Saham di Bursa AS Rontok, Sektor Energi Paling Rugi

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 2eSebagian besar saham-saham menurun pada penutupan perdagangan Senin di Bursa Efek New York, Amerika Serikat. Kerugian diderita saham produsen energi atas penurunan harga minyak.

 

Seperti diberitakan CNBC, Selasa 9 September 2014, kondisi ini dipengaruhi aksi investor yang menarik diri dari pasar setelah mengangkat indeks S&P mencapai rekor keuntungan baru dalam kurun lima pekan terakhir, dengan indeks Dow Jones Industrial Average tak tertinggal jauh di belakangnya.

 

“Setiap orang mencoba untuk mempertemukan hubungan data ekonomi dalam sebulan yang lumayan baik dan laporan ketenagakerjaan Jumat lalu. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini membingungkan. Mungkin diperlukan sampai akhir pekan nanti untuk mendapatkan kepercayaan investor kembali,” ujar John Lynch, analis investasi dari Wells Fargo Private Bank.

 

Data dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan bahwa penciptaan rekrutmen hanya mencapai 142.000 pekerja pada Agustus. Angka ini jauh dari yang diperkirakan kalangan ekonom sebelumnya, yaitu mencapai 225.000 pekerja.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 25,94 poin (0,2 persen) ke level 17.111,42. Saham Exxon Mobil naik turun sepanjang sesi perdagangan dan menjadi pendorong penurunan indeks blue chip di antara 30 komponen Dow Jones.

 

Saham sektor energi mengalami penurunan terbesar di antara 10 kelompok industri utama dalam komponen indeks S&P 500, yang berakhir turun 6,17 poin (0,3 persen) ke level 2.001,54.

 

“Pasar tampaknya akan berjalan di tempat, melangkah jauh tanpa pergi ke mana pun,” ujar Paul Nolte, analis dari Kingsview Asset Management.

 

Setelah goyah antara keuntungan dan kerugian, indeks Nasdaq ditutup naik 9,39 poin (0,2 persen) ke level 4.592,29.

 

Volume perdagangan di Bursa Efek New York mendekati 602 juta saham dengan volume komposit sekitar 2,8 miliar saham. (art)