RESEP PANJANG UMUR: Ini 9 Hal Terkait Hidup Berumur Panjang

Bisnis.com, JAKARTA — Hampir semua manusia menginginkan panjang umur. Sehingga berbagai macam teknologi dikembangkan supaya manusia bisa hidup lebih lama di dunia.

Dari sejumlah penelitian para ilmuwan terkait dengan harapan hidup lebih panjang, terdapat  9 poin yang penting diperhatikan.

Belum lama ini, para ilmuwan membuat penelitian yang berkaitan dengan harapan hidup lebih panjang dengan mempelajari darah seorang wanita berumur 115 tahun.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal medis BMJ dan menyatakan aktivitas fisik dan intensitas cahaya yang cukup membuat hidup lebih lama dan sehat.

Berikut 9 poin yang bisa disimpulkan oleh para ilmuwan tersebut terkait cara untuk berumur panjang seperti dilansir Time.com, yaitu:

1. Kepribadian Seseorang
Peneliti asal Stanford Howard S. Friedman dan Leslie R. Martin dalam The Longevity Project menemukan bahwa kesadaran mengalahkan semua tipe kepribadian ketika dihadapkan dengan harapan hidup.

“Kualitas dari orang yang bijaksana, gigih, teroganisir seperti ilmuwan atau profesor yang obsesif merupakan salah satu yang membantu menyebabkan umur panjang,” paparnya.

Hal tersebut karena orang yang memiliki kepribadian tersebut cenderung membuat pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang hidup lebih santai.

2. Masalah Diet
Banyak penelitian melihat dari pola makan seseorang. Diet dengan buah-buahan, kacang-kacangan dan minyak zaitun memiliki perhatian yang lebih banyak.

Pasalnya, pola diet telah dikaitkan dengan sehat di usia tua, risiko lebih rendah untuk penyakit jantung dan bahkan perlindungan terhadap kepikunan.

3. Faktor Genetika
Meskipun orangtua yang berumur panjang tidak selalu membuat anaknya berumur panjang, tetapi beberapa faktor biologis ikut berperan dalam meningkatnya harapan berumur panjang.

Penelitian menunjukkan beberapa orang mungkin mewarisi kekebalan terhadap penyakit atau mungkin memiliki berbagai tingkat bahan kimia di otak yang dapat memberi mereka keunggulan dengan mengatur fungsi tubuh.

4. Pendidikan
Sebuah laporan dari CDC Pusat Statistik Kesehatan Nasional Amerika Serikat menunjukkan orang dengan gelar sarjana atau lebih tinggi, hidup 9 tahun lebih lama dibandingkan orang yang tidak lulus SMA.

Orang-orang berpendidikan cenderung untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, dapat merencanakan masa depan serta membuat pilihan gaya hidup yang sehat.

5. Tekanan Pekerjaan
The Longevity Study menemukan banyak pekerja keras berumur lebih panjang. Hal tersebut disebabkan orang-orang pekerja keras yang produktif cenderung lebih bahagia, sehat dan lebih memiliki hubungan sosial dibandingkan dengan orang-orang yang kurang produktif.

6. Memiliki Kesadaran
Beberapa temuan menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kesadaran dalam hidupnya benar-benar dapat memiliki efek pada umur. Pikiran juga memiliki pengaruh terhadap tubuh.

Sebuah contoh menunjukkan, seseorang yang rajin melakukan meditasi bisa meningkatkan aktivitas enzim telomerase yang mengontrol penuaan hingga 30%.

7. Tak Selalu Harus Berpikir Positif
Para peneliti The Longevity Study mengatakan bahwa berpikir positif belum tentu sehat. Jika seseorang terlalu optimistis terutama dalam menghadapi penyakit dan pemulihan, kemungkinan orang tersebut tidak mempertimbangkan hal-hal lain yang bisa menyebabkan ketidaksehatannya. Hal seperti itu dinilai akan lebih sulit untuk ditangani ketika kesehatan mereka memburuk.

8. Kehidupan Sosial
Memiliki kelompok sosial yang kuat dikaitkan dengan kehidupan yang lebih panjang. Perempuan cenderung memiliki jaringan sosial yang lebih kuat dan menjadi bagian dari alasan wanita cenderung hidup lebih lama daripada pria.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa fungsi kekebalan tubuh meningkat ketika seseorang berada di sekitar teman-temannya karena membantu mengurangi stres.

9. Intensitas Duduk
Penelitian menunjukan duduk dalam waktu yang sangat lama menempatkan seseorang pada risiko memiliki rentang hidup lebih pendek dan risiko kesehatan lainnya.

Sebuah studi pada 2011 menemukan bahwa setiap jam yang dihabiskan orang untuk duduk dan menonton TV pada usia di atas 25 tahun akan mengurangi 22 menit dari harapan hidup secara keseluruhan.

 

Source : TIME.com

Editor : Saeno