Bestprofit Futures Jakarta

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun untuk pembangunan sekitar 6.002 unit rumah khusus di seluruh Indonesia. Rumah khusus yang dibangun diperuntukkan bagi para anggota TNI/Polri, masyarakat di daerah pedalaman, daerah tertinggal, nelayan serta masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.

Lewat strategi itu diharapkan pembangunan perumahan bisa lebih merata dan dapat ditempati oleh masyarakat yang membutuhkan hunian layak huni.

“Pada 2016 Kementerian PUPR telah mengalokasikan dana Rp 1,4 triliun untuk pembangunan rumah khusus sebanyak 6.002 unit. Sedangkan tahun 2015 lalu jumlah rumah khusus yang telah dibangun sebanyak 6.359 unit,” ungkap Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Lukman Hakim, dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta.

Lukman menjelaskan, pembangunan rumah khusus merupakan salah satu upaya pemerintahan Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran khususnya daerah-daerah perbatasan. Pasalnya, selama ini hunian masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan masih banyak yang belum layak huni dan kualitasnya kalah dengan negara tetangga.

“Pembangunan rumah khusus ini merupakan bagian dari wujud nyata agenda Nawa Cita Pemerintahan Jokowi untuk membangun Indonesia dari daerah pinggiran dengan memperkuat daerahdaerah dan desa dalam negara kesatuan,” kata dia.

Selama lima tahun ditargetkan membangun rumah khusus sebanyak 50.000 unit dan rumah khusus yang dibangun di perbatasan nantinya harus lebih baik dari rumah-rumah milik masyarakat yang tinggal di negara tetangga. Selain daerah perbatasan, kata Lukman, rumah khusus juga dibangun di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah terdepan dan pulau-pulau terluar yang ada di wilayah Indonesia.

Sedangkan penerima manfaatnya, jelas dia, mulai dari petugas keamanan seperti TNI/ Polri, petugas kesehatan seperti dokter, perawat, pegawai negeri sipil (PNS), dan nelayan. Lalu, masyarakat lokal setempat, masyarakat korban bencana, dan masyarakat yang memerlukan penanganan khusus lainnya.

Kebutuhan khusus antara lain untuk perumahan transmigrasi, pemukiman kembali korban bencana, dan rumah sosial untuk menampung orang lansia. Lalu, untuk masyarakat miskin, yatim piatu dan anak terlantar, termasuk juga untuk pembangunan rumah yang lokasinya terpencar dan rumah di wilayah perbatasan.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)