Bestprofit Futures Jakarta

Dua pria bersenjata melepaskan tembakan di pasar makanan populer di pusat Tel Aviv pada hari Rabu waktu setempat, menewaskan tiga orang dan melukai beberapa orang lainnya yang disebut polisi Israel merupakan serangan teror.

Pelaku ketiga melarikan diri dari Pasar Sarona dan melepaskan tembakan tambahan di dekat daerah tersebut sebelum meninggalkan tempat kejadian, kata polisi Bestprofit Futures Jakarta.

Petugas telah “menetralisir” dua tersangka dan mencari lokasi untuk pelaku ketiga, kata mereka.

Dua orang tewas dan sedikitnya tujuh orang lain terluka dalam sebuah penembakan di Tel Aviv tengah.

Menurut juru bicara polisi, Micky Rosenfeld, polisi sedang beroperasi di wilayah Tel Aviv untuk mencari pelaku penembakan.

Peristiwa penembakan itu terjadi pada sebuah bar di Jalan Dizengoff. Salah satu korban luka dalam keadaan kritis.

Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, mengatakan kepada para wartawan di tempat kejadian bahwa “Ini sepertinya sebuah serangan teroris yang didorong nasionalisme,” tulis Jerusalem Post.

Hingga saat ini belum diketahui motif pelaku melakukan penembakan. Belum diketahui juga apakah serangan itu terkait konflik Israel dengan Palestina.

Sampai bulan Desember, setidaknya 21 warga Israel tewas. Sebagian besar korban penikaman dan penembakan karena serangan dari pihak Palestina.

Sementara itu, setidaknya 131 warga Palestina tewas. Lebih setengahnya diberitakan karena serangan dari pihak Israel. Adapun lainnya, tewas karena bentrok dengan pasukan Israel.

Lewat akun Twitternya, Rosenfeld menyatakan sebuah penyelidikan sekarang sedang dilakukan.

Ini untuk memastikan apakah serangan terbaru adalah aksi “penjahat atau teroris”.

Perlawanan atas pendudukan wilayah Palestina oleh Israel terus terjadi. Namun kali ini dua pria Palestina bersenjata masuk ke wilayah Israel dan melakukan penyerangan di sebuah tempat perbelanjaan dan restoran populer di Tel Aviv. Serangan itu menewaskan tiga warga Israel.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (8/6/2016), kedua pria bersenjata itu diidentifikasi oleh polisi sebagai warga Palestina dari desa dekat kota Hebron di Tepi Barat yang diduduki Israel. Salah satu dari mereka ikut terluka dalam penangkapan oleh polisi.

Para pejabat rumah sakit mengatakan penyerang menewaskan tiga orang pada pukul 09.30 waktu setempat, dan melukai 7 orang lainnya. Salah satu korban dalam kondis kritis.

“Saya bersama keluarga sedang makan pizza. Kami mendengar tembakan, kami tidak tahu apa yang terjadi dan semua orang tiarap di lantai. Kami berhasil melarikan diri ke ruang bawah tanah,” ucap seorang wanita, Annette, kepada televisi Israel Channel 10.

Channel 10 mengatakan orang-orang bersenjata itu mengenakan kemeja dan dasi, mereka makan di sebuah restoran yang kemudian secara tiba-tiba mengeluarkan senjata otomatis dan melakukan penembakan. Selian pistol, mereka juga membawa pisau.

Tempat yang menjadi target serangan sebetulnya lokasi yang relatif tenang di Komplek Sarona, Tel Aviv, setelah meningkat gelombang kekerasan antara Israel dan Palestina sejak 8 bulan lalu.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)