Rupiah Menguat, IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

PT Bestprofit Futures, Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan saham Jumat (13/9/2018). Analis berpendapat, meredanya sentimen global menopang laju IHSG.

“Di tengah ketidakpastian perang dagang AS dengan Cina, nampak kepanikan para investor global sedikit mereda, sejalan pula dengan saham AS di tutup menguat pada Rabu,” tutur Fund Manager PT Valbury Capital Management Suryo Narpati di Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Oleh karena itu, Suryo prediksi IHSG berada di zona hijau. “Secara teknikal support di 5.845 dan resisten di 5.892,” ujar dia.

Sedangkan dari dalam negeri, lanjut Suryo, sentimen positif datang dari menguatanya mata uang garuda. Seperti diketahui pada kemarin nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tercatat menguat di posisi Rp 14.840

“Oleh sebab itu, IHSG berpotensi lanjutkan penguatan pada hari ini,” kata dia.

Seiring dengan sentimen positif yang ada, Suryo menyarankan saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR).

Kemudian saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), serta PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat pada perdagangan Kamis pekan ini. Aksi beli investor asing kembali topang IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis 20 September 2018, IHSG menguat 57,66 poin atau 0,98 persen ke posisi 5.931,26. Indeks saham LQ45 menguat 1,63 persen ke posisi 938,63. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Sebanyak 239 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 159 saham melemah dan 110 saham melemah. Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.941,01 dan terendah 5.897,59.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 419.792 kali dengan volume perdagangan saham 9,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun. Investor asing beli saham Rp 399,24 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.850.

10 sektor saham mampu menguat. Sektor saham industri dasar menguat 1,82 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham manufaktur menanjak 1,37 persen dan sektor saham barang konsumsi menguat 1,21 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham DIGI naik 25 persen ke posisi Rp 530 per saham, saham BKDP melonjak 33,87 persen ke posisi Rp 83 per saham, dan saham PANI menanjak 24,39 persen ke posisi Rp 306 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham DNAR merosot 14,19 persen ke posisi Rp 266 per saham, saham GLOB melemah 12,50 persen ke posisi Rp 140 per saham, dan saham SRAJ tergelincir  10,07 persen ke posisi Rp 125 per saham.

Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,26 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,65 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,01 persen, indeks saham Thailand menanjak 0,38 persen, dan indeks saham Singapura bertambah 0,12 persen. Sedangkan indeks saham Shanghai turun 0,06 persen dan indeks saham Taiwan melemah 0,24 persen.

 

best jakarta, profit jakarta, futures jakarta, bpf jakarta, bestprofit jakarta, best profit,
best profit futures jakarta, pt bestprofit, pt best profit, PT Bestprofit Futures, pt best profit futures jakarta