TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Tren menurunnya rupiah kembali terjadi pasca Rupiah sempat merasakan kenaikan tipis di akhir pekan kemarin yang sekaligus merupakan akhir bulan Mei.

Pada pergerakan kemarin nilai tukar rupiah bergerak melemah dengan berada pada Rp 11.740 per dollar AS. Nilai tukar rupiah melanjutkan pelemahannya yang sehari sebelumnya berada pada Rp 11.611 per dollar AS. (Kurs Tengah BI)

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities menuturkan hal ini karena meningkatnya angka inflasi, dan respon negatif rilis neraca perdagangan yang dikeluarkan pemerintah.

“Neraca perdagangan yang ternyata mengalami defisit lebih lebar sebesar 1,97 miliar dollar AS dibandingkan sebelumnya yang masih surplus¬† 670 juta dollar AS, memberikan sentimen negatif terhadap investor,” kata Reza di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Pelaku pasar juga merespon pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan bahwa inflasi berada pada angka 0,16 persen MoM (ketimbang bulan sebelumnya) dan 7,32 persen tahun per tahun (YoY) lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

“Kedua faktor tersebut yang membuat pelemahan terhadap nilai tukar rupiah yang pada beberapa hari sebelumnya selalu menguat,” katanya.