VIVAnews – Saham-saham merosot ke posisi terendah dan berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa di Bursa Efek New York, Amerika Serikat.

Seperti diberitakan CNBC, Rabu 4 Juni 2014, kejatuhan saham-saham di Wall Street ini terjadi sehari setelah indeks utama Dow Jones dan S&P 500 berhasil mencapai rekor kenaikan baru.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 21,29 poin dan ditutup pada level 16.722,34. Penurunan indeks ini karena terseret saham Verizon.

Sementara itu, indeks S&P 500 merosost 0,73 poin sehingga berakhir di level 1.924,24. Adapun indeks Nasdaq tergelincir 3,12 poin menjadi berakhir pada level 4.234,08.

Di antara sektor kunci komponen S&P 500, saham telekomunikasi memimpin kerugian. Indeks Dow Jones dan S&P 500 sebelumnya mencatat penguatan beruntun dalam tiga hari terakhir.

Saham di bursa Wall Street mulai menderita kerugian setelah laporan yang dirilis menunjukkan pesanan pabrik menunjukkan angka yang lebih baik dari perkiraan. Pesanan baru untuk barang-barang pabrik naik 0,7 persen pada April atau meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut dan melampaui ekspektasi capaian 0,5 persen.

“Kami sudah sempat ragu-ragu di waktu pagi, tetapi pesanan pabrik tampak sedikit lebih baik dari yang diharapkan dan tampaknya memberikan sedikit dinamika ke pasar,” ujar Todd Salamone, analis dari Schaeffer’s Investment Research.

Menurut Salamone, masih banyak data yang akan keluar lagi pada pekan ini. “Banyak mata kini tertuju pada bank sentral Eropa (ECB).” (umi)