Rusia dan Ukraina Kembali Tegang, Wall Street Bergerak Fluktuatif

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 2pIndeks saham utama Amerika Serikat ditutup fluktuatif (mixed), pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu waktu New York.

 

Hal itu dipicu, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin 25 Agustus 2014, karena investor khawatir dengan perkembangan konflik antara Rusia dan Ukraina, serta mencerna pernyataan Presiden European Central Bank, Mario Draghi, dan Ketua Federal Reserve, Janet Yellen.

 

Yellen menuturkan, bahwa pasar tenaga kerja masih lemah, bahkan di tengah lima tahun pemulihan ekonomi AS.

 

Sementara, Draghi menyerukan pemerintah untuk berbuat lebih banyak untuk membantu perekonomian kawasan euro.

 

Di Ukraina, NATO mengaku sedang mengamati peningkatan yang mengkhawatirkan pada pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

 

Seperti diberitakan Reuters, ketegangan antara Ukraina dan Rusia naik, setelah sekitar 90 truk bantuan kemanusiaan Rusia telah memasuki wilayah Ukraina tanpa izin dari Kiev.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya turun 2,5 persen menjadi 11,47.

 

Nilai tukar mata uang euro menguat terhadap dolar AS, nilai tukar mata uang AS juga lebih rendah dibanding mitra dagang utama AS lainnya.

 

Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, menjelang pidato Yellen di konferensi ekonomi tahunan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming, Kansas City, mengatakan bahwa ia memprediksi bank sentral akan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan pasar, yakni kuartal pertama tahun depan.

 

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 38,27 poin (0,2 persen) ke level 17.001,22, mengakhiri kenaikan lebih dari 2 persen selama seminggu.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 membukukan kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 17 April. Namun, pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu, indeks S&P 500 kehilangan 3,97 poin (0,2 persen) ke level 1.988,40.

 

Adapun indeks Nasdaq naik 6,45 poin (0,2 persen) ke level 4.538,55. Secara mingguan, indeks naik 1,7 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 521 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 2,3 miliar unit saham.