http://nasional.news.viva.co.id

Polisi mencokok seorang germo, RA, bersama artis AA.

VIVA.co.id – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menilai artis AA yang menjajakan diri sebagai pemuas nafsu dengan bayaran tinggi, bukan karena faktor ekonomi lagi.

AA mematok tarif dari Rp80-200 juta bagi lelaki hidung belang yang mau merasakan surga duniawi untuk layanan short time.

“(Ditangkapnya AA) bukan karena faktor ekonomi semata, tetapi banyak hal lainnya yang berkaitan dengan life style, atau gaya hidup,” ujar Khofifah ketika ditemui VIVA.co.id di Manokwari, Papua Barat, Senin, 11 Mei 2015.

Sebelumnya, para wanita ini terjun ke dunia hitam sebagai pekerja seks, karena sering dengan alasan faktor ekonomi. Namun, kini dunia semakin berubah dan alasan tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Untuk itu, Khofifah menyatakan bahwa pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) dalam menangani permasalahan ini. Namun, ia tak membeberkan secara rinci mengenai satgas yang dimaksud.

“Satgas ini diketuai oleh Menko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) dan ketua hariannya Menteri Agama. Kalau kami (Mensos) sebagai anggotanya. Sebenarnya, satgas ini tanggal 29 (April) lalu rapat, tetapi ditunda lagi,” ujar Khofifah.

Sebelumnya diberitakan, Polres Jakarta Selatan membongkar praktik prostistusi online yang melibatkan artis. Seorang germo berinisial RA ditangkap bersama seorang artis dan model berinisial AA di hotel bintang lima di wilayah Jakarta Selatan, Jumat malam, 8 Mei 2015. (asp)