http://www.tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Lesunya pasar properti yang ditandai perlambatan pertumbuhan harga di beberapa wilayah di seluruh Indonesia, ternyata tak harus disikapi secara berlebihan. Suramnya pasar justru bisa dimanfaatkan untuk mulai berburu hunian.

Menurut Presiden Keller Williams Indonesia, Tony Eddy, jenuhnya pasar properti, merupakan peluang besar bagi investor, dan calon konsumen untuk membeli dan memborong rumah, maupun jenis properti lainnya seperti apartemen, dan ruko.

“Saat sedang lesu, pengembang akan menawarkan harga rumah dengan berbagai macam promosi menarik. Mulai dari potongan harga atau diskon, pembebasan biaya provisi, hingga bebas uang muka. Ini dilakukan supaya produk mereka cepat laku,” tutur Tony kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2015).

Pengembang, kata Tony, tak akan mengambil risiko dengan menaikkan harga jual. Mereka justru menempuh cara menurunkan marjin keuntungan dengan memberikan potongan harga atau gimmick lainnya untuk menarik minat pembeli.

“Dengan harga murah ini, kesempatan bagi investor, dan calon konsumen (end user) membelinya. Nanti pasa saat pasar pulih kembali, aset properti yang dibeli akan meningkat nilainya, jauh lebih besar dari nilai pada saat pembelian,” papar Tony.

Banyaknya pengembang yang menempuh cara ini sejak awal 2014, baik potongan harga maupun menipiskan marjin keuntungan, secara umum mendorong perlambatan kenaikan harga. Selain itu, sikap menunggu (wait and see) pasar akibat pemberlakuan loan to value, serta tingginya suku bunga KPR juga ikut memengaruhi.

Indeks Harga Properti Residensial Bank Indonesia menyebutkan, meski masih terjadi kenaikan harga secara triwulanan sebesar 1,54 persen pada kuartal IV 2015 dari kuartal sebelumnya, namun secara tahunan justru mengalami perlambatan sebesar 6,29 persen.

Bank Indonesia memprediksi perlambatan kenaikan harga ini akan terus berlanjut pada kuartal I 2015. Peningkatan harga hanya sebesar 0,89 persen. Perlambatan kenaikan harga ini terjadi pada semua tipe rumah kecuali tipe rumah kecil yang justru akan tumbuh tipis 1,29 persen.

Perlambatan pertumbuhan harga tertinggi akan terjadi di Balikpapan dengan angka 0,00 persen, dan kawasan Jadebotabek-Banten dengan pertumbuhan 0,14 persen. Rumah yang akan mengalami perlambatan kenaikan harga terbesar adalah tipe besar menjadi sekitar 4,56 persen.

Oleh karena itu, pengembang besar macam Sinarmas Land Group, memilih untuk berjalan pada jalur yang aman, yakni fokus pada kelas menengah dan menengah atas.

Managing Director Corporate Strategy and Services Sinarmas Land Group, Ishak Chandra, mengatakan, Sinarmas Land Group akan tetap produktif, dan membangun hunian. Namun, itu disertai dengan strategi khusus.

“Kami akan mencari strategi baru untuk menyiasati perkembangan aktual bisnis properti. Yang pasti kami fokus bermain di ceruk yang masih punya potensi untuk tumbuh. Meskipun pertumbuhannya tidak lebih baik dari tahun 2014 lalu,” tutur Ishak, Rabu (1/4/2015).

Ishak menambahkan, Sinarmas Land sekarang lebih hati-hati, dalam membangun proyek. Kalau pun ada produk baru yang dirilis, itu sudah mengalami penyesuaian di sana-sini. “Dan kami bermain aman di angka Rp 1 miliaran per unit,” ungkap Ishak.

Sementara PT Jaya Real Property Tbk secara langsung menempuh strategi potongan harga hunian untuk klaster Kebayoran Residence dan Discovery Alumina, Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, hingga Rp 50 juta.

“Selama pameran kami memberikan promo menarik bagi pembeli. Kami juga memberikan diskon sebesar 5 persen dan kemudahan cicilan uang muka sebesar 40 persen hingga 24 kali,” ujar Manajer Promosi dan Riset Pengembangan Produk PT Jaya Real Property Tbk., Prabantoko Kusumoanggo kepada Kompas.com di Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Selain klaster Kebayoran Residences dan Discovery Alumina, Jaya Real juga memberikan diskon 5 persen dan kemudahan cicilan uang muka sebesar 40 persen hingga 24 kali, untuk klaster The Spring yang berada di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Tak hanya itu, mereka juga memberikan hadiah mobil Honda HR-V yang akan diundi saat peluncuran klaster premium terbarunya, Fortune Essence.

Bukan cuma Jaya Real, PT Pancanaka Swasakti Utama yang merilis apartemen LA City di Lenteng Agung, Jakarta Selatan juga memberikan potongan harga. Apartemen LA City yang dipasarkan pada pameran kali ini diberikan potongan harga mencapai Rp 110 juta.

Jadi, lanjut Tony, sekaranglah saat yang tepat untuk membeli properti. “Selagi pasar lesu, tak bergairan, dan pengembang berlomba memberikan potongan harga, konsumen dan investor diuntungkan karena bisa membeli properti dengan harga terjangkau. Dua tahun hingga tiga tahun ke depan, saat pasar normal, pertumbuhan harga akan kmbali ke angka 20 persen hingga 30 persen,” pungkas Tony.