Bestprofit Futures Jakarta

Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Korea Selatan dan empat negara di Eropa pada 18 April – 20 Mei lalu cukup sukses. Dari hasil kunjungan kenegaraan tersebut, Pemerintah Indonesia berhasil mengikat komitmen investasi dari lima negara sebesar US$ 51,5 miliar atau setara Rp 700 triliun. Komitmen investasi tersebut menyebar di berbagai sektor mulai infrastruktur, energi hingga percepatan industri.

Komitmen investasi terbesar berasal dari 12 perjanjian bisnis dengan pengusaha Inggris. Beberapa perusahaan besar asal Inggris terlibat di antaranya British Petroleum, GlaxoSmithKline, dan Grup Ferrostaal. Nilainya mencapai US$ 19 miliar.

Selain Inggris, komitmen investasi juga didapatkan dari Korea Selatan senilai US$ 18 miliar, Rusia (US$ 13 miliar), Jerman (US$ 875 juta) dan Belanda (US$ 606 juta).

Pada Senin malam (26/10) waktu Indonesia, Jokowi akan diterima oleh Presiden Barack Obama di Gedung Putih, Washington DC. Kedua pemimpin negara akan membicarakan empat isu.

Malam ini, Senin (26/10) WIB, atau Senin pagi waktu Amerika Serikat (AS), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan diterima Presiden AS, Barack Obama. Ada empat isu yang akan dibahas oleh Jokowi dan Obama dalam pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington DC itu.

Pertama, mengenai Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, tapi pada saat yang sama, Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar di dunia yang toleran dan pluralis, yang tidak dimiliki negara lain,” kata Menteri Luar Negeri (menlu) RI, Retno LP Marsudi di Blair House, Washington DC, Minggu (25/10), seperti dikutip dari www.setkab.go.id.

Isu kedua, lanjut menlu, adalah soal ekonomi yang menekankan bahwa ekonomi Indonesia adalah bersifat terbuka. Artinya, Indonesia siap meningkatkan kerja sama ekonomi dengan AS dan dunia.

“Dengan ekonomi yang terbuka, menjadikan Indonesia lebih mudah bekerja sama dengan negara mana pun. Apalagi, hal itu didukung dengan paket kebijakan yang akan sangat membantu Indonesia menyampaikan kepada dunia bahwa ekonomi Indonesia terbuka,” ujar menlu.

Ketiga, soal posisi Indonesia yang menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara, yang mencapai US$ 12 miliar pada 2014. “Angka itu sangat berarti (kenaikannya) dibandingkan dengan pada 2013, yang sebesar US$ 8 miliar,” ujarnya.

Isu keempat yang dibahas Jokowi-Obama adalah soal perubahan iklim, mengingat kedua negara merupakan pemimpin negara besar.

Goal-nya, karena Indonesia adalah negara besar, maka kita berharap bahwa pertemuan ini membawa manfaat bagi kedua belah pihak dan dunia,” kata Retno.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)