Merdeka.com – Bank Indonesia (BI) mencatat total utang luar negeri Indonesia per Maret 2014 adalah sebesar USD 276,5 miliar atau setara dengan Rp 3.156,8 triliun. Angka utang ini terus naik jika dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya USD 272,3 miliar. Namun, siapa pemberi utang luar negeri Indonesia yang terus naik ini?

Dilansir dari situs resmi bank sentral, pemberi utang luar negeri Indonesia terdiri dari sekumpulan negara dengan total USD 199,4 miliar. Kemudian pemberi selanjutnya adalah kumpulan organisasi internasional dengan total mencapai USD 26,65 miliar. Terakhir pemberi lainnya dengan utang USD 50,4 miliar.

Dari kelompok negara, Singapura masih jadi raja pemberi utang ke Indonesia dengan total USD 52 miliar atau sekitar Rp 594 triliun. Angka ini naik dari bulan sebelumnya yang hanya USD 51,3 miliar. Negara terbesar selanjutnya pemberi utang ke Indonesia adalah Amerika Serikat dengan jumlah USD 41,1 miliar.

Negara selanjutnya adalah Jepang dengan total utang yang diberikan USD 35,1 miliar. Selanjutnya negara yang menjadi kreditur utang asing Indonesia adalah Belanda dengan total USD 13 miliar. Masih banyak negara menjadi kreditur utang luar negeri Indonesia yang totalnya di bawah USD 10 miliar, diantaranya adalah Australia, Austria, Belgia, China, Hong Kong, Inggris, Jerman, Korea Selatan dan lain sebagainya.

Kemudian dari organisasi pemberi utang luar negeri ke Indonesia terbesar adalah IBRD dengan total utang USD 11,4 miliar. Selanjutnya adalah ADB dengan utang USD 9,3 miliar. Kemudian disusul IMF dengan utang mencapai USD 3 miliar dan disusul IDA dengan utang USD 2 miliar. Sedangkan masih ada organisasi internasional pemberi utang di bawah USD 1 miliar seperti IDB, IFAD, NIB, EIB.

Pemberi utang selanjutnya adalah lainnya diluar negara dan organisasi internasional dengan total utang USD 50,4 miliar.