Bestprofit Futures Jakarta

Nilai tukar rupiah dalam transaksi antar-bank di Jakarta pada Senin sore melemah sebesar 54 poin menjadi Rp13.217 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia setelah Wakil Ketua The Federal Reserve Amerika Serikat Stanley Fischer menyatakan ekonomi Amerika Serikat mendekati target yang diharapkan Bestprofit Futures Jakarta.

“Sinyal pertumbuhan ekonomi AS akan mendukung kenaikan suku bunga dalam waktu dekat sehingga memberikan sentimen positif bagi dolar AS,” kata Ariston.

Ia menambahkan perhatian pelaku pasar uang juga akan tertuju pada pidato Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen akhir pekan ini, ketika para bankir bank sentral global berkumpul di Jackson Hole untuk membahas kebijakan. Pelaku pasar mengantisipasinya dengan memegang dolar AS.

Harga minyak mentah yang terkoreksi, ia mengatakan, turut memberi dampak negatif bagi rupiah.

Pada Senin sore harga minyak jenis WTI Crude melemah 1,67 persen menjadi 47,71 dolar AS per barel, dan Brent Crude turun 1,87 persen menjadi 49,93 dolar AS per barel.

Sementara Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pelaku pasar yang kembali khawatir terhadap potensi kenaikan lebih cepat suku bunga acuan Amerika Serikat berpengaruh negatif terhadap rupiah.

“Diharapkan pelemahan rupiah tidak berlanjut yang dapat mempengaruhi psikologis pelaku usaha di dalam negeri,” ujarnya.

Dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) hari ini nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp13.197 per dolar AS dibandingkan kemarin yang tercatat Rp13.119 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak naik 32 poin menjadi Rp13.194 per dolar AS.

“Dolar AS melemah seiring dengan pelaku pasar yang menunggu sinyal terhadap kesiapan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk menaikkan suku bunga akhir tahun ini,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.

Ia mengatakan bahwa fokus pasar sedang tertuju pada simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, tempat Ketua The Federal Reserve Janet Yellen akan menyampaikan pidato akhir pekan ini.

“Fokus pasar akan tertuju ke sana, apakah ada indikasi The Fed menaikkan suku bunga pada tahun ini atau tidak,” katanya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan pernyataan salah satu pejabat The Fed mengenai perekonomian Amerika Serikat yang terus membaik ternyata tidak terlalu solid untuk mempertahankan penguatan dolar AS.

“Penguatan dolar AS belum solid, bersamaan dengan imbal hasil US Treasury yang turun,” katanya.

Di dalam negeri, dia menjelaskan, fokus pelaku pasar uang sedang tertuju pada kebijakan fiskal pemerintah, pencapaian program amnesti pajak dan usaha pemerintah untuk meningkatkan pendapatan pajak serta rencana penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)