Ramadan, Omzet Penjual Parcel Rp30 Juta per Hari

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 18Puasa dan Lebaran membawa berkah bagi banyak sisi bisnis. Mulai dari bisnis makanan, pakaian hingga parcel Lebaran, semuanya seperti menuai panen.

 

VIVAnews mencoba berjalan mengunjungi salah satu sentra parcel di Cikini, Jakarta Pusat. Saat tiba di sekitar Stasiun Cikini, sudah terlihat deretan pedagang parcel di trotoar. Para pedagang ini tidak terlihat di hari biasa karena area trotoar biasanya steril.

 

Setelah berputar-putar akhirnya VIVAnews mencoba masuk ke salah satu gerai, Sarianah Ratan Furniture namanya. Dalam tenda ukuran 3 meter ini tidak tampak ada kegiatan yang berarti. Pemilik lapak ini, Ibu Nenty, hanya duduk dan berbicara dengan salah satu karyawannya.

 

Nenty, kepada VIVAnews mengaku di awal-awal puasa seperti ini penjualan memang masih sepi. “Kebanyakan yang datang hanya melihat dan meninjau dulu mas,” katanya.

 

Nenty mengatakan, sehari-hari dia hanya menjual keranjang parcel. Namun, sejak 2009, dia mulai merambah ke penjualan parcel, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Lebaran, menurut dia, tidak pernah mengecewakan para penjual parcel.

 

Parcel buatan Nenty ini dijual mulai harga Rp250 ribu hingga Rp1,5 juta. Isinya mulai dari makanan jadi hingga baju, alat ibadah hingga hiasan kristal.

 

Penjualan parcel, menurut dia, baru akan ramai pada pertengahan puasa. Sementara itu, puncaknya akan terjadi pada 10 hari hingga seminggu terakhir menjelang Lebaran.

 

Saat-saat puncak, Nenty mengaku, kerap kali kewalahan melayani permintaan. Satu orang saja bisa membeli hingga 30 unit parcel.

 

“Biasanya kan belinya tidak hanya satu, tapi bisa sampai 30 buah untuk klien mereka,” katanya.

 

Saat puncaknya, Nenty mengaku, bisa mengantongi omzet hingga Rp30 juta, bahkan lebih setiap harinya. Ini biasanya terus berlanjut hingga menjelang dan saat Lebaran.

 

“Habis Lebaran juga biasanya masih ada yang mencari parcel atau mereka yang menitipkan dan belum sempat mengambil,” katanya.

 

Senada dengan Nenty, pedagang keranjang di area pasar Cikini ini juga mendapatkan berkah dari hari raya ini. Pesanan terhadap keranjang parcel membeludak seiring dengan pesanan parcel yang juga meningkat.

 

Mamat, salah satu penjaga toko Ibu Sri, mengaku pesanan keranjang sudah dimulai bahkan sebelum bulan puasa.

 

“Sebelum bulan puasa kami sudah mengirim ke daerah-daerah hampir 3 ribu keranjang,” katanya.

 

Mengenai omzet, menurut Mamat, tidak bisa dipastikan, karena biasanya fluktuatif. Keranjang yang dijual pun, menurut dia, mempunyai harga yang bervariasi jauh, yakni mulai Rp2 ribu hingga Rp200 ribu.

 

Harga barang, menurut dia, tergantung dari kualitas bahan material yang digunakan dan tingkat kesulitannya. Mamat mengatakan, menjelang saat puasa memang banyak pesanan dari luar daerah.

 

Saat ini saja pihaknya sedang mengerjakan 16 ribu keranjang parcel untuk dikirim ke berbagai daerah. Ia melanjutkan, puncaknya baru akan terjadi pada 10 hari terakhir Lebaran.

 

Khusus untuk penjualan satuan baru akan ramai pada satu minggu sebelum Lebaran. Toko Ibu Sri, menurut dia, sehari-hari memang berjualan keranjang dari rotan. Pada hari biasa, pelanggan kerap datang dari mereka yang mengadakan hajatan atau seserahan. (art)