http://investasi.kontan.co.id

NEW YORK. Harga kontrak emas dunia mendaki ke level tertinggi sejak September 2013 tadi malam (19/6). Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.36 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Agustus naik 3,3% menjadi US$ 1.314,10 per troy ounce di Comex New York. Ini merupakan kenaikan terbesar untuk kontrak emas teraktif sejak 19 September lalu. Bahkan pada transaksi sebelumnya, harga emas sempat menyentuh posisi US$ 1.322 per troy ounce, yang merupakan level tertinggi sejak 15 April lalu.

Kenaikan harga emas dipicu oleh pernyataan the Federal Reserve mengenai tingkat suku bunga AS yang akan dipertahankan di rekor terendahnya selama beberapa waktu ke depan. Kondisi tersebut menyebabkan posisi dollar AS melemah. Hal ini tercermin dari Bloomberg Dollar Spot Index yang melorot ke posisi terendahnya dalam sebulan terakhir.  Sebaliknya, tingkat permintaan emas sebagai investasi alternatif malah mendaki.

“Pelaku pasar sangat mencermati pernyataan Yellen. Hal itu mendorong arus dana masuk ke pasar emas. Dollar kian melemah dan harga emas menjadi naik karenanya,” papar Scott Gardner, strategist Vedmont Capital SA di Panama City.

Sekadar mengingatkan, harga emas melonjak 70% pada periode Desember 2008 hingga Juni 2011 seiring langkah the Fed membeli obligasi dan menahan suku bunga acuan mendekati level nol persen. Kebijakan tersebut memicu kecemasan mengenai lompatan inflasi. Sementara, pada tahun lalu, harga emas anjlok 28%.

Bagaimana dengan tahun ini? Catatan Bloomberg memperlihatkan, harga emas sudah melompat 9,3% di sepanjang 2014. Sebagian besar penyebab kenaikan harga si kuning adalah karena kecemasan investor akan pertumbuhan ekonomi AS yang stagnan, pecahnya kekerasan di Irak, dan memanasnya hubungan antara Ukraina dan Rusia.