BMKG Sebut Jakarta dan Sekitarnya Mulai Masuk Musim Hujan

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko menyatakan, sebagian besar wilayah DKI Jakarta telah memasuki musim hujan di akhir Oktober atau awal November. Hary menyebut, wilayah Jakarta Selatan yang paling sering diguyur hujan.

“Sedangkan untuk wilayah Jakarta bagian utara di antara dasarian November-Desember,” kata Hary.

Menurut Hary, secara bertahap mulai awal November berpotensi pembentukan dan pertumbuhan awan hujan. Akan tetapi proses tesebut belum rutin dan merata.

“Potensi hujannya dapat dimungkinkan terkadang lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat,” ucapnya.

Hary menyatakan, prakiraan curah hujan dasarian I dan II November 2019 dalam kategori rendah. Sedangkan pada dasarian III November dan I Desember curah hujan mulai meningkat.

“Bahkan daerah yang diprakirakan kategori menengah semakin meluas dan curah hujan kategori rendah mulai berkurang,” ujar Harry.

Antisipasi Banjir

PT Bestprofit Futures – Sementara Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Muhammad Ridwan menyatakan, pihaknya telah menyiapkan cara mengantisipasi adanya banjir pada musim hujan tahun ini.

Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Satu di antaranya dengan menggandeng kelurahan membersihkan saluran air dan drainase.

“Berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan kesiapan melakukan pengangkatan sampah-sampah yang berada kali dan di pintu-pintu air,” ucap Ridwan.

Ridwan menambahkan, pihaknya juga telah meminta Dinas Sumber Daya Air untuk mengecek fungsi dari pompa ari yang tersebar di 164 lokasi.

Ridwan juga akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan kesiapan logistik dan tenda-tenda pengungsian dan dapur umum. Selain itu juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan untuk memastikan kesiapan perahu-perahu karet untuk evakuasi saat banjir tiba.

“Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bencana banjir dan pencegahannya,” kata Ridwan.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Rilis Inflasi Oktober Tak Sesuai Ekspektasi, IHSG Bakal Tertekan

PT Bestprofit Futures – Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak ke zona merah pada awal pekan ini.

Rilis data inflasi Oktober yang di bawah ekspektasi menjadi pemberat laju indeks di bursa saham. Selain itu, sejumlah rilis kinerja emiten kuartal-III juga tak cukup memuaskan.

“Inflasi yang menunjukan perlambatan sebesar 3,13 persen secara year-on-year (YoY) menjadi katalis negatif IHSG,” ungkap Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, Senin (4/11/2019).

Dia bilang, rilis data pertumbuhan PDB juga diproyeksikan akan jauh dari ekspektasi sehingga menjadi sentimen negatif dari domestik.

“Indonesia akan merilis data pertumbuhan PDB dengan perkiraaan turun menjadi 5,01 persen dari 5,05 persen meskipun bank Indonesia menyatakan optimis masih di atas 5 persen pada laju pertumbuhan PDB Indonesia,” kata dia.

PT Bestprofit Futures – Sebab itu, pihaknya memprediksi IHSG akan tertekan dengan bergerak melemah apabila break level 6.200 dengan support resistance 6.170-6.250.

Dari kacamata teknikal, saham-saham rekomendasi yang cukup menarik menurutnya ialah PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Seirama, Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali menyebut IHSG kemungkinan jatuh terkoreksi ke level 6.176-6.244.

Dua saham yang dapat dipertimbangkan investor antara lain saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

“Proyeksi indeks hari ini, secara teknikal indikator stochastic membentuk deadcross di area overbought dan MACD menunjukkan distribusi mengindikasikan akan ada koreksi,” tekan dia.

Penutupan Pekan Lalu

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Jumat ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.039 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan saham Jumat(1/11/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 21,12 poin atau 0,34 persen ke posisi 6.207,19. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,48 persen ke posisi 980,08.

Sebanyak 135 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 299 saham menguat dan 128 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 573.802 kali dengan volume perdagangan 18,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 347,96 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.035.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di zona hijau yaitu sektor industri dasar yang naik 1,35 persen dan sektor keuangan naik 0,33 persen.

Sementara sektor yang melemah antara lain sektor aneka industri yang anjlok 1,87 persen. Disusul sektor pertambangan yang turun 1,8 persen dan sektor infrastruktur yang turun 1,58 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain BLUE yang naik 24,74 persen ke Rp 474 per saham, SMMA naik 20 persen ke Rp 11.550 per saham dan KBLM naik 17,86 persen ke Rp 330 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain LUCK turun 25 persen ke Rp 975 per saham, POSA turun 16 persen ke Rp 63 per saham dan MLPT turun 14,29 persen ke Rp 600 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Jelang Rilis Inflasi Oktober, IHSG Diprediksi Tertekan

PT Bestprofit Futures –  Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak melemah di pasar saham. Pemangkasan suku bunga acuan The Fed belum mampu menopang indeks.

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper menjelaskan, penurunan suku bunga Federal Reserve belum mengkerek gerak indeks karena rencana negosiasi damai dagang antara AS-China batal untuk direalisasikan.

“Meski the Fed lakukan pemangkasan tapi belum mampu mendorong penguatan IHSG. Itu karena kesepakatan Amerika Serikat dan China dibatalkan,” ungkap dia dalam risetnya Jumat (1/11/2019).

Untuk rentang IHSG, pihaknya menilai indeks akan ditransaksikan ke zona merah pada kisaran support 6.164-6.196 dan resistance 6.281-6.334.

Senada, Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat menuturkan, menjelang penantian rilis data inflasi bulan Oktober 2019 IHSG terindikasi terkoreksi.

Kata dia, indeks kemungkinan akan bergerak tertahan dengan support-resistance di level 6.171-6.250

Adapun dia bilang investor dapat mengoleksi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Sedangkan Dennies cenderung mencermati saham PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), hingga saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Perdagangan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Kamis ini. Nilai tukar rupiah berada di level 14.037 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan saham Kamis(31/10/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 67,43 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.228,31. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 1,42 persen ke posisi 984,84.

Sebanyak 282 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 153 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 571.300 kali dengan volume perdagangan 22,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,2 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 502,50 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.037.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya satu sektor berada di zona hijau yaitu sektor perkebunan yang naik 0,22 persen.

Sementara sektor yang melemah antara lain sektor pertambangan yang anjlok 3,62 persen. Disusul sektor infrastruktur yang turun 3,16 persen dan sektor industri dasar yang turun 1,35 persen.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Sempat Menghijau, IHSG Akhirnya Ditutup Melemah ke 6.180,34

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan saham Senin ini. Sebelumnya, IHSG sempat berada di zona hijau hingga tengah perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (4/11/2019), IHSG ditutup di zona merah dengan turun 26,84 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.180,34. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,40 persen ke posisi 976,17.

Sebanyak 202 saham menguat tetapi tak mampu mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 227 saham melemah dan 136 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 559.275 kali dengan volume perdagangan 14,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,9 triliun.

Investor asing beli saham mencapai Rp 200 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.015.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua sektor berada di zona hijau yaitu sektor perkebunan yang naik 1,77 persen dan sektor infrastruktur naik 1,25 persen.

PT Bestprofit Futures – Sementara sektor yang melemah antara lain sektor kontruksi yang anjlok 1,81 persen. Disusul sektor barang konsumsi yang turun 1,48 persen dan sektor aneka industri yang melemah 1,16 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain TFCO yang naik 18,63 persen ke Rp 605 per saham, SSTM naik 18,23 persen ke Rp 480 per saham dan KPAL naik 15,84 persen ke Rp 585 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain NUSA turun 34,09 persen ke Rp 58 per saham, HOME turun 31,17 persen ke Rp 53 per saham dan MPRO turun 25 persen ke Rp 1.710 per saham.

Sesuai Prediksi

PT Bestprofit Futures – Gerak IHSG pada hari ini sesuai dengan prediksi para analis. Sebelumnya, rilis data inflasi Oktober yang di bawah ekspektasi menjadi pemberat laju indeks di bursa saham. Selain itu, sejumlah rilis kinerja emiten kuartal-III juga tak cukup memuaskan.

“Inflasi yang menunjukan perlambatan sebesar 3,13 persen secara year-on-year (YoY) menjadi katalis negatif IHSG,” ungkap Kepala Riset Reliance Sekuritas Lanjar Nafi, Senin (4/11/2019).

PT Bestprofit Futures – Dia bilang, rilis data pertumbuhan PDB juga diproyeksikan akan jauh dari ekspektasi sehingga menjadi sentimen negatif dari domestik.

“Indonesia akan merilis data pertumbuhan PDB dengan perkiraaan turun menjadi 5,01 persen dari 5,05 persen meskipun bank Indonesia menyatakan optimis masih di atas 5 persen pada laju pertumbuhan PDB Indonesia,” kata dia.

Sebab itu, pihaknya memprediksi IHSG akan tertekan dengan bergerak melemah apabila break level 6.200 dengan support resistance 6.170-6.250.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Sektor Konstruksi Pimpin Penguatan, IHSG Ditutup Naik 6.281,13

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa ini. Penguatan dipimpin oleh sektor kontruksi yang melesat 1,47 persen.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (29/10/2019), IHSG ditutup di zona hijau dengan naik 15,75 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.281,13. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,43 persen ke posisi 997,84.

Sebanyak 189 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 210 saham melemah dan 154 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 560.284 kali dengan volume perdagangan 21,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,9 triliun.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual saham mencapai Rp 372,52 triliun miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.025.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor berada di zona hijau dan empat sektor berada di zona merah.

Penguatan dipimpin oleh sektor kontruksi yang melesat 1,47 persen. Diikuti oleh sektor infrastruktur yang menguat 1,07 persen dan sektor perkebunan naik 0,89 persen.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain RBMS yang naik 25,88 persen ke Rp 107 per saham, PDES naik 20 persen ke Rp 900 per saham dan MPRO naik 19,59 persen ke Rp 1.465 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain ICON turun 17,50 persen ke Rp 99 per saham, IPCC turun 16,07 persen ke Rp 940 per saham dan KOIN turun 15,26 persen ke Rp 161 per saham.

Tak Sesuai Prediksi

PT Bestprofit Futures – Realisasi gerak IHSG pada hari ini tidak sesuai dengan prediksi analis. Sebelumnya IHSGdiperkirakan terkoreksi jelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada 29-30 Oktober ini.

Riset Artha Sekuritas menjabarkan, secara teknikal indeks akan ditransaksikan ke zona merah pada level support 6.227-6.246 dan resistance 6.281-6297.

“Secara teknikal indikator stochastic mulai melebar setelah membentuk deadcross di area overbought mengindikasikan tren pelemahan masih akan berlanjut,” ujar Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper, Selasa (29/10/2019).

Selain sentimen The Fed, Investor akan cenderung wait and see menjelang rilisnya beberapa data perekonomian.

PT Bestprofit Futures – Dia melanjutkan, ada 3 saham yang dinilai laik dikoleksi pada perdagangan saham hari ini. Salah satunya saham blue chip.

Itu seperti saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dengan target harga 1.440-1.480. Kemudian saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan target harga 44.700-45.000.

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga 11.900-12.100.

Setali tiga uang, dari sisi teknikal Reliance Sekuritas juga memproyeksi IHSG akan terjun bebas ke zona merah, yakni tertahan pada level 6.268.

“Kami perkirakan IHSG bergerak cenderung tertekan pada support resistance 6215-6280,” ungkap Head of Research Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures