http://economy.okezone.com

HONG KONG – Saat perusahaannya kehilangan USD14 miliar di bursa saham, Li Hejun tengah menghadiri sebuah pameran energi bersih di Beijing.

Saham Hanergy Thin Film Power Group Ltd ambruk nyaris 50 persen pada Rabu di bursa saham Hong Kong, sebelum perdagangannya dihentikan. Li, yang sempat menjadi orang terkaya Cina berkat saham mayoritasnya di perusahaan panel surya tersebut, pun merugi.

Pada Kamis, kejatuhan serupa terlihat pada saham Goldin Financial Holdings Ltd, rumah pialang yang sempat menjadi konsultan bagi Hanergy. Goldin jatuh 43 persen dan kehilangan USD12 miliar. Sebuah perusahaan properti yang pemiliknya sama, Goldin Properties Holdings Ltd, juga merosot 41 persen dan nilai pasarnya terpangkas sebesar USD4,6 miliar. Keduanya melantai di bursa Hong Kong.

Harga saham Hanergy sempat diuntungkan oleh kemitraan baru antara bursa Hong Kong dan Shanghai, yang memungkinkan investor di salah satu bursa lebih leluasa bermain di bursa yang lain. Saham Hanergy menunjukkan kinerja terbaik sejak program itu dibuka 17 November lalu, dengan sempat naik 4,5 kali lipat.

Bagi bursa Hong Kong, kemitraan itu membuka potensi gejolak baru. Pasar saham Cina dikenal rentan akan rally besar-besaran yang disusul oleh aksi jual yang drastis.

Baik Goldin Financial maupun Goldin Properties hari Kamis menyatakan “Tidak mengetahui alasan” di balik gejolak harga sahamnya.

Ketiga perusahaan itu masuk dalam kategori gelembung, kata David Webb, pakar tata kelola perusahaan di Hong Kong. “Mereka masih bisa jatuh lebih jauh sebelum akhirnya mencerminkan nilai fundamental.”

Hanergy Holding Co, perusahaan Beijing yang menjadi induk Hanergy Thin Film, membantah telah bermain di belakang aksi sell off hari Rabu. “Grup kami saat ini masih beroperasi normal, seluruh kegiatan bisnis berjalan dengan baik, situasi modal juga baik,” demikian pernyataan Hanergy Holding.

Hanergy Thin Film adalah penyedia teknologi film tipis untuk panel surya. Panel film tipis bersifat fleksibel sehingga bisa mudah ditempel di tembok, peranti elektronik, dan bahkan pakaian. Meski biaya produksinya murah, panel ini tidak terlalu efisien dalam mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik, sehingga pangsa jenis ini kurang dari 10 persen.

Li Hejun, 47 tahun, mengawali karier bisnis sebagai kontraktor bendungan, demikian bunyi biografi resmi di situs Hanergy. Setelah berhasil mengumpulkan modal berkat pembangunan sebuah bendungan besar di Yunnan, Cina barat daya, ia banting setir ke teknologi panel surya. Menurut Li, teknologi ini adalah bagian dari revolusi energi bersih yang akan segera berlangsung.

Saat saham Hanergy Thin Film melonjak, Li pun berusaha menambah modalnya di perusahaan ini. Sejak Desember lalu hingga April, karyawan Hanergy telah melepas 93 juta opsi saham. Namun pada kuartal keempat tahun lalu, Li justru membeli lebih dari 190 juta lembar saham, menurut firma penyedia data FactSet. Dalam dua tahun terakhir, ia menambahkan lagi 62,2 juta lembar saham, menurut data dari bursa Hong Kong. Dengan demikian, saat ini ia memegang sekitar 30 miliar atau 80 persen saham Hanergy Thin Film.