Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari tribunnews.com

Laju nilai tukar Rupiah belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan seiring masih kuatnya tren kenaikan Dollar AS.

 

Reza Priyambada, Kepala Riset, Woori Korindo Securities Indonesia, mengatakan laju nilai tukar rupiah masih berada dalam zona supportnya dengan menembus level terbarunya yang mencapai Rp 12.000 per Dollar AS.

 

“Diharapkan rilis data-data Badan Pusat Statistik (BPS) dapat positif sehingga mampu menahan pelemahan yang ada untuk mencegah Rupiah tidak anjlok lebih dalam lagi. Kami perkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp12.234-12.198 per dollar AS (kurs tengah BI),” kata Reza di jakarta, Rabu, (1/10/2014).

Penguatan nilai tukar rupiah juga ditopang laju Euro yang masih melanjutkan pelemahannya seiring respon masih rendahnya inflasi di kawasan zona Euro dan ekspektasi Bank Sentral Eropa untuk meningkatkan stimulusnya untuk mengatasi kondisi tersebut.

 

“Ditambah menguatnya Laju Dollar Hong Kong meski aksi demonstrasi belum mereda dan terapresiasinya poundsterling seiring estimasi kenaikan pertumbuhan Inggris belum mampu menjadi katalis positif bagi Rupiah,” katanya.

 

Pada posisi kemarin, nilai tukar rupiah berada pada Rp 12.212 per dollar AS. Nilai tukar rupiah melemah ketimbang posisi sehari sebelumnya yang berada pada Rp 12.120 per dollar AS (Kurs Tengah BI).