Sinyal Konflik Ekonomi Rusia-AS-Eropa Memburuk, Wall Street Anjlok

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup anjlok pada akhir perdagangan Kamis waktu New York. Ini menjadi sesi terburuk sejak 31 Juli lalu.

 

Seperti dikutip dari laman CNBC edisi Jumat 26 September 2014, hal itu dipicu skarena investor fokus dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Rusia yang akan membiarkan pengadilan menyita aset asing.

 

“Ini akan menjadi sinyal ancaman dari Kremlin bahwa konflik ekonomi Rusia-Amerika Serikat-Eropa akan menjadi buruk. Hal itu menunjukkan bahwa kecuali konsesi atau negosiasi yang sedang berlangsung, mereka siap melakukan itu,” ujar Jim Russell, Senior Equity Strategist US Bank Wealth Management.

 

Dikutip dari Reuters, RUU yang diajukan ke parlemen Rusia pada Rabu waktu setempat oleh wakil pro-Kremlin, juga memungkinkan adanya kompensasi dari pemerintah atas aset mereka yang diambil dalam yuridiksi asing.

 

RUU itu diusulkan, menurut laporan Bloomberg, setelah Italia membekukan properti mewah milik teman lama Presiden Rusia Vladimir Putin.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 264,26 poin (1,5 persen) ke level 16.945,80, dengan saham JPMorgan Chase yang paling merugi dari 30 komponen utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 kehilangan 32,31 poin (1,6 persen) ke level 1.965,99, dengan saham sektor teknologi yang paling merugi.

 

Adapun indeks Nasdaq turun 88,47 poin (1,9 persen) ke level 4.466,75.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya melonjak 17,9 persen menjadi 15,64.

 

Saham Apple turun 3,8 persen, setelah produsen iPhone itu bermasalah dengan gangguan dalam versi terbaru iPhone di sistem operasi.

 

Saham Twitter dan Pandora Media memimpin pelemahan diantara saham perusahaan internet. Indeks saham perusahaan-perusahaan kecil, The Russell 2000 Index, turun 1,3 persen.

 

Selain itu, laporan ekonomi yakni pesanan barang tahan lama pada Agustus jatuh 18,2 persen, sedangkan tunjangan pengangguran naik 12.000 menjadi 293.000.

 

Laporan lain datang dari data perusahaan keuangan Markit yang menunjukkan kinerja sektor manufaktur di AS mengalami pelemahan, yakni data layanan awal indeks pembelian manager (Purchasing Managing Index/ PMI) untuk September di level 58,5 dari yang diperkirakan pasar sebelumnya 59.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 737 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,3 miliar unit saham.

 

Nilai tukar mata uang dolar melemah terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Sementara itu, imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi turun 6 basis poin menjadi 2,504 persen.(ita)