Registrasi Kartu SIM Masih Banyak yang Gagal?

PT Bestprofit Futures – “Maaf, data NO_KK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi.” Demikian pesan balasan yang diterima Nurma saat melakukan registrasi kartu SIM via SMS ke 4444 atau via situs resmi operator seluler.

“Saya dan suami selalu gagal saat registrasi kartu SIM. Kemudian saya mendatangi gerai operator serta menghubungi call center Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan mengirim emailkeluhan. Namun semua langkah yang saya lakukan tidak berhasil,” papar Nurma, Kamis (22/2/2018) di Jakarta.

Setelah customer service operator ‘angkat tangan’, kemudian ibu dua anak ini disarankan untuk langsung ke kantor Dukcapil. bpf jakarta

“Proses ini sangat merepotkan dan menghabisnya banyak waktu,” keluhnya.

Hal yang sama juga dialami Renji, di mana saat ia ingin melakukan registrasi selalu gagal.

“Saya terima pesan dari 4444, kalau data yang saya masukkan invalid dan saya diminta untuk datang ke gerai. Akhirnya saya disarankan untuk datang ke Dukcapil. Padahal data yang saya masukkan sudah sesuai,” ujarnya dengan kesal. pt bestprofit

Nurma dan Renji adalah dua dari banyak pengguna seluler di Indonesia yang mengalami hal tersebut.

Untuk diketahui, ada beberapa faktor yang menyebabkan masyarakat gagal registrasi kartu SIM. Salah satunya bisa disebabkan karena ketidaksesuaian antara nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) dengan database Dukcapil.

Nomor KK yang invalid juga bisa terjadi saat kepala keluarga telah meninggal dunia atau saat keluarga tersebut pindah alamat, misalnya pindah dari Jakarta ke Depok. Kegagalan registrasi juga dikarenakan kesalahan saat memasukkan NIK dan nomor KK.

Sejumlah warganet pun mengeluh soal ribetnya urusan Dukcapil saat mengetahui nomor KK atau NIK mereka dianggap invalid.

Terkait banyaknya pengguna yang registrasi karena terkendala masalah data kependudukan, Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, angkat bicara. Dia memastikan tidak ada kesalahan sistem di Dukcapil dan menyarankan agar pengguna untuk melakukan registrasi lagi.

“Secara sistem tidak ada yang salah. Saya menyarankan agar pengguna lebih teliti memasukkan data dan mencoba registrasi lagi,” ujar Zudan.

Zudan juga mengimbau kepada pengguna untuk memasukkan NIK dan nomor KK yang sesuai atau data yang sudah terdaftar di Dukcapil.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Dukcapil membuka layanan pengaduan/pertanyaan terkait dokumen kependudukan seperti e-KTP-el, KK, dan Kartu Identitas Anak (KIA).

Layanan “Halo Dukcapil” ini bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar masyarakat mendapatkan informasi dan menyelesaikan masalah dokumen kependudukan yang diperlukan. Salah satunya untuk keperluan registrasi SIM Prabayar.

Masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini dengan cara menelepon ke call center 08118005372 atau melalui email callcenter.dukcapil@gmail.com.

Menanggapi registrasi kartu SIM yang terkendala Dukcapil, Pengamat telekomunikasi dan Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menilai seluruh stakeholder yang terlibat harus saling berdiskusi mengatasi masalah ini.

“Memang ini kendala utama Dukcapil, perekaman data untuk proses migrasi, misalnya orang yang pindah alamat itu jadi problem. Kalau saya lihat perlu kesiapan dari semua pihak, jangan sampai itu enggak sinkron,” kata Heru ketika dihubungi via telepon.

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengatasi kendala ini. Misalnya, menambah waktu registrasi prabayar selama beberapa bulan. best profit

“Intinya untuk memberi kesempatan. Inikan sebenarnya enggak perlu diburu waktu. Prinsipnya adalah validitas data, yang penting sebenarnya adalah substansi data yang disampaikan benar, bukan masalah waktu,” ujar Heru.

Guna membuat lebih banyak pelanggan prabayar melakukan registrasi, seharusnya pemerintah melakukan pendekatan zaman nowbestprofit jakarta

“Sekarang kalau registrasi di gerai itu kendalanya antre, coba dong seperti pembayaran pajak atau layanan imigrasi, bisa dilakukan jemput bola misalnya di mal atau petugas bisa datang ke rumah kalau memang kita tidak bisa registrasi karena masalah data kependudukan. Pakailah pendekatan zaman now, jangan zaman old,” pungkasnya.

( mfs – Bestprofit Futures )