Bestprofit Futures Jakarta

Jakarta – Indo Barometer merilis hasil survei untuk melihat popularitas dan elektabilitas sejumlah tokoh yang mencuat sebagai kandidat Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Hasilnya, nama Rano Karno berada di posisi teratas. Sementara, Andika Hazrumy yang sempat dijagokan malah berada di bawah 5 persen.

Tokoh-tokoh yang muncul yaitu Dimyati Natakusumah, Ahmad Taufik Nuriman, Zaki Iskandar, Airin Rachmy Diany, Andika Hazrumy, Anton Apriantono, Arif Wismansyah, Asmudji, Desi Ratnasari, Eden Gunawan, Mulyadi Jayabaya, Rano Karno, Ranta Soeharta, Taufiequrachman Ruki, Tb Haerul Jaman, Iman Ariadi, Triana Sjamun, dan Wahidin Halim.

Hasil survei Indo Barometer menempatkan Rano Karno dengan tingkat elektabilitas dan popularitas mencapai 34,5 persen. Posisi Rano diikuti Wahidin Halim dengan 18,9 persen, Andika Hazrumy 4,4 persen, dan Dimyati Natakusumah 3,5 persen. Empat tokoh lainnya yaitu, Mulyadi Jayabaya 1,4 persen, Tantowi Yahya 1,3 persen, Taufiequrachman 1,0 persen, dan Anton Apriantono 0,1 persen.

Peneliti Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis, Subhan Efendy, menilai, hasil survei yang dilakukan Indo Barometer bisa dibaca bahwa kandidat lain akan sulit menyaingi popularitas Rano sebagai calon petahana. Terlebih, kata dia, untuk nama-nama yang hasil surveinya di bawah 5 persen.

“Sebaiknya nama yang di bawah 5 persen berpikir ulang untuk tidak maju menantang Rano, baik sebagai Cagub atau Cawagub,” kata Subhan, Kamis (2/6).

Selama ini, lanjut dia, terdapat sejumlah nama digadang-gadang menjadi kandidat kuat pada Pilkada Banten 2017. Melihat hasil survey Indo Barometer yang menempatkan Andika dengan elektabilitas di bawah 5 persen, kata Subhan, sangat tidak mudah untuk melawan kandidat lain seperi Rano dan Wahidin.

Subhan menyarankan Andika untuk mengurungkan niatnya bertarung pada Pilgub Banten 2017 mendatang. “Saya sarankan jangan majulah, toh elektabilitasnya cuma di bawah 5 persen,” tambahnya.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)