VIVAnews – Pasar saham Asia sebagian besar menguat pada awal perdagangan Kamis, menyusul sentimen positif dari penutupan sesi Rabu di bursa Wall Street di Amerika Serikat. Sementara itu, pialang sedang bersiap menyambut hasil pertemuan dan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Seperti diberitakan CNBC, Kamis 5 Juni 2014, sebuah paket data AS memicu kenaikan saham di bursa Wall Street kemarin. Laporan Federal Reserve menunjukkan di 12 distrik pengawasan bank sentral, seluruhnya  terjadi ekspansi pertumbuhan. Sementara itu, indeks non manufaktur dari ISM naik menjadi 56,3 untuk bulan Mei.

Hasil pertemuan Bank Sentral Eropa akan menjadi sorotan utama pasar global pada sesi perdagangan hari ini di tengah harapan terhadap langka-langkah stimulus untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di zona euro. Pialang amat berharap terjadi penurunan tingkat suku bunga, kredit bank yang murah, atau bahkan ada program pembelian aset seperti yang dilakukan Federal Reserve.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,3 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.122,21 atau naik untuk sesi keempat berturut-turut. Sementara nilai tukar yen melayang di kisaran level 102,79 per dolar AS.

Saham Dai-ichi Life Insurance melonjak 1 persen setelah dilaporkan perusahaan setuju untuk membeli saham rekanan di AS, Protective Life, dengan nilai US$5,7 miliar. Langkah ini disebut sebagai akuisisi terbesar oleh perusahaan asuransi Jepang.

Saham Softbank, pemilik utama dari Sprint, reli 1,5 persen di tengah isu pemberitaan bahwa perusahaan AS mendekati kesepakatan untuk membayar US$40 per saham dalam membeli T-Mobile AS.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney naik 0,1 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini diperdagangkan pada level 5.450,20 atau rebound setelah menyentuh level terendahnya dalam kurun dua pekan terakhir. Tetapi keuntungan masih dibatasi menjelang rilis data perdagangn April.

Saham penambang naik meskipun harga tembaga turun ke level terendah untuk rekor tiga pekan terakhir pada Rabu kemarin. Saham Fortescue Metals naik lebih dari 2 persen, sedangkan saham Rio Tinto naik 0,6 persen.

Adapun indeks Kospi bursa Seoul turun 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini diperdagangkan pada level 2.004,84 atau kembali memasuk sesi perdagangan rendah setelah pasat libur Rabu kemarin. Kospi melemah karena para pialang menunggu revisi data produk domestik bruto kuartal pertama.

Di antara saham terkemuka, yang menderita kerugian terbesar adalah LG Display dan Hyundai Motor, masing-masing kehilangan hampir 1 persen. (ren)