Ketidakpastian Global Memanas, IHSG Diprediksi Melemah

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko meyakini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi tertekan di pasar saham untuk hari ini.

Penguatan indeks pada Selasa (12/11) kemarin lebih disebabkan IHSG mulai memasuki fase jenuh jual beberapa hari terakhir.

“Pasar masih dalam konsolidasi. Kami sarankan investor untuk melihat support di level 6.100 dan resistance 6.170 untuk menentuk arah indeks selanjutnya,” kata dia di Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Masih satu suara, Analis PT Artha Sekuritas Christoper Jordan beranggapan dari sisi eksternal indeks masih dibayang-dibayangi oleh ketidakpastian perang dagang AS-China.

Selain itu dalam risetnya juga ditemukan, IHSG kemungkinan secara teknikal akan melemah terbatas dengan ditransaksikan 6.149-6.197.

“Pergerakan diperkirakan masih akan terbatas ditengahtingginya ketidakpastian global,” jelasnya.

Dari regional, sentimen bentrokan di Hong Kong, di mana seorang pengunjuk rasa ditembak pada hari Senin, telah memperdalam kekhawatiran tentang prospek pusat keuangan Asia.

PT Bestprofit Futures – Adapun selanjutnya investor akan memantau keputusan suku bunga Selandia Baru yang akan jatuh tempo pada hari Rabu dan dilanjutkan Ketua Fed Jerome Powell berpidato di Komite Ekonomi Gabungan Kongres di Washington.

Di tengah momentum pelemahan IHSG, Christoper menganjurkan agar membeli saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood ICBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Astra International Tbk (ASII), serta saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Sementara itu, Yuganur cenderung merekomendasikan saham PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), hingga saham PT Indosat Tbk (ISAT).

Perdagangan Kemarin

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona hijau pada perdagangan saham Selasa ini. Pada pembukaan pagi, IHSG sempat berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (12/11/2019), IHSG ditutup menguat 32,25 poin atau 0,52 persen ke posisi 6.180,99. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,59 persen ke posisi 984,22.

Sebanyak 201 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 178 saham melemah dan 152 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 541.305 kali dengan volume perdagangan 10,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 482 miliar di total pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.055.

PT Bestprofit Futures – Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sebagian besar menguat. Hanya ada dua sektor yang melemah yaitu perkebunan dan keuangan. Sektor yang menguat paling besar adalah sektor infrastruktur dengan melonjak 1,63 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain MTWI naik 35 persen ke Rp 81 per saham, VINS menguat 35 persen ke Rp 135 per saham dan KARW melonjak 34,85 persen ke Rp 89 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah antara lain ARTO yang turun 24,89 persen ke Rp 1.735 per saham, DFAM melemah 24,89 persen ke Rp 620 per saham dan FORZ naik 24,71 persen ke Rp 384 per saham.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

80 Persen Ekonomi Indonesia Telah Sesuai Syariah

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Bank Indonesia (BI) mengatakan 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) telah memenuhi prinsip-prinsip ekonomi syariah (eksyar). Saat ini, PDB Indonesia tercatat sekitar USD 1 triliun atau setara dengan Rp 14 ribu triliun (kurs 14.000).

Itu artinya, ekonomi Indonesia sebesar Rp 11.200 triliun sejalan dengan konsep ekonomi Islam.

“Terkait Indonesia, dengan PDB USD 1 triliun, ukuran ekonomi Islam adalah 80 persen,” kata dia, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Meskipun besar, Dody tidak menyangkal bahwa Indonesia masih menjadi konsumen produk halal di pasar global. Karena itu, pemerintah bersama BI meluncurkan berbagai inisiatif untuk mengembangkan pasar halal. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia mempunyai modal yang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah.

“Tidak hanya peningkatan pembiayaan usaha syariah tapi juga bagaimana mengembangkan ekonomi syariah bagi Indonesia, karena pasar dan permintaan produk halal tinggi. Oleh karena ini menjadi waktunya bagi kita untuk produksi apa yang dibutuhkan pasar,” ujarnya.\

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, Kepala BI Institute Solikin M. Juhro mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki beragam sumber daya ekonomi syariah yang masih dapat dikembangkan, salah satunya adalah pariwisata halal.

Indonesia telah dinobatkan sebagai tujuan wisata halal paling populer di dunia tahun ini. Ini dinyatakan dalam studi Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dirilis oleh Mastercard-CrescentRating. Selain Indonesia, Malaysia juga dinobatkan sebagai tujuan wisata halal yang populer di dunia.

“Kami ingin mengembangkan peluang syariah di Indonesia sehingga kami tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen, sehingga keuangan syariah akan menjadi sumber ekonomi baru,”tutupnya.Yayu Agustini Rahayu

Tantangan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

PT Bestprofit Futures – Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia. Namun perkembangan ekonomi syariah di Indonesia belum terlalu mulus.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan Islam. Salah satunya adalah peran Indonesia yang lebih banyak menjadi konsumen daripada produsen.

“Memburuknya posisi Indonesia di arena industri halal global. Indonesia lebih merupakan konsumen daripada produsen,” kata dia dalam pembukaan forum 5th International Islamic Monetary Economics and Finance Conference (IIMEFC) 2019, sebagai rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Selain itu, optimalisasi sektor sosial yaitu Zakat’ Infaq, Sadaqah dan Waqaf (ZISWAF) masih rendah untuk mendukung pembangunan.

“Terbatasnya peran sektor keuangan syariah dalam pembiayaan pembangunan, termasuk rendahnya kapasitas perbankan syariah,” ujar dia.

Berkenaan dengan semua tantangan tersebut, Dody berharap konferensi ini dapat menjadi platform bagi para peneliti dari kalangan akademisi dan kebijakan, untuk menyediakan dan melakukan implementasi kebijakan yang lebih baik dengan mengumpulkan ide dan pemikiran dari semua peserta.

PT Bestprofit Futures – “Sejalan dengan itu, melalui Jurnal Ekonomi Moneter dan Keuangan Islam (JIMF), Bank Indonesia mengundang para sarjana dari seluruh dunia dengan pikiran luar biasa mereka untuk berkontribusi dalam Konferensi jurnal ini dan dalam pengembangan ekonomi nasional melalui ekonomi dan keuangan Islam sektor juga,” ujarnya.

Diharapkan juga bahwa jurnal ini dapat berperan sebagai salah satu penyedia utama akses cepat ke makalah berkualitas tinggi dan platform berkelanjutan untuk berbagi studi akademisi, peneliti, dan praktisi; menyebarluaskan pengetahuan dan penelitian di berbagai bidang ekonomi Islam, moneter, dan keuangan.

Kemudian mendorong dan menumbuhkan penelitian di bidang ekonomi, moneter, dan keuangan Islam; dan menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik di bidang ekonomi Islam, moneter dan keuangan.

“Saya juga sangat yakin bahwa semua ide dan pemikiran yang disusun dalam Jurnal Ekonomi Moneter dan Keuangan Islam (JIMF) akan meningkatkan kontribusi kami dalam merumuskan kebijakan yang dapat membawa kita lebih dekat ke manfaat penuh ekonomi syariah sebagai mesin baru untuk berkelanjutan dan pertumbuhan yang inklusif,” tutupnya.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Awal Pekan, IHSG Dibuka Anjlok ke Level 6.173,07

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini. Investor asing lepas saham di pasar reguler.

Pada pra-pembukaan, Senin (11/11/2019), IHSG melemah 6,54 poin atau 0,11 persen ke level 6.171,43. Sedangkan pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG terus melemah dengan turun tipis 3,23 poin atau 0,07 persen ke 6.173,07.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga melemah 0,26 persen ke posisi 979,20. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG level tertinggi berada di 6.180,29 dan terendah di 6.171,43.

Sebanyak 108 saham menguat dan 86 saham melemah. Sedangkan 139 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 20.563 kali dengan volume perdagangan 237,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 245,4 miliar.

PT Bestprofit Futures – Investor asing jual saham Rp 10,61 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.014 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor berada di zona hijau. Sektor yang menguat paling tinggi adalah perkebunan dengan naik 0,54 persen. Kemudian diikuti sektor aneka industri menguat 0,47 persen dan sektor industri dasar yang melonjak 0,30 persen.

Sedangkan sektor yang melemah antara lain sektor infratruktur turun 13 persen, sektor keuangan dan sektor perdagangan turun 11 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah antara lain ARTO turun 25 persen ke Rp 2.310 per saham, BAJA turun 12,50 persen ke Rp 56 per saham, dan DFAM turun 7,19 persen ke Rp 775 per saham.

Sementara saham-saham yang menguat antara lain SINI yang naik 34,43 persen ke Rp 246 per saham, BMSR naik 31,15 persen ke level Rp 238 per saham dan YPAS naik 23,26 persen ke Rp 530 per saham.

Diwarnai Sentimen Global, IHSG Diprediksi Menguat

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak ke zona hijau di pasar saham hari ini. Data Ekonomi Indonesia masih cukup baik menopang indeks.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwe menuturkan, pasar kini cenderung berhati-hati menanti kelanjutan perkembangan dagang Amerika Serikat (AS)-China.

“Selain itu, mereka juga akan mengamati peluang ekonomi dunia yang memasuki periode resesi,” ungkap dia Senin (11/11/2019).

Dari dalam negeri, Hans berujar, rilis pertumbuhan ekonomi RI Badan Pusat Statistik (BPS) 5,02 persen telah melampaui perkiraan konsesus para analis yang sebesar 5 persen.

PT Bestprofit Futures – Lebih lanjut, data cadangan devisa (cadev) yang naik dari USD 124,3 menjadi USD 126,7 miliar merupakan indikasi positif bagi perekonomian Indonesia di tengah perlambatan ekonomi.

“Sebab itu, kami memproyeksi IHSG berpeluang konsolidasi menguat pada rentang support 6.139 dan resistance 6.200,” jelasnya.

Pada pekan depan, pasar masih akan diwarnai kepastian pemotongan tariff menjelang perang dagang AS-China fase pertama.

“Rencana ini dikabarkan menghadapi pertentangan di internal Gedung Putih, dimana Presiden Donald Trump dalam sambutannya kepada wartawan di Gedung Putih, mengatakan dia belum setuju penundaan tarif impor yang dituntut oleh China,” kata Hans.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures

Jabatan Wakil Panglima TNI Dihidupkan Lagi

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Jabatan Wakil Panglima TNI dihidupkan kembali. Jabatan itu sempat dihapus Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid alias Gus Dur melalui keputusan presiden atau keppres tertanggal 20 September 2000.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menghidupkan lagi jabatan Wakil Panglima TNI. Hal ini termaktub dalam Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI.

Selanjutnya, Wakil Panglima TNI akan diisi oleh perwira tinggi TNI bintang empat. Namun, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjamin bahwa tidak akan ada dualisme di TNI terkait adanya jabatan tersebut.

Apa saja tugas Wakil Panglima TNI? Siapa saja perwira tinggi TNI yang berpeluang menduduki posisi tersebut? Simak dalam Infografis berikut ini:

Infografis

92 Saham di Zona Hijau, IHSG Dibuka Menguat ke 6.230,62

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis pekan ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.040.

Pada pra-pembukaan, Kamis (7/11/2019), IHSG menguat 17,05 poin atau 0,27 persen ke level 6.234,60. Sedangkan pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG masih tetap menguat dengan naik 14,40 poin atau 0,20 persen ke 6.230,62.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 0,27 persen ke posisi 990,47. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG level tertinggi berada di 6.235,63 dan terendah di 6.226,20.

Sebanyak 92 saham menguat dan 58 saham melemah. Sedangkan 144 saham diam di tempat.

PT Bestprofit Futures – Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 15.774 kali dengan volume perdagangan 161,3 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 153,2 miliar.

Investor asing beli saham Rp 1,2 miliar di pasar reguler dan posisi rupiah di angka 14.040 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor di zona hijau. Sektor yang menguat paling tinggi adalah aneka industri dengan naik 0,48 persen. Kemudian diikuti sektor infrastruktur menguat 0,44 persen dan sektor pertambangan yang melonjak 0,02 persen.

Sementara sektor yang melemah yaitu keuangan yang turun 0,32 persen. Kemudian disusul sektor perkebunan turun 0,18 persen dan sektor barang konsumsi turun 0,17 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau antara lain ARTO yang naik 25 persen ke Rp 4.100 per saham, DAYA naik 23,74 persen ke level Rp 344 per saham dan BMSR naik 11,88 persen ke Rp 113 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain ARMY turun 34,43 persen ke Rp 80 per saham, RIMO turun 20,63 persen ke Rp 50 per saham, dan MTWI turun 11,59 persen ke Rp 61 per saham.

Tunggu Rilis Cadangan Devisa, IHSG Akan Bergerak Terbatas

PT Bestprofit Futures – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pada perdagangan saham hari ini.

Tren pelemahan akan berlanjut menunggu rilis data cadangan devisa. Indeks diproyeksi akan melemah terbatas.

Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan, indeks secara teknikal akan ditransaksikan dalam rentang support 6.185 dan resistance 6.306.

“Pelemahan didukung oleh volume yang cukup tinggi mengindikasikan trend pelemahan masih akan berlanjut namun akan terbatas,” ujar dia di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

PT Bestprofit Futures – Sementara itu, Analis KGI Sekuritas Yuganur Wijanarko berujar indeks kemungkinan diperdagangkan ke zona merah dalam kisaran 6.200-6.300.

“Aksi jual menghambat kenaikan indeks. Konsolidasi ini merupakan penghambat sementara untuk skenario kenaikan berikutnya,” jelas dia.

Adapun pada hari ini dirinya merekomendasikan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Kemudian Frederik menganjurkan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indika Energy Tbk (INDY), serta saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartapt bestprofitpt best profitPT Bestprofit Futurespt best profit futures jakarta, Bestprofit, PT BestProfit, PT Bestprofit Futures