Rencana Trump untuk Yerusalem

PT Bestprofit Futures – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan segera mengumumkan pemindahan Kedubes AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pemindahan itu sebagai realisasi janji kampanye Trump semasa Pilpres AS, 2016 lalu.

Rencana itu pun mendapat respons dari sejumlah pempimpin dunia, khususnya negara-negara Arab. Mereka khawatir, langkah Trump itu akan berdampak buruk pada upaya damai di kawasan tersebut. best profit

Salah satunya, Raja Abdullah dari Yordania yang menyebut, keputusan Trump akan berbahaya pada stabilitas dan keamanan kawasan. Bahkan, pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem bisa menghalangi upaya perundingan damai Israel-Palestina. pt bestprofit

Amerika Serikat menjadi negara pertama di dunia yang mengakui Yerusalem, secara keseluruhan, sebagai ibu kota Israel — hanya milik negeri zionis itu. Sudah banyak pihak yang mengecam dan memberikan peringatan, namun Donald Trump bergeming.

“Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel,” kata dia saat berpidato di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, seperti dikutip dari New York Times.

Deklarasi pengakuan tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. Hal tersebut sesuai dengan keputusan Kongres AS pada 1995, namun dengan berbagai pertimbangan, para pendahulu Trump memilih tak melakukannya.

Selama ini Israel menguasai Yerusalem Barat, dan terus memperluas aneksasinya, sementara pihak Palestina menganggap Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depan.

Entah apa di balik keputusan sang miliarder nyentik. Sejumlah berpendapat, Trump sedang melaksanakan janji kampanyenya. Agar para pendukungnya yang pro-Israel puas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentu saja bakal senang dibuatnya. Sementara pemimpin dunia lain cemas bukan kepalang. Sebab, akibatnya bisa jadi fatal.

“Donald Trump sedang menyulut perang di Timur Tengah. Ia mendeklarasikan perang terhadap 1,5 miliar Muslim dan ratusan juta umat Nasrani yang tak akan menerima kota suci itu berada di bawah hegemoni Israel,” kata Diplomat Palestina untuk Inggris, Manuel Hassassian, seperti dikuti Independent, Rabu (6/12/2017).

Raja Abdullah dari Yordania menyatakan hal senada. Ia menilai, apa yang dilakukan Trump akan menyakiti hati umat Islam dan Kristiani. Sementara, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al Saud mengatakan, keputusan miliarder nyentrik itu akan memprovokasi Muslim di seluruh dunia. Kecaman keras juga datang dari Iran.

Sementara itu dari Vatikan, Paus Fransiskus mengatakan, ‘status quo’ terkait Yerusalem harus dihormati. “Dialog hanya akan mungkin dilakukan dengan mengakui hak semua orang di wilayah tersebut, kata seperti dikutip dari BBC. Pemimpin umat Katolik dunia itu meminta semua pihak bijaksana. Demi mencegah pertumpahan darah.

Ketika konflik sampai pecah, damai pun kian menjauh dari Yerusalem, juga Timur Tengah dan dunia. Langkah perdamaian melalui solusi dua negara (two states solution) niscaya kembali mentah. bestprofit jakarta

“Apa yang dilakukan oleh Donald Trump akan menghancurkan proses perdamaian secara utuh,” kata penasihat kepresidenan Palestina Mahmoud Habash, yang berbicara mewakili Presiden Mahmoud Abbas. “Dunia akan membayar mahal harganya.” bpf jakarta

( mfs – Bestprofit Futures )