Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3zSetelah akhir pekan lalu marak aksi jual, saham-saham di pasar Asia memperpanjang kerugian pada awal perdagangan hari ini, Senin 13 Oktober 2014. Kondisi ini dipengaruhi sentimen di pasar minyak yang mengalami tekanan menjelang rilis data ekonomi Tiongkok.

 

Volume perdagangan hari ini menjadi lebih ringan karena pasar saham Jepang ditutup untuk libur nasional.

 

Seperti diberitakan CNBC, sebuah paket data ekonomi China untuk bulan September yang akan dilaporkan hari ini ditengarai bakal membebani sentimen di Asia selama pekan ini. Kalangan ekonom memperkirakan laporan itu memaparkan impor turun hingga 2,7 persen dibanding capaian periode yang sama tahun sebelumnya, atau merupakan penurunan terbesar dalam rekor enam bulan terakhir.

 

Namun, kinerja ekspor yang terlihat meningkat 11,8 persen dibanding September tahun lalu dan naik 9,4 persen dibanding capaian Agustus dinilai sebagai salah satu sisi positif laporan ekonomi Tiongkok.

 

Analis dari IG, Evan Lucas, menjelaskan bahwa kekhawatiran atas pelambatan ekonomi Tiongkok telah menjadi bagian dari isu di balik aksi jual yang tajam dan berkelanjutan. Impor di negara itu masih tetap rendah, menjadi perhatian bagi kawasan Asia Tenggara dan Pasifik, mengingat sejumlah negara merupakan pengekspor ke Tiongkok.

 

“Negara ini harus dapat memberikan dukungannya pada hari ini, meskipun itu kecil,” ujar Lucas.

 

Sementara itu, harga minyak mentah AS dan Brent turun lebih dari 1 persen pada awal perdagangan hari ini atau memperpanjang penurunan dari pekan lalu.

 

Penurunan ini dipengaruhi pernyataan menteri minyak Kuwait pada Minggu kemarin bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mungkin memotong produksi untuk mendukung penurunan harga. Sementara itu, eksportir papan atas Arab Saudi mengatakan bahwa harga minyak bisa cukup nyaman di bawah level US$90 per barel.

 

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney pagi ini melemah 0,5 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini mencapai level terendah baru dalam rekor delapan bulan terakhir.

 

Saham perusahaan pengembangan properti, Stockland, merosot 0,2 persen setelah mengakuisisi 50 persen saham pusat perbelanjaan Queensland dari AMP Capital.

 

Saham penambang rebound dari kerugian besarnya pekan lalu. Harga saham Fortescue Metals melonjak lebih dari 3 persen dan Rio Tinto naik 0,7 persen.

 

Sementara itu, indeks Kospi di Bursa Seoul melemah 0,7 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini turun ke level terendahnya sejak rekor Maret lalu untuk sesi kedua, diseret oleh kerugian di unit Samsung.

 

Saham Samsung Electronics, Samsung Engineering, dan Samsung Heavy Industries semua jatuh lebih dari 1 persen. (art)