Rupiah Melemah ke Rp 11.971 per Dollar AS

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Lagi-lagi Rupiah mengalami pelemahan meski sudah terbatas seiring masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi terganggunya neraca perdagangan karena lonjakan harga minyak mentah dunia.

Pada posisi kemarin rupiah berada pada Rp 11.971 per dollar AS. Rupiah melanjutkan pelemahannya yang berada pada Rp 11.967 per dollar AS pada posisi sehari sebelumnya (Kurs Tengah BI).

Reza priyambada, kepala Riset Trust Securities mengatakan laju dollar AS sedang melemah seiring penilaian pertumbuhan US output dan new home sales yang diprediksi akanĀ  melambat.

“Namun, karena Yuan bergerak melemah dan pelaku pasar cenderung beralih ke Yen maka Rupiah pun tetap berada di zona merahnya,” kata Reza di jakarta, Selasa (24/6/2014)

Kekhawatiran akan terjadinya pengetatan likuiditas karena lonjakan harga properti di China dan survey Beige book yang memperlihatkan adanya perlambatan investasi berimbas negatif pada laju bursa saham Asia.

Padahal terdapat sentimen positif dari kenaikan indeks HSBC manufacturing PMI – nya. Sementara Nikkei masih dapat bertahan positif seiring respon positif terhadap kenaikan indeks markit manufacturing PMI nya.

Pada hari ini diperkirakan laju Rupiah di bawah level resisten Rp 11.959 per dollar AS. Diperkirakan Rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya namun, diharapkan dapat terbatas dengan kisaran Rp11968-11980 (kurs tengah BI).