Bestprofit Futures Jakarta

Situasi politik di DKI kian memanas. Hal ini seiring perhelatan Pilkada yang akan dilangsungkan pada 2017 untuk merebutkan kursi Gubernur Jakarta.

Salah satu nama yang sering disebut maju sebagai bakal calon gubenur adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Lantas apa tanggapan Risma yang namanya masuk dalam bursa calon gubernur DKI Jakarta?

“Saya sudah sampaikan. Bahkan saat saya terpilih menjadi Wali Kota Surabaya, saya sudah sampaikan, saya punya janji dengan warga Surabaya. Saya enggak bisa lepas gitu aja. Bagaimana pun, janji itu adalah hutang. Kecuali warga Surabaya, bilang enggak apa-apa. Tapi kalau enggak ada izin mereka, gimana saya mungkin bisa,” ujar Risma saat ditemui di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mulai resah dengan sikap dan pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sering membandingkan Jakarta dengan Surabaya.

Guna menghindari komentar warga Surabaya menyerang Ahok, wali kota yang akrab disapa Risma ini membalas pernyataan Ahok dengan menggelar konferensi pers di ruang kerjanya.

“Sebagai warga Surabaya, aku punya harga diri. Semua tahu bagaimana karakter orang Surabaya. Makanya sebelum warga Surabaya marah, biar saya yang ngomong duluan,” ucap Risma dengan nada marah, Kamis (11/8/2016).

“Kalau ngomong harus pakai data. Saya kalau ngomong selalu pakai data. Bukan berarti saya sombong, tapi saya enggak mau kalau Surabaya itu dibandingkan terus. Saya paham, dia lebih besar, dia gubernur, saya wali kota. Tapi janganlah berbuat sampai warga Surabaya marah,” ucap Risma.

Risma mengaku bingung mengapa Ahok sering menyebut Kota Surabaya seakan tidak bisa dibandingkan dengan Jakarta. Padahal, sejauh ini Risma tidak pernah membandingkan Surabaya dengan kota-kota lain.

“Di Surabaya, orang sakit bisa gratis karena kita ada dana, selain BPJS. Sekolah gratis. Bikin trotoar biaya mahal, tapi kita bisa melakukan semua itu. Kalau mau kerja keras dan efisien keuangan, pasti bisa. Kita sudah berupaya, tapi jangan dibanding-bandingkan,” kata Risma.

Risma juga menegaskan dirinya enggan menemui Ahok untuk menyampaikan permasalahan tersebut. Sebab, baginya tidak ada gunanya. “Ngapain ke sana repot-repot menemui. Malah habiskan biaya yang tidak perlu. Saya hanya komentar begini biar tidak ada kekeliruan,” tutur Risma.

Sekadar diketahui, kemarahan Risma karena Ahok kerap menyepelekan Kota Surabaya. Terakhir, Ahok sempat menyebut Kota Surabaya hanya sebesar Jakarta Selatan.

Padahal menurut Risma, jika dilihat dari data, luas Kota Surabaya merupakan separuh dari Kota Jakarta, artinya lebih besar dari Jakarta Selatan. Sebab, luas Surabaya mencapai 374 km, sementara Jakarta luasnya mencapai sekitar 661 km.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)