VIVAnews – Pasar saham Asia melemah pada awal perdagangan Jumat karena investor masih mengamati perkembangan situasi di Irak.

Seperti diberitakan CNBC, Jumat 20 Juni 2014, harga minyak mentah Brent naik hingga lebih dari US$115 per barel kemarin setelah Presiden Barack Obama mengatakan ia akan mengirim 300 penasehat militer ke Irak untuk membantu pemerintah negara itu mengatasi pemberontak.

Namun, Obama menekankan tidak akan ada pasukan AS yang terlibat dalam pertempuran di Irak. Meski begitu, ia menegaskan AS siap mengambil tindakan yang sudah direncanakan jika diperlukan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini turun 0,1 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.338,57 atau jatuh tipis setelah Kamis kemarin mencapai level tertinggi dalam rekor empat bulan terkahir. Tetapi Nikkei masih berada di jalur kenaikan 1,7 persen untuk pekan ini.

Saham Sony naik 0,2 persen setelah Rapat Umum Pemegang Saham pada Kamis kemarin memutuskan untuk tetap mempertahankan CEO Kazuo Hirai dan pejabat puncak lainnya dalam struktur eksekutif perusahaan.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney merosot 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.447,10 atau jatuh karena aksi ambil untung setelah reli 1 persen Kamis kemarin.

Saham penambang emas menguat setelah harga logam mulia itu melonjak lebih dari 3 persen. saham Newcrest Mining melonjak lebih dari 5 persen, sedangkan saham Kingsgate Consolidated reli hampir 8 persen.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 1.985,53 atau menlanjutkan penurunan.

Saham LG Display naik hampir 1 persen setelah isu pemberitaan melaporkan bahwa perusahaan itu menjadi salah satu pemasok untuk komponen Apple Smartwatch.