Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 1cMengikuti situasi di seluruh pasar valuta asing Asia, Rupiah turut menguat terhadap Dolar Amerika. Dalam perdagangan hingga pukul 15.10 WIB, posisi mata uang Indonesia itu menguat 0,43 persen ke level Rp 11.711 per USD, pada Selasa (5/8).

 

Pergerakan ini, masih sejalan dengan data Kurs Tengah Bank Indonesia di level Rp 11.733 per USD hingga pukul 15.35 WIB. Dalam perdagangan kemarin, yaitu hari pertama kerja setelah libur lebaran, kurs ditutup menguat Rp 11.761 per USD. Sedangkan untuk hari ini, penguatan masih berlanjut sejak awal perdagangan tadi pagi, sebesar 0,15 persen.

 

Selain Rupiah, mata uang Asia yang menguat terhadap Dolar Amerika hari ini misalnya Peso Filipina sebesar 0,36 persen, disusul Ringgit Malaysia 0,48 persen, serta Won Korea Selatan sebesar 0,51 persen.

 

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menilai penguatan setelah lebaran adalah hal yang biasa. Setelah awal Agustus 2014, Rupiah sempat bertengger di Rp 11.591 per USD, aktivitas perdagangan libur selama Idul Fitri menjebloskan kurs ke level Rp 11.700-an.

 

Faktor tambahan membikin pasar valas sempat panik awal bulan, adalah gagal bayarnya pemerintah Argentina. Kini, investor mulai tenang, dan kembali mengalirkan modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Agus berharap hasil sidang Mahkamah Konstitusi pada 22 Agustus 2014 mendatang bisa memberikan kepastian soal transisi kepemimpinan Indonesia. Jika prosesnya damai, maka aliran modal akan mendukung fundamental dan membantu penguatan Rupiah.

 

“Kalau Indonesia bisa hasilkan pengumuman pilpres 22 Agustus yang baik, tentu ini akan membawa satu kepastian, dan membawa suatu optimisme bagi masyarakat dunia terhadap Indonesia,” kata Gubernur BI di kantornya kemarin.