Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3dSaham-saham di pasar Asia mengikuti jejak pelemahan bursa acuan global di New York, Amerika Serikat, pada awal perdagangan Rabu, 10 September 2014. Isu terkait Federal Reserve selaku bank sentral AS kemungkinan bakal menaikkan tingkat suku bunga lebih lebih cepat dari yang diperkirakan memengaruhi sentimen investor di pasar.

 

Seperti diberitakan CNBC, saham AS jatuh pada penutupan perdagangan Selasa sebagai reaksi atas kenaikan yield Treasury luar negeri dan dalam negeri.

 

Penelitian terbaru dari The Fed San Fransisco menyarankan bahwa bank sentral segera memberlakukan kenaikan suku bunga untuk memenuhi ekspektasi investor. Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 0,6 persen, sedangkan S&P 500 turun 0,7 persen. Adapun indeks Nasdaq kehilangan 0,9 persen.

 

Di Asia, perhatian pasar diarahkan pada Forum Ekonomi Dunia yang diselenggarakan di Tianjin, Tiongkok, mulai Rabu ini. Perhelatan tersebut mengambil tema “Menciptakan Nilai Melalui Inovasi.”

 

Bursa Korea Selatan masih ditutup untuk perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur. Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini jatuh 0,4 persen. Estafet pelemahan dari Wall Street AS membebani sentimen perdagangan. Indeks acuan pasar saham Jepang ini terpukul setelah kemenangan yang diperoleh dalam dua hari berturut-turut.

 

Saham Softbank, yang reli di sesi perdagangan sebelumnya terkait pemberitaan penawaran umum perdana Alibaba di AS, turun 1,5 persen pada pembukaan karena aksi ambil untung (profit taking).

 

Rakuten membatasi kerugian di bursa, sahamnya reli 1,6 persen di tengah isu pemberitaan bahwa perusahaan ini membeli Ebates, situs perdagangan elektronik di AS, dengan nilai sebesar US$1 miliar.

 

Pelemahan nilai tukar mata uang yen terhadap dolar AS di pasar spot masih menjadi penopang kenaikan saham-saham eksportir Jepang. Suzuki Motor naik 0,9 persen, sedangkan Canon naik 0,5 persen pada awal perdagangan.

 

Sementara itu, data pemerintah yang dirilis menjelang perdagangan menunjukkan bahwa pesanan pembelian mesin utama mengalami peningkatan di bulan Juli. Indikator kunci belanja modal juga naik 3,5 persen pada Juli. Capaian ini lebih rendah dari perkiraan sebelumnya untuk kenaikan 4,0 persen dan menurun dari dari capaian 8,8 persen di bulan Juni.

 

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,7 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini dibuka melemah pada awal perdagangan bursa Rabu.

 

Memburuknya harga bijih besi mengikis sentimen untuk sektor pertambangan. Saham Fortescue Metals turun lebih dari 1 persen dan saham BHP Billiton turun 0,8 persen.

 

Saham sektor keuangan juga tak berkinerja baik. Baik Westpac serta Australia and New Zealand Bank masing-masing turun 0,4 persen. (ms)