Bestprofit Futures Jakarta

Saham-saham Hong Kong mengalami penurunan satu hari terbesarnya dalam lebih dari tiga pekan terakhir pada hari Jumat ini karena para pedagang yang masih bingung dengan laporan bahwa investor miliarder George Soros, mencatatkan skeptic di China, yang membuat sepkulasi penurunan semakin besar.

Indeks Hang Seng kehilangan 1,2 persen dan ditutup hari ini di 21,042.64 poin, persentase penurunan terbesar harian sejak 18 Mei. Namun, indeks acuan mengakhiri minggu dengan kenaikan setengah persen, kenaikan untuk minggu keempat berturut-turut.

Soros diyakini berada di balik pendekatan yang gagal pada saham Hong Kong dan mata uang kota tersebut terhadap dolar AS selama krisis keuangan Asia pada tahun 1997/98. Januari ini, ia kembali menakuti pasar dengan mengatakan bahwa gejolak bagi perekonomian China praktis tidak dapat dihindari.

Indeks Hong Kong China Enterprises turun 2,2 persen ke 8,831.97, penurunan harian terbesar sejak 25 Februari. Indeks China naik 0,3 persen untuk minggu keempat berturut-turut.

China Resources Power turun 4,6 persen, Kunlun Energy kehilangan 4,1 persen dan China Resources Land melemah 3,3 persen.

Saham Asia jatuh, menghentikan rebound dua harinya, minyak tergelincir kembali di bawah $ 30 per barel dan saham Jepang memimpin penurunan.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,9% menjadi 118,75 pada 09:10 pagi di Tokyo setelah mencatat reli terbesar dua hari sejak Oktober 2011. Indeks Standard & Poor 500 menghentikan gain dua hari , dengan penurunan dipercepat di jam terakhir perdagangan karena minyak mentah melanjutkan aksi jual tersebut. Sementara perputaran di pasar ekuitas China menjadi pusat dalam beberapa pekan pertama tahun ini, dampak dari penurunan dalam minyak pada permintaan industri, harga dan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia, dengan Indeks saham dan harga minyak mentah sekarang yang paling berkorelasi sejak 2013.

Indeks Topix Jepang anjlok 1,9% setelah naik pada Senin untuk membukukan gain back-to-back pertama tahun ini. Indeks Selandia Baru kehilangan 0,3%. Pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka, sedangkan Australia ditutup untuk liburan.

Indeks berjangka FTSE A 50 China tergelincir 0,2% di sebagian besar perdagangan terakhir, sedangkan untuk indeks Hang Seng turun 0,5% dan Hang Seng China Enterprises kehilangan 0,4%. Shanghai Composite naik 0,8% pada hari Senin karena produsen batubara dan baja naik terkait janji pemerintah untuk lebih memangkas kelebihan kapasitas serta kelebihan tenaga kerja di industri-industri.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)