Sektor Konsumsi Bakal Tumbuh tapi Terbatas, Ini Penyebabnya

PT Bestprofit Futures – Jakarta – PT Sinarmas Sekuritas melihat daya beli masyarakat pulih pada 2021 tetapi belum sepenuhnya. Pihaknya yakin pemulihan ekonomi akan bertahap dan kecepatan sedang. Lalu apa saja yang akan pengaruhi sektor saham konsumsi pada 2021? Apa saja saham pilihannya?

Hal ini juga akan didukung dari pengembangan vaksin COVID-19 sehingga juga berdampak terhadap konsumsi yang membuat industri fast moving consumer goods (FMCG) lebih baik. Namun, memang potensi daya beli belum akan kembali  sebelum pandemi COVID-19 pada 2021.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat antara lain terbatasnya peningkatan upah minimum provinsi, stimulus pemerintah terkait konsumsi berkurang, dan pengangguran bertambah karena pandemi COVID-19.

Terkait stimulus pemerintah, melihat dari APBN 2021, pemerintah Indonesia alokasikan Rp 408,8 triliun untuk  program perlindungan sosial.  Dari jumlah tersebut, anggaran bantuan sosial menjadi Rp 110,2 triliun.  Program pemulihan ekonomi nasional diperpanjang hingga 2021 untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Pemerintah akan terus menyediakan tambahan bantuan tunai kepada 10 juta keluarga hingga semester I 2021. Hal tersebut berdampak positif meski belum sepenuhnya mengimbangi dampak negatif dari pandemi COVID-19.

Upah Minimum Naik Terbatas dan Pengangguran

PT Bestprofit Futures – Sentimen lainnya yang pengaruhi sektor saham konsumsi mengenai kenaikan upah minimum yang terbatas mengekang konsumsi. Pemerintah Pusat tidak menaikkan UMP pada 2021 karena ekonomi masih sulit saat pandemi COVID-19.

Meski demikian, sejumlah gubernur memutuskan sedikit menaikkan upah minum berkisar 2-5,7 persen, sedangkan sebagian besar provinsi tetap mempertahankan UMP. Lima provinsi yang menaikkan upah berkontribusi sekitar 45 persen untuk produk domestik bruto (PDB) nasional, 55 persen sisanya akan melihat tidak ada kenaikan UMP. “Oleh karena itu kami melihat konsumsi masih tetap lesu pada 2021,” dikutip dari riset PT Sinarmas Sekuritas.

Faktor lainnya yang pengaruhi daya beli dan sektor saham konsumsi pada 2021 yaitu tingkat pengangguran yang mungkin akan lebih tinggi. Pandemi COVID-19 membuat kenaikan pengangguran yang signifikan dan tingkat kemiskinan.

Pada 20 Agustus 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan 2,67 juta orang kehilangan pekerjaan, angka itu tertinggi terhadap total pengangguran 9,77 juta. Tingkat pengangguran 7,07 persen, dan tertinggi sejak 2011. Angka kemungkinan melonjak 9,78 persen pada Maret 2020.

Pemilik Bisnis Diharapkan Tetap Hati-Hati

PT Bestprofit Futures – PT Sinarmas Sekuritas melihat, data terbaru mungkin menunjukkan pemulihan dalam aktivitas bisnis tertentu, tetapi butuh waktu sebelum kembali ke tingkat sebelum pandemi COVID-19.

PT Sinarmas sekuritas juga berharap pemilik bisnis tetap hati-hati, seiring ketidakpastian yang timbul dari pandemi COVID-19 tetap ada. Kondisi ini dapat berlanjut hingga vaksinasi massal COVID-19 dapat dilakukan.

Selain itu, penyerapan kembali tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan selama ini tidak akan optimal pada 2021.

Harga Komoditas Bakal Naik

PT Bestprofit Futures – Sektor bahan kebutuhan pokok menjadi salah satu berkinerja terbaik pada 2020. Pemain sektor ini mampu bertahan dan tumbuh terutama dalam pendapatan sambil menikmati margin seiring harga komoditas yang melemah antara lain CPO, gula, kopi dan gandum.

Akibatnya sektor tersebut dapat catat pertumbuhan pendapatan empat persen hingga sembilan bulan pertama 2020 dibandingkan dengan industri lain yang mencatat pendapatan turun tajam.

Namun, seiring perkembangan ekonomi global yang secara bertahap publik, sebagian besar harga komoditas sudah mulai bangkit.  Selain itu, pelaku usaha juga masih sulit untuk menaikkan rata-rata harga jual pada 2021.

Bagaimana Rekomendasi Sektor Saham Konsumsi

PT Bestprofit Futures – Dengan melihat kondisi dan faktor tersebut pada 2021, PT Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor konsumsi terutama bahan pokok.

Setelah terkena pandemi COVID-19, PT Sinarmas Sekuritas memperkirakan prospek lebih baik untuk industri FMCG meski pun pemulihan akan lebih ringan dari pada permintaan kuat. Seiring kenaikan daya beli dibatasi sejumlah faktor terutama pengangguran yang berkepanjangan karena pandemi COVID-19.

Adapun jadwal vaksinasi COVID-19 mungkin juga memainkan peran penting untuk memulihkan terutama produk di luar rumah tangga. Di sisi lain kekhawatiran kenaikan harga komoditas dapat menekan margin pada 2021.

Di antara sektor saham tersebut, PT Sinarmas Sekuritas memilih perusahaan yang memiliki merek yang kuat, distribusi nasional dengan kekuatan harga seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

PT Sinarmas Sekuritas juga memilih saham PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) karena didukung kinerja yang tangguh dan persaingan lebih baik. “Sementara itu kami memberikan rekomendasi add untuk PT Kalbe Farma Tbk karena akan terus berlanjut mendapatkan keuntungan dari produk yang berhubungan dengan kesehatan,” dikutip dari riset PT Sinarmas Sekuritas.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

IHSG Berpotensi Menghijau, Simak Saham Pilihan pada 14 Januari 2021

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis, (14/1/2021). Pergerakan nilai tukar rupiah dan harga komoditas akan bayangi gerak IHSG.

Presiden Direktur PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pergerakan IHSG terlihat sedang berusaha menggeser rentang konsolidasi ke arah lebih baik, tetapi peluang kenaikan sudah cukup terbatas. Ia menilai, sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas akan turut mewarnai gerak IHSG.

“Jika terjadi koreksi wajar para investor masih dapat memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek. IHSG akan bergerak di 6.389-6.475,” ujar dia.

Sementara itu, Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menuturkan, IHSG berpotensi menguat sehingga berpeluang menuju ke level resistance.

“IHSG berhasil ditutup menguat 0,62 persen di level 6.435 pada 13 Januari 2021. Berdasarkan rasio Fibonacci, adapun support dan resistance berada di level 6.366 hingga 6.463. Berdasarkan indikator, MACD, stochastic, maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif,” kata dia.

Saham Pilihan

PT Bestprofit Futures – Untuk rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor antara lain:

Nafan memilih saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).  Akumulasi beli pada area level 12.000-12.300 dengan target harga secara bertahap di 12.650 dan 13.750. Support: 11.575 dan 11.100.

Lalu ada saham PT Ace Hardware Tbk (ACES). “Akumulasi Beli” pada area level 1.735 – 1.760, dengan target harga secara bertahap di level 1.780, 1.880 dan 1.980. Support: 1.735 dan 1.705.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). “Akumulasi Beli” pada area level 6.925 – 7.025, dengan target harga secara bertahap di level 7.175, 7.300, 7.375 dan 7.725. Support: 6.850 dan  6.750.

Sementara itu, William memilih saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Belum Serahkan Laporan Keuangan, 23 Emiten Kena Denda Rp 50 Juta

Miliki 3 Satelit, Telkom Untung Rp 600 Miliar pada 2020

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Menjadi anak perusahaan Telkom, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) saat ini memiliki tiga satelit, yakni Merah Putih di slot orbit 108 derajat BT, satelit Telkom 3S di slot orbit 118 derajat BT, dan satelit Telkom 2 di slot orbit 157 derajat BT.

Sudah beroperasi, bisnis satelit ternyata memiliki keuntungan cukup besar sepanjang 2020. Hal tersebut diungkapkan Vice President Investor Relations Telkom, Andi Setiawan, secara virtual, Senin, 11 Januari 2021.

“Ada potensi peluang pertumbuhan dari bisnis ini, kalau tahun lalu selama sembilan bulan pertama, pendapatan dari satelit mencapai Rp 600 miliar,” kata Andi.

Andi juga menjelaskan, keuntungan yang didapat dari satelit dialokasikan untuk mendukung kebutuhan internal Telkom, seperti bisnis enterprise.

PT Bestprofit Futures – “Sebagian dari pendapatan satelit, untuk internal misalnya mendukung bisnis enterprise gitu ya. Karena memang kebutuhan satelit di Indonesia masih tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya Telkomsat ditetapkan sebagai pemenang seleksi penggunaan filing satelit Indonesia di slot orbit 113 derajat BT menggantikan Indosat yang mengundurkan diri.

Sekadar informasi, slot orbit 113 derajat BT merupakan salah satu slot orbit premium yang dikelola Kemkominfo sebagai administrator telekomunikasi Indonesia.

Kemkominfo menyelenggarakan proses seleksi pengguna filing satelit Indonesia di slot orbit 113 derajat BT pada 5 Oktober 2020.

Ikuti Seleksi

PT Bestprofit Futures – Telkomsat menjadi salah satu peserta seleksi yang dilaksanakan dengan prinsip efisien, efektif, tidak diskriminatif, dan akuntabel dengan menggunakan metode evaluasi komparatif (beauty contest).

Telkomsat pun dinyatakan berada di posisi tertinggi pada peringkat peserta seleksi berdasarkan penilaian evaluasi kelayakan.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit

Intip Rekomendasi Saham Pilihan pada 11 Januari 2021

PT Bestprofit Futures – Jakarta – Analis perkirakan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih lanjutkan penguatan pada perdagangan saham Senin, (11/1/2021).

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG berpeluang menguat dengan menguji target 6.400 meski ada sinyal jenuh beli.

“Indikator stochastic overbought signal MACD terlihat cross over dengan dorongan histogram yang bergerak positif. IHSG berpotensi lanjutkan penguatan di awal pekan dengan support resistance 6.200-6.320,” ujar dia.

Lanjar memilih saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Hal senada dikatakan Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji. Ia menuturkan, laju IHSG menuju ke area jenuh beli. Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 6.157,11 hingga 6.322,67.

“Di sisi lain, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi bullish continuation pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat,” ujar dia.

Saham Pilihan

PT Bestprofit Futures – Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor pada perdagangan Senin, 11 Januari 2021, antara lain sebagai berikut:

– APLN, dengan daily (202)

(RoE: -5.25 persen; PER: -7.99x; EPS: -25.27; PBV: 0.42x; Beta: 2.15)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 198 – 202, dengan target harga secara bertahap di level 212, 246 dan 270. Support: 175.

– BEST, dengan daily (186)

(RoE: -3.31 persen; PER: -12.46x; EPS: -14.93; PBV: 0.41x; Beta: 1.74)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar.

“Akumulasi Beli” pada area 179 – 186, dengan target harga secara bertahap di level 190, 198 dan 234. Support: 179 & 163.

– BNGA, dengan daily (1.010)

(RoE: 6.13 persen; PER: 10.42x; EPS: 99.84; PBV: 0.64x; Beta: 1.89)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 995 – 1010, dengan target harga secara bertahap di level 1.030, 1.060 and 1.185.

– BWPT, dengan daily (150)

(RoE: -27.07 persen; PER: -4.81x; EPS: -31.41; PBV: 1.30x; Beta: 2.21)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 148 – 150, dengan target harga secara bertahap di level 154, 161 dan 170. Support: 144 & 138.

– CTRA, dengan daily (1.015)

PT Bestprofit Futures – (RoE: 1.83 persen; PER: 61.00x; EPS: 16.64; PBV: 1.11x; Beta: 1.96)

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area 1.000 – 1.015, dengan target harga secara bertahap di level 1.030, 1.055, 1.085, 1.155 dan 1.225. Support: 1.000, 980 & 945.

– SMGR, dengan daily (12.325)

(RoE: 5.76 persen; PER: 35.37x; EPS: 348.43; PBV: 2.05x; Beta: 1.64)

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 12.125 – 123.25, dengan target harga secara bertahap di level 12.625 dan 13950. Support: 11.900 & 11.275.

best jakartaprofit jakartafutures jakartabpf jakartabestprofit jakartaBest Profitbest profit futures jakartaPT Bestprofit Futurespt Bestprofit Futures jakarta, Bestprofit, PT Bestprofit