Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

184442_tokyo-stock-exchange_663_382Pasar saham utama Asia, dibuka menguat pada transaksi awal Kamis 25 September 2014, mengikuti indeks saham acuan Wall Street yang juga ditutup melonjak.

 

Dilansir CNBC, penguatan pasar saham dipicu oleh harapan investor bahwa pemerintah Eropa dan Tiongkok akan memberikan tambahan stimulus moneter.

 

Di Wall Street, indeks Dow Jones dan S & P 500 melonjak hampir satu persen. Pasar saham Eropa juga bergerak reli, setelah melemahnya data ekonomi, sehingga memicu harapan bahwa Bank Sentral Eropa akan lebih agresif lagi melakukan stimulus moneter.

 

Pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal kedua di bawah perkiraan pasar sebelumnya. Sejumlah analis memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jerman pada kuartal ketiga tahun ini akan stagnan.

 

Di Tiongkok, Presiden Tiongkok, Xi Jinping sedang mempertimbangkan akan mengganti Kepala Bank Sentralnya. Tindakan itu juga memicu harapan investor bahwa Tiongkok akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini menguat 0,9 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini rebound (berbalik arah menguat), setelah pada perdagangan Rabu ditutup ke level terendah dalam sepekan.

 

Eksportir Jepang mendapatkan dorongan dari pelemahan nilai tukar mata uang yen.

 

Saham perusahaan e-commerce Rakuten dan pembuat robotika Fanuck masing-masing melonjak dua persen. Sedangkan saham Panasonic, menguat satu persen.

 

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,6 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini rebound, setelah pada Rabu ditutup melemah 0,7 persen.

 

Investor saat ini, menunggu pidato Gubernur Bank Sentral, Glen Stevens di Melbourne Economic Forum.

 

“Rilis stabilitas laporan keuangan kemarin disambut positif pasar. Tetapi, investasi properti dan pinjaman yang tidak seimbang menjadi kekhawatiran investor. Ini mungkin yang akan membebani rally ekuitas,” ujar Evan Lucas, Market Strategist IG.

 

Saham BHP Billiton melonjak lebih dari satu persen, setelah perusahaan itu mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk melakukan spin-off yang direncanakan di London, Sydney, dan Johannesburg.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak naik 0,4 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini untuk pertama kalinya naik di atas 2.040 poin pada pekan ini, mengikuti keuntungan yang dicatatkan pasar saham Asia.

 

Saham Samsung Electronic melonjak hampir satu persen, menjelang pengumumkan rilis smartphone terbarunya yang akan dijual di Tiongkok dan Korea akhir bulan ini. (asp)