Bestprofit Futures Jakarta

Saham Hong Kong berayun di antara keuntungan dan kerugian seiring hasil awal jajak pendapat untuk referendum pada Inggris di keanggotaan Uni Eropa diumumkan. HSBC Holdings Plc dan Standard Chartered Plc jatuh seiring merosotnya pound Inggris mengancam pendapatan bagi perusahaan dengan yang berhubungan ke negara.
Indeks Hang Seng naik 0,2 persen pada pukul 09:53 waktu setempat, setelah jatuh 1,8 persen dan memperoleh gain 0,8 persen. HSBC berbasis di London, yang memiliki bobot terbesar kedua di indeks, turun 1 persen dan Standard Chartered merosot 2,3 persen, sedangkan perusahaan utilitas meraih kenaikan. Sterling mengalami pelemahan tertajam sejak 2008 menyusul hasil awal mengindikasikan pemilih condong untuk ke arah meninggalkan Uni Eropa.

Indeks Hang Seng naik ke level 20,881.01, menambah kenaikan lima hari nya menjadi 4,1 persen. Hong Kong telah membuat persiapan dan memiliki likuiditas yang cukup untuk menghadapi hasil apa pun dalam referendum Brexit,

Hang Seng China Enterprises Index, indeks perusahaan daratan diperdagangkan di Hong Kong, kehilangan 0,5 persen. Shanghai Composite Index, indeks berkinerja terburuk secara global tahun ini, melemah 0,1 persen. (sdm)

Bursa saham Hong Kong bergerak anjlok pada awal perdagangan hari ini, Jumat (24/6/2016), menyusul laporan hasil perolehan sementara referendum Inggris yang melemahkan pergerakan pound sterling dan mengancam pendapatan perusahaan yang terkait dengan Inggris.

Indeks Hang Seng meluncur 3,85% atau 802,47 poin ke 20.065,87 pada pukul 10.32 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 1,84% atau 384.83 poin ke level 20.483,51.

Seluruh 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng melemah, dipimpin oleh perusahaan finansial HSBC Holdings Plc. yang sepertiga jumlah pendapatannya diraup dari Eropa

Pelemahan indeks Hang Seng di antaranya didorong oleh saham HSBC Holdings PLC. yang terperosok 8,17%, Tencent Holdings Ltd. yang jatuh 2,95%, AIA Group Ltd. yang anjlok 2,81%, dan Industrial & Commercial Bank of China Ltd. yang jatuh 3,60%.

Sementara, saham China Construction Bank Corp. dan Bank of China Ltd. masing-masing melemah 3,60% dan 2,94%.

“Hong Kong adalah pasar yang sangat terbuka jadi akan sangat mudah untuk siapapun untuk keluar,” kata Ronald Wan, kepala eksekutif Partners Capital, seperti dikutip dari Bloomberg. “(Hong Kong) lebih rentan dari pasar lainnya.”

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta )