Shopping Mall Terbesar di Dunia Telah Dibuka

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 115Dubai akan menjadi rumah bagi shopping mall terbesar di dunia dengan luas 8 juta square feet yang disebut Mall of The World.

 

Dilansir Business Insider, Minggu 6 Juli 2014, shopping mall yang dibuka pada Sabtu kemarin adalah milik pengusaha kaya Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum.

 

Menurut kantor berita Reuters, shopping mall tersebut terletak pada mega proyek seluas 50 juta square feet, yang akan terhubung dengan 100 hotel, taman hiburan, studio teater, dan fasilitas pariwisata medis. Mega proyek ini diklaim akan menjadi kota pertama yang tertata rapi di dunia.

 

Sayangnya, pengumuman yang dijelaskan Sheikh Mohammed bin Rashid tidak memaparkan kapan perkiraan penyelesaian keseluruhan proyek itu dan berapa dana investasi yang dihabiskan untuk membangun mega proyek itu.

 

 

 

Dia menjelaskan, mega proyek tersebut ditargetkan akan menerima 180 juta orang kunjungan per tahun. Ini juga menjadi pengembangan proyek retail berbasis rekreasi pertama di Uni Emirat Arab. Tujuannya, untuk meningkatkan investasi investor dan menggerek kenaikan harga properti di dalamnya.

 

Dubai merupakan kota terpadat di Uni Emirat Arab. Kota ini terus menunjukkan pemulihan ekonomi dari krisis utang pada 2009 serta kritik dari IMF bahwa mega proyek tersebut terkesan ambisius dan justru dapat menyebabkan siklus bubble.

(ita)

Tips Hindari Salah Atur Uang Saat Berlibur ke Luar Negeri

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 29Cuti Lebaran bukan saja untuk bersilahturahmi dengan sanak­saudara, tetapi juga untuk berlibur ke tempat wisata di dalam negeri maupun mancanegara.

 

Jika Anda kebetulan akan memanfaatkan cuti panjang untuk mengunjungi negara­-negara tetangga, jangan lupa untuk membawa kartu debit dan kartu kredit Anda, selain cash tentunya.

 

Namun, sebelum Anda pergi ke luar negeri, catat dan jangan lakukan beberapa kesalahan keuangan yang umum terjadi ini:

 

1. Tidak berhati­-hati dengan pengunaan kartu pembayaran Anda

 

Anda bisa membayar pengeluaran dengan kartu kredit, atau kartu debit. Namun, bank bisa mengenakan Anda biaya untuk konversi kurs asing. Jadi, periksalah dengan bank Anda, apakah kartu kredit maupun debit Anda akan dikenakan biaya konversi jika digunakan berbelanja di luar negeri.

 

2. Tergiur dengan bunga nol persen

 

Beberapa kartu kredit bekerja sama dengan tempat­-tempat wisata dan belanja di luar negeri untuk memberi Anda cicilan nol persen untuk pembelanjaan menggunakan kartu kredit. Ini adalah penawaran yang bagus jika Anda kebetulan ingin membeli sesuatu yang Anda butuhkan. Namun, jangan sampai penawaran ini membuat Anda tergiur untuk berbelanja hal yang tidak terlampau penting. Karena itu, buatlah daftar belanjaan dan tentukan budget pengeluaran Anda selama di luar negeri.

 

3. Menarik uang dari ATM

 

Anda juga harus bertanya pada bank, apakah Anda akan dikenakan biaya untuk penarikan uang tunai melalui ATM di luar negeri, dan apakah Anda tetap bisa menikmati masa tegang pembayaran, di mana Anda tidak akan dikenakan bunga.

 

4. Menunda­-nunda membeli kurs asing

 

Kurs rupiah kini melemah dan ini mungkin membuat Anda menunda untuk menukar uang. Tetapi, Anda tidak pernah bisa menebak dengan tepat pergerakan kurs rupiah menjelang Lebaran. Supaya aman, mulailah beli kurs asing sedikit­ demi sedikit. Ini agar menjaga­-jaga, apabila kurs rupiah melemah lagi, dan Anda malah harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi untuk membeli kurs asing.

 

5. Salah menghitung uang yang Anda butuhkan

 

Anda bisa kesusahan kalau membawa terlalu sedikit uang asing. Sebab, nilai tukar rupiah di negara tetangga tidak terlalu bagus. Untuk itu, selalu bawa uang asing cadangan. Kalau pun tidak terpakai, Anda bisa menggantinya setiba di Indonesia.

 

6. Tidak membawa asuransi

 

Asuransi kesehatan diperlukan jika Anda tiba­-tiba memerlukan perawatan medis. Jadi, pastikan bahwa Anda sudah memiliki asuransi kesehatan dan jangan lupa menyisipkan kartu asuransi kesehatan ke dalam dompet Anda, agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, kartu tersebut mudah dicari. (asp)

Sektor Jasa di Jambi Melambat

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 28Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jambi sektor industri pengolahan mengalami peningkatan. Sementara itu, sektor jasa pada triwulan I-2014 justru melambat.

 

Data yang disampaikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi PDRB sektor industri pengolahan menyumbang output terhadap perekonomian Jambi sebesar Rp 2,49 triliun (10,64%), meningkat sebesar 6,95% (yoy), dengan andil pertumbuhan 0,86%.

 

Secara triwulanan, sektor industri pengolahan juga mengalami peningkatan sebesar 2,22% (qtq). “Industri pengolahan di Jambi terdiri dari industri migas dengan total output Rp 218,63 miliar (8,78%) serta industri non migas dengan total output Rp2,27 triliun (91,22%),” kata Ihsan Prabawa, Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan BI Jambi, dalam rilisnya kemarin (6/7/2014).

 

Ia menyampaikan laju pertumbuhan sub sektor industri non migas salah satunya didorong oleh produksi karet yang menunjukkan peningkatan sebesar 4,31% (yoy), meskipun berdasarkan data indeks produksi dari BPS secara triwulanan mengalami penurunan sebesar 1,10% (qtq).

 

Peningkatan produksi sejalan dengan peningkatan pasokan bahan baku seiring dengan kondusifnya cuaca untuk melakukan penyadapan karet selama triwulan I-2014. Mengacu data Gapkindo (Gabungan Pengusaha Karet Indonesia) Jambi produksi karet dalam triwulan I–2014 mencapai 91.329 ton, meningkat signifikan sebesar 20,96% dibandingkan triwulan lalu. Namun demikian, peningkatan produksi sedikit tertahan dengan turunnya harga karet internasional serta adanya kebijakan Gapkindo untuk menurunkan produksi dan ekspor karet sebesar 10% sebagai upaya mendongkrak harga karet.

 

Sementara PDRB sektor keuangan, persewaan, dan jasa-jasa perusahaan tumbuh sebesar 1,80% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (5,18% yoy). Pertumbuhan sektor ini utamanya didukung oleh pertumbuhan sub sektor lembaga keuangan tanpa bank dan jasa penunjang keuangan masing-masing sebesar 8,08% (yoy) dan 7,17% (yoy).

 

Sementara pertumbuhan sub sektor bank yang relatif rendah (1,36% (yoy)) menjadi penahan laju pertumbuhan sektor ini. Sektor jasa-jasa pada triwulan I-2014 tumbuh 6,16% (yoy), sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,95%yoy). Pertumbuhan sektor jasa didorong oleh tumbuhnya jasa pemerintahan umum dan swasta masing-masing sebesar 6,12% (yoy) dan 6,34% (yoy). Sektor ini didukung oleh sub sektor jasa pemerintahan umum dengan output sebesar Rp1,69 triliun dan diikuti oleh sub sektor swasta sebesar Rp287,92 miliar.

Suksesnya obligasi Euro tak beri sentimen pada Rupiah

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 27Akhir pekan laju nilai tukar Rupiah diperkirakan berada di bawah level support 11.864. Kembali munculnya data-data global yang menunjukkan perlambatan dan jelang Pemilu membuat pelaku pasar lebih memilih menahan diri Rp11978-11858 (kurs tengah BI).

 

“Kembali terdepresiasinya Euro seiring rilis markit services di sejumlah wilayah Zona Euro yang mengalami perlambatan berimbas negatif pada laju Rupiah yang masih melanjutkan pelemahannya,” ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Jumat (4/7).

 

Menurutnya oversubscribenya obligasi perdana berdenominasi Euro juga tidak mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah. Tidak ketinggalan Poundsterling pun juga terlihat melemah seiring masih adanya perlambatan sehingga di manfaatkan USD untuk melesat.

 

Sebelumnya kemarin Kamis (3/7) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah 34 poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp11.946 per USD.

Pasar e-Commerce di Indonesia Capai Rp 130 triliun

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

best profit 25Pergeseran transaksi konvensional ke online semakin terlihat nyata. Indikasinya pertumbuhan pengguna smartphone dan internet semakin tinggi. “e-Money sangat dibutuhkan di Indonesia dengan sebaran penduduk di berbagai pulau. Ke depannya model transaksi seperti iPaymu akan menjadi pilihan para konsumen.

 

Hal ini diutarakan pengamat e-money dari ITB DR. Agung Harsoyo pada kesempatan acara buka bersama yang dilakukan iPaymu dengan media Kamis sore (3/7/2014), terkait dengan pertumbuhan pemanfaatan e-Commerce di Indonesia saat ini.

 

Bahkan menurut Agung mengutip data dari Kementrian Komunikasi dan Informatika memprediksi pasar e-Commerce di Indonesia mencapai Rp 130 triliun di tahun 2013 (kurang lebih 1 persen pendapatan dunia), setelah sebelumnya pada 2012 mencapai Rp 69 triliun. Pertumbuhan belanja e-Commerce di Indonesia juga diperkirakan naik mencapai 71 persen, terbesar di dunia dengan nilai US$ 1,8 milar atau setara Rp 18 triliun pada tahun ini. Sememtara pasar e-Commerce dunia mencapai US$ 1,29 triliun, wilayah Asia Pasifik menjadi marketshare paling menjanjikan, disusul oleh Amerika Utara dan Eropa Barat

 

iPaymu sendiri merupakan solusi Online Payment Processor berbasis kartu debit pertama di Indonesia yang menyediakan perdagangan onlinesecara terintegrasi untuk layanan e-commerce seperti e-wallet, kartu kredit, keranjang belanja, transaksi berulang, penarikan dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia.

 

Layanan ini juga memberikan solusi online dengan aman dan efisien terdiri dari pengelolaan sumbangan, pembayaran angsuran, penarikan, dan transfer uang melalui jaringan bank yang ada dan PT Pos Indonesia. Disamping itu iPaymu memberikan solusi pembayaran tunggal dan layanan untuk pedagang yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Tangal 17 Desember 2013, iPaymu merilis layanan Mobile Payment berbasis QRCode. Saat ini, pengguna iPaymu sudah mencapai 26 ribu pengguna yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Lebih spesifik Agung mengatakan iPaymu memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di bisnis e-money. Terlebih Indonesia dihuni oleh sekitar 260 juta jiwa, kemudian industri kreatif dan usaha kecil menengah sedang tumbuh.

 

“Ini potensinya besar. Pasarnya ada, peluangnya terbuka, layanannya menjanjikan dan dibutuhkan. iPaymu punya potensi menjadi primadona dan menjadi pemain global yang disegani karena layanannya kredibel,” ungkap Agung.

 

Satu lagi, lanjut Agung, yang menjadi daya tarik iPaymu adalah memiliki visi untuk memajukan usaha kecil menengah. “Ini sangat membanggakan. Apalagi iPaymu dibuat oleh generasi anak negeri. Mestinya masyarakat Indonesia lebih menghargai hasil karya anak bangsa, salah satunya dengan cara menggunakan layanan iPaymu,” ucap Agung penuh harap.