahu 1991 tentang Sungai, dan kemudian digantikan lagi dengan PP Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.

Aturan lama dan baru ini menegaskan, 10-20 meter dari bibir sungai atau sempadan dilarang untuk dibangun. Selain itu, secara tegas disebutkan kalau sungai, termasuk sempadan, adalah milik negara.

Di lapangan, banyak lahan-lahan di sekitar bantaran sungai yang sudah dikuasai sekian lama oleh penghuninya tanpa bukti kepemilikan. Namun, para penghuni tetap membayar iuran yang diwajibkan pemerintah, seperti listrik dan telepon yang anehnya bisa masuk ke sana.

Namun, Anies-Sandi sepertinya sudah siap dengan masalah ini. Jauh sebelum terpilih sebagai pemimpin Ibu Kota, keduanya sudah mencanangkan program di sektor perumahan berupa uang muka atau down payment (DP) 0 Rupiah yang sangat dinanti-nanti.

Hanya saja, program ini bukan tanpa masalah. Sebab, setidaknya Anies-Sandi harus mencari lahan yang kosong untuk membangun rumah bagi sekitar 300.000 kepala keluarga di Jakarta yang ditengarai belum memiliki rumah. Ini kalau kita bicara di luar soal pembiayaan atau uang muka yang 0 persen tersebut.

Masalah ketersediaan lahan tersebut ditambah lagi oleh tekad Anies-Sandi sejak awal untuk tidak menggusur, atau dengan kata lain tidak akan merelokasi warga yang tinggal di bantaran kali. Mungkin ini yang akan menjadi PR sebenarnya bagi Anies-Sandi.

2. Sampah

Persoalan sampah juga menjadi catatan khusus dari Djarot. Sejak lama, pemimpin Jakarta sudah berancang-ancang agar tidak lagi bergantung pada Bantar Gebang untuk urusan pengelolaan sampah. Karena itulah Djarot berharap agar pembangunan intermediate treatment facility (ITF) atau fasilitas pengelolaan sampah dapat segera selesai.

“Masalah persampahan juga karena kami selama ini bergantung kepada Bantar Gebang. Makanya kami kebut betul dengan membangun ITF. Baik dikerjakan oleh BUMD kami, Jakpro dalam hal ini, maupun dikerjasamakan dengan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha),” jelas Djarot.

Konon, sampah di Jakarta dua hari saja jika ditumpuk sama luas dan besarnya dengan candi terbesar di dunia, Candi Borobudur. Setiap hari warga DKI menghasilkan sampah sekitar 7.000 ton. Jumlah sampah sebesar itu kira-kira hampir setara dengan 4% dari total timbunan sampah secara nasional (sekitar 178.082,19 ton per hari). Sampai saat ini sampah itu ditumpuk di TPA Bantar Gebang.

Yang tak kalah mencengangkan, biaya kompensasi terkait sampah itu untuk tahun 2017 saja sebesar Rp 316 miliar. Uang sebesar itu harus dibayarkan Pemprov DKI Jakarta ke Pemkot Bekasi sebagai pemilik Bantar Gebang. Belum lagi ongkos angkut, upah tenaga kerja, biaya investasi peralatan, biaya tambah lahan timbun sampah, dan biaya lainnya. Total anggaran Dinas Kebersihan DKI Jakarta Rp 2,5 triliun per tahun.

Angka ini terbilang wajar jika melihat beban kerja mengurus sampah ini. Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta tiap hari mesti menyiapkan sekitar 1.400 truk, 53 alat berat, 31 kendaraan penyapu jalan, selain juga mempekerjakan sekitar 10 ribuan petugas harian lepas kebersihan dengan upah minimal Rp 3.1 juta per orang.

Pertanyaannya, kenapa Pemprov DKI tidak membuat pengolahan sampah sendiri ketimbang membayarkan uang demikian besar ke pihak lain? Jawabannya, langkah itu sudah pernah dilakukan, bahkan sejak posisi Gubernur DKI Jakarta masih dijabat Jokowi.

Awalnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang ditunjuk membangun intermediate treatment facility(ITF). Pembiayaannya dari uang Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp 1,2 triliun untuk tiga tahun. Namun, anggaran untuk membangun ITF itu hilang dari APBD DKI sejak 2013.

Setelah tertunda selama empat tahun, pembangunan ITF di kawasan Sunter, Jakarta Utara, akhirnya dimulai pada Agustus 2017. Menurut Djarot, pembangunan ITF Sunter tidak akan menggunakan dana APBD, melainkan oleh PT Jakarta Propertindo. Pemerintah DKI Jakarta hanya memasok sampah dan tipping fee per hari. Ditargetkan, ITF Sunter dapat mengolah hingga 2.500 ton sampah per hari.

Setelah di Sunter, juga akan dibangun ITF di empat wilayah Jakarta. Langkah itu diyakini Djarot dapat mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi.

“Produk sampah kita per hari itu 7.000 ton. Jadi, kalau kita olah di Jakarta sampai 6.000 ton, maka tinggal 1.000 ton yang kita kirim ke Bantargebang,” kata Djarot.

Kini menjadi tugas Anies-Sandi untuk memastikan pembangunan ITF tersebut berjalan lancar dan uang pajak warga DKI bisa dihemat dari penanganan sampah ini.

3. Transportasi

Sudah banyak yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya dalam membenahi sistem transportasi Ibu Kota sekaligus meminimalisir kemacetan yang sudah sangat parah. Perubahan pun mulai terlihat, meski masih jauh dari harapan.

“Kami sudah berusaha maksimal untuk menata dan meletakkan dasar-dasar sistem transportasi publik berbasis rail maupun berbasis bus. Ini belum selesai,” kata Djarot.

Pekerjaan yang belum selesai itu adalah pembangunan Koridor 14 dan 15 Transjakarta. Pembangunan koridor ini sebenarnya masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah 2012-2017 pada saat Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok masih menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Namun, Djarot mengaku pembangunan tersebut tidak akan bisa dikerjakan pada era kepemimpinannya, karena di akhir masa jabatannya Djarot baru sampai menuntaskan pembangunan Loridor 13 Transjakarta rute Tendean-Ciledug yang sebelumnya dicanangkan di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Adapun koridor 14 rencananya akan melayani rute Manggarai-Pasar Minggu, sedangkan koridor 15 melayani rute Kalimalang-Blok M.

Menurut Djarot, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum mendapatkan kajian trasenya.

Selain itu, kajian pembangunan koridor tersebut juga belum lengkap. Djarot berharap proyek tersebut bisa dilanjutkan oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Dia juga berharap pembangunan sarana transportasi massal akan terus dilanjutkan. Pada 2017 ini dia menargetkan pembangunan flyover dan underpass sudah selesai, demikian pula tahun 2018 pembangunan MRT sudah selesai. Masyarakat nantinya akan memiliki banyak pilihan transportasi umum seperti Transjakarta, Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT).

“Ketika MRT sudah selesai, LRT sudah selesai dan ERP (Electronic Road Pricing) sudah diterapkan, tidak ada lagi pembatasan. Silahkan saja, karena orang sudah punya pilihan,” kata Djarot.

Dia menambahkan, ketika transportasi tersebut sudah semuanya berjalan, tarif parkir akan dinaikkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi. Tarif parkir akan terus naik setiap jam dan zona di tengah kota akan dikenakan tarif yang lebih mahal dibanding pinggir kota.

“Kalau dilepas begitu saja seperti hutan belantara, maka lalu lintas di Jakarta akan stuck,” kata Djarot.

Kengerian akan kemacetan yang membayangi Ibu Kota di masa depan digambarkan Djarot melalui pertumbuhan kendaraan bermotor. Menurut dia, di Jakarta saat ini setiap hari muncul 1.500 kendaraan bermotor baru dengan rincian 1.200 sepeda motor dan 300 mobil. Sementara pemerintah tidak dapat membatasi produksi.

“Kami hanya bisa mengatur keluar masuk kendaraan pribadi di Jakarta. Maka selalu kita fokus untuk memperbaiki transportasi publik,” kata Djarot.

4. Banjir

Masalah banjir menjadi warisan Djarot untuk diselesaikan pada masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI terpilih, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Termasuk yang belum bisa kami tuntaskan ialah normalisasi sungai,” tutur Djarot.

Dia mencontohkan, banjir akibat pendangkalan di Kali Krukut merupakan pekerjaan rumah terbesar Anies-Sandi. “Kalau menurut saya, ini masih benar-benar perlu dilakukan,” tegas Djarot.

Banjir dan Jakarta bukanlah dua kata yang tiba-tiba jadi nyambung. Secara geografis kota ini dilintasi 13 sungai dan dua kanal. Kemudian, 40 persen wilayah Jakarta, utamanya di wilayah Utara Jakarta, berada di bawah permukaan laut akibat penurunan permukaan tanah.

Data BPS juga menyebutkan, Jakarta dilalui beberapa sungai besar di mana 73 persen kelurahan yang ada di Ibu Kota dilalui sungai. Situasi ini membuat Jakarta sangat rentan terhadap bencana banjir. Karena itu, siapa pun pemimpin DKI Jakarta, maka pasti akan berhadapan dengan persoalan banjir.

Saat Jokowi menjadi Gubernur DKI, untuk mengatasi banjir dia memiliki program untuk mengendalikan banjir. Hal itu dilakukan dengan mengembangkan situ, waduk dan embung, normalisasi sungai dan saluran, pengembangan sistem polder, penguatan tanggul, pembuatan sumur resapan dan lubang biopori, serta pembangunan deep tunnel.

Sebagian dari program tersebut sudah berjalan, namun sampai saat ini belum juga rampung dan karena itu bisa menjadi pekerjaan rumah yang harus dijalankan oleh pemimpin DKI Jakarta yang baru.

Salah satu program untuk mengatasi banjir yang sampai saat ini mangkrak adalah sodetan Kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Kali Cipinang. Sodetan tersebut didesain untuk mampu memotong puncak debit air Ciliwung menuju KBT sebesar 60 meter kubik air per detik. Sebanyak empat pipa berdiameter masing-masing 2,5 meter akan digunakan sebagai sodetan.

Kementerian PU mulai mengerjakan sodetan tersebut pada akhir 2013 dan ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun. Pembangunan sodetan sepanjang 1,59 kilometer dari Kali Ciliwung hingga Kali Cipinang itu merupakan proyek senilai Rp 654 miliar.

Dalam pengerjaan sodetan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kebagian membebaskan lahan yang akan dilintasi sodetan. Nyatanya, hingga kini sodetan tersebut seolah terhenti di tengah jalan lantaran bermasalah terkait pembebasan lahan.

Pemprov DKI kalah menghadapi gugatan yang diajukan warga dalam sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. PTUN mengabulkan gugatan warga Bidara Cina atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 2779/2015 tentang Perubahan SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 81/2014 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan sodetan tersebut. bestprofit jakarta

Di samping sodetan, Pemprov DKI harus bekerja keras melakukan berbagai upaya terkait penataan air. Hal yang dilakukan antara lain pengerukan saluran air yang berdampak langsung untuk mengurangi genangan di Jakarta. Selain itu juga pemantauan terhadap waduk yang ada di Jakarta dan pompa serta pengawasan terhadap tanggul laut.

Jika mengikuti apa yang sudah dilakukan Jokowi, Ahok dan Djarot, maka setidaknya Anies-Sandi harus memfokuskan sejumlah program untuk mencegah banjir yang harus terus berkesinambungan. Program itu adalah perbaikan saluran air atau drainase, revitalisasi waduk dan situ, penambahan resapan air, dan penataan sungai. bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Donald Trump Sedang Menggiring Dunia Menuju Perang Nuklir?

PT Bestprofit Futures – Hari demi hari, kita sedang menggelincir mendekat menuju perang nuklir dan sukar menemukan seorang yang cukup bernalar untuk menjauhkan dunia dari bencana itu. best profit

Demikianlah menurut Joe Scarborough, pembawa acara Morning Joe untuk MSNBC. Pada Rabu lalu, ia mengatakan bahwa ketegangan nuklir sekarang ini lebih tinggi dari apapun juga sejak Krisis Nuklir Kuba. pt bestprofit

Mantan anggota kongres Partai Republik itu memberikan reaksi terhadap laporan NBC News bawha Presiden Donald Trump telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson terkait renananya ingin menambah persenjataan nuklir hingga 10 kali lipat.

Rekan pembawa acara Mika Brzeinski memandang perilaku presiden sebagai “sembrono, sukar ditebak, dan, menurut beberapa orang, mencemaskan.”

Menurut Scarborough, Senator Bob Corker yang sama-sama dari Partai Republik pun telah mengatakan bahwa sang presiden mungkin saja menjerumuskan dunia ke dalam Perang Dunia III, demikian seperti dikutip dari Newsweek pada Kamis (12/10/2017).

“Pernyataan itu belum pernah terdengar sebelumnya dalam sejarah modern Amerika Serikat, dari seorang pemimpin di (Capitol) Hill yang presidennya satu partai dengannya,” demikian kata Scarborough melalui Mediaite.

“Juga belum pernah terjadi sebelumnya. Republikan di (Capitol) Hill tak terang-terangan melawan apa yang Bob Corker katakan tentang pernyataan asal-asalan oleh Donald Trump.”

“Ada alasan untuk itu. Yakni, mereka telah mengatakan hal senada di belakang pintu tertutup.”

Scarborough bicara tentang bagaimana seriusnya orang-orang yang mengetahui keadaan memandang ancaman perang nuklir sekarang.

“Para pejabat kebijakan luar negeri memberi tahu saya kemarin, tentunya secara tertutup, bahwa media telah salah tentang Korea Utara, media telah salah tentang Donald Trump, yaitu bahwa kita sebenarnya sedang sangat dekat dengan kejadian marabahaya.”

“Kita memiliki jam nuklir ketika kita dibesarkan. Mungkin sekarang sudah mendekati tengah malam…lebih dari apapun semenjak Krisis Rudal Kuba.”

Krisis Rudal Kuba adalah pertentangan sengit selama 2 minggu pada 1962, ketika Soviet memindahkan rudal-rudal berkepala nuklir ke pulau tersebut di tengah puncak Perang Dingin.

Sejak Trump mulai menjabat, Amerika Serikat (AS) sepertinya bergerak mendekat kepada ketegangan yang serupa seperti pada masa itu.

Jam Kiamat yang digagas Bulletin of Atomic Scientists bergerak 2,5 menit menuju tengah malam hanya dalam waktu kurang dari seminggu sejak pelantikan Trump.

Mike Barnicle dari MSNBC menyambung komentar-komentar Scarborough dengan menyatakan bahwa ia tidak mengandalkan presiden untuk menyelesaikan krisis sekarang ini. bestprofit jakarta

Katanya dalam acara Morning Joe, “Saya tidak berpendapat, seyakin-yakinnya, bahwa sekarang di Washington, D.C. kita memiliki seorang pemimpin yang rasional.” bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Heboh Transfer Jumbo Orang Kaya RI, Takut Bayar Pajak?

PT Bestprofit Futures – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan blakblakan menyebut terdapat 81 warga negara Indonesia (WNI) yang memindahkan dana dengan nilai total US$ 1,4 miliar atau sekitar Rp 18,9 triliun (estimasi Rp 13.500 per dolar AS) dari Guernsey, Inggris ke Singapura. Pemindahan dana itu melalui Standard Chartered Plc yang dilakukan pada akhir 2015. best profit

Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi menjelaskan bahwa Ditjen Pajak telah berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana ini. Dalam Laporan Hasil Analisis (LHA) PPATK menunjukkan memang terdapat perpindahan dari dari 81 nasabah individu tersebut. pt bestprofit

“Jadi bukan satu orang, tapi jumlahnya 81 orang. Semua individu dan hanya melalui Standard Chartered,” tegas Ken pada Senin, 9 Oktober 2017.

Ken menambahkan, dari 81 orang yang mengirim uang dari Inggris ke Singapura melalui Standard Chartered Plc, tak ada satu pun pejabat TNI, Polri, maupun penegak hukum lainnya yang terlibat, termasuk pejabat lain yang berhubungan dengan instansi tersebut.

“Jadi ini tidak ada urusannya dengan militer, untuk membeli senjata seperti yang disebutkan. Sebanyak 81 orang ini murni pebisnis,” ucap dia.

Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin, menjelaskan, PPATK sudah menelusuri adanya aliran dana tersebut sejak beberapa bulan lalu. Menurutnya, dengan nominal yang tidak sedikit, ada dugaan dana tersebut berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Tindak pidana pajak merupakan salah satu tindak pidana asal TPPU. Kalau melihat mutasi uang tersebut ke mana-mana kemungkinan besar unsur TPPU terpenuhi. Pemiliknya tidak satu orang,” ucap Kiagus.

Wakil Kepala PPATK, Dian Ediana Rae, menambahkan, ada kemungkinan pemindahan dana tersebut untuk mengelak pajak. Namun, keputusan apakah benar transfer dana besar-besaran tersebut untuk menghindari pajak atau tidak, PPATK menyerahkannya ke Ditjen Pajak.

“Benar tidaknya dugaan itu tergantung hasil investigasi Ditjen Pajak yang berwenang untuk urusan ini. Kita tunggu hasil investigasi Ditjen Pajak,” kata Dian.

Namun, Ken buru-buru menampik dugaan itu. Pemindahan dana besar-besaran tersebut bukan karena pencucian uang, tetapi lebih karena otoritas Guernsey mulai memberlakukan skema pelaporan perpajakan global atau Common Reporting Standard (CRS).

“Dari LHA PPATK disebutkan bukan menghindar, tapi takut dengan pajak. Karena data informasi di Guernsey mau dilaporkan melalui CRS. Itu yang mereka takut dilaporkan ke pajak,” jelas Ken.

Untuk diketahui, Guernsey memang mengadopsi aturan Common Reporting Standard (CRS) atau pertukaran data perpajakan global mulai 2016. Sekitar 100 negara sepakat untuk bertukar informasi laporan tahunan tentang rekening milik orang-orang di setiap negara anggota untuk kepentingan pajak.

Ken melanjutkan, alasan puluhan WNI melakukan transfer dana besar-besaran ini karena ingin ikut program pengampunan pajak (tax amnesty) di Indonesia.

Setelah didalami, dari 81 WNI tersebut, terdapat 62 orang yang sudah ikut program pengampunan pajak (tax amnesty). Sementara, 19 orang sisanya tidak ikut tax amnesty. Sayangnya, sesuai amanat Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) maupun UU Tax Amnesty, Ditjen Pajak tidak dapat mengungkap identitas 81 nasabah RI itu. bestprofit jakarta

“Kalau ditanya untuk apa menarik dana di bank itu, ada yang jawab dipindahkan ke Singapura karena mau ikut tax amnesty, dan itu benar,” tutur Ken. bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )

Korsel: Hacker Korut Curi Data Rahasia Militer Korea Selatan

PT Bestprofit Futures – Hacker Korea Utara dilaporkan telah mencuri banyak dokumen militer dari Korea Selatan, termasuk sebuah rencana untuk membunuh pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. pt bestprofit

Rhee Cheol-hee, anggota parlemen Korea Selatan, adalah orang yang mengungkapkan temuan itu. Ia mengatakan, informasi pencurian data rahasia oleh peretas atau hacker Korea Utara  berasal dari Kementerian Pertahanan Korsel. best profit

Dokumen rahasia tersebut mencakup rencana kontinjensi perang yang disusun oleh AS dan Korea Selatan. Demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (11/10/2017).

Dokumen yang dicuri itu termasuk laporan rahasia komandan senior sekutu.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan sejauh ini menolak berkomentar mengenai tuduhan tersebut.

Rencana pasukan khusus di Korea Selatan dilaporkan telah diakses secara ilegal, bersamaan dengan informasi mengenai pembangkit listrik dan fasilitas militer yang signifikan di Korsel.

Rhee adalah anggota parlemen dari partai berkuasa Korea Selatan, dan duduk di komite pertahanan parlemen. Dia mengatakan, sekitar 235 gigabyte dokumen militer telah dicuri dari Pusat Data Terpadu Pertahanan.

Menurut Ree, peretasan terjadi pada September tahun lalu.

Kabar pencurian data oleh peretas bukan hal baru bagi Korea Selatan. Mei lalu, Seoul mengatakan sejumlah besar data telah dicuri dan menuding Korea Utara adalah dalang di balik serangan siber tersebut. Meski demikian, Korsel tidak memberikan rincian tentang apa yang telah dilakukan musuh bebuyutannya itu.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap melaporkan, Seoul telah mengalami serangan siber Korut dalam beberapa tahun terakhir. Ada banyak situs dan fasilitas pemerintah diretas oleh Korut.

Negara yang terisolasi itu diyakini memiliki hacker terlatih khusus yang berbasis di luar negeri, termasuk di China.

Di sisi lain, Korea Utara menolak tuduhan itu. Korea Utara telah menuduh Korea Selatan mengada-ada atas klaim tersebut.

Dengan tuduhan Korsel bahwa Korut telah mencuri rahasia negara, justru makin memperkeruh ketegangan di Semenanjung Korea. Ini juga tidak menyelesaikan masalah antara AS dan Korut yang belakangan kerap melontarkan perang retorika.

Kedua negara tersebut telah berselisih secara verbal mengenai kegiatan nuklir Korut. AS mendesak Korut menghentikan uji coba rudal, tapi Pyongyang bergeming.

Korea Utara baru-baru ini mengklaim telah berhasil menguji miniatur bom hidrogen miniatur yang bisa dibawa oleh rudal jarak jauh mereka.

Dalam sebuah pidato di PBB pada September lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan Korea Utara jika terus mengancam AS atau sekutu-sekutunya, dan mengatakan bahwa pemimpinnya “sedang dalam misi bunuh diri”.

Kim Jon-un bereaksi terhadap komentar Trump.  Kim menanggapi Trump dengan sebuah pernyataan langka, “Saya berjanji untuk menjinakkan orang tua sakit mental dengan api”.

Belum selesai di situ, Trump kembali berkomentar. Suami Melania itu memperingatkan, “Hanya satu hal yang akan berhasil dalam menangani Korea Utara, setelah bertahun-tahun perundingan terbukti tidak membuahkan hasil.”

Namun, Trump tidak menjelaskan lebih jauh apa maksud pernyataannya, sehingga membuat banyak pihak berasumsi AS akan tetap mengambil jalur militer untuk menaklukkan Korea Utara.

Sebelum tuduhan pencurian data militer dikemukakan anggota parlemen Korsel, sehari sebelumnya media corong Korea Utara mengaku bahwa ada agen CIA mencoba membunuh Kim Jong-un dengan racun biokimia.

Kantor berita tersebut, yang dipandang sebagai sayap propaganda Partai Pekerja yang berkuasa di Korut, mengatakan, “Pada Mei tahun ini, sekelompok teroris kejam menyusup ke negara kita atas perintah Badan Intelijen Pusat (CIA) AS dan Dinas Intelijen boneka Korea Selatan dengan tujuan melakukan terorisme yang disponsori negara terhadap pemimpin kita dengan menggunakan bahan kimia dan biologis.”

“Si pelaku berhasil kami bekuk. Ini jelas menunjukkan sifat sejati AS sebagai pelaku utama di balik terorisme,” papar KCNA. bestprofit jakarta

Media itu juga mengklaim AS “mengubah warnanya” seperti “bunglon” untuk membenarkan penggulingan pemerintah di negara lain. bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )