Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3xBank Indonesia mengungkapkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi beberapa waktu lalu, karena adanya perilaku investor yang menunggu terbentuknya pemerintahan dan arah kebijakan baru Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara mengungkapkan, salah satu kebijakan yang dinanti-nanti, apakah akan diterapkan adalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

 

“Dari dalam negeri memang penyebabnya itu,” ujarnya, saat ditemui di kantornya, Selasa 7 Oktober 2014.

 

Dia mengatakan, sentimen investor tersebut juga diperburuk kondisi eksternal, khususnya terkait pelemahan ekonomi negara Asia Timur, salah satunya Tiongkok.

 

“Kalau eksternal sudah jelas fed fund rate yang kemungkinan lebih awal di kuartal kedua dan besarannya lebih besar, dan tentunya pelemahan ekonomi Tiongkok,” tambahnya.

 

Akumulasi penyebab tersebutlah, kata Tirta, yang membuat rupiah mengalami pelemahan beberapa waktu lalu.

 

Berdasarkan kurs tengah BI, rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat setelah mengalami pelemahan kemarin. Rupiah bertengger di angka Rp12.190 per dolar AS, menguat ketimbang kemarin yang berada di level Rp12.212 per dolar AS. (asp)