Kabar24.com, BEIJING— China memutuskan menunda sejumlah kerja sama bilateral dengan Vietnam, setelah gelombang unjuk rasa anti-China memanas, menyusul keputusan Beijing membangun pengeboran minyak lepas pantai di wilayah sengketa Laut China Selatan.

“China akan melakukan beberapa langkah penting jika diperlukan. Penundaan dilakukan jika itu memang harus dilakukan. Kami memutuskan penundaan penting,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, kepada media di Beijing, Senin (19/5/2014).

Gelombang unjuk rasa anti-China mengakibatkan dua orang pekerja asal China tewas dan seratus orang lainnya luka-luka.

China berkeras pembangunan pengeboran minyak lepas pantai di wilayah sengketa Laut China Selatan masih berada di wilayah kedaulatannya.

Menyusul gelombang unjuk rasa anti-China itu, Beijing mengevakuasi 3.000 warganya dari Vietnam. Lima kapal disiapkan untuk membawa warganya kembali ke China.

Tak hanya itu,China  juga menyiagakan kapal dan helikopter penyelamat. Sebelumnya 16 warga China dalam keadaan kritis telah diterbangkan ke China dan tiba di Bandara Inernasional Shuangliu, Chengdu, Provinsi Sichuan.

Pengeboran minyak lepas pantai milik China, Haiyang Shiyou 981, dibangun di dekat Kepulauan Paracel di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa antara Vietnam dan Tiongkok. Di kawasan tersebut, kapal-kapal milik kedua negara bertabrakan dan sempat memicu ketegangan. (Antara)