Bestprofit Futures Jakarta

Emas dinilai sebagai salah satu instrumen investasi yang menguntungkan. Sebagai salah satu logam mulia, investasi emas mampu memberikan keuntungan besar. Logam mulia ini mampu mempertahankan nilai di tengah inflasi.

Namun sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi emas, sebaiknya ada beberapa hal yang benar-benar Anda pertimbangkan. Analis keuangan Michael Sivy menjelaskan bahwa mempertimbangkan dengan matang keputusan Anda dalam berinvestasi emas akan menurunkan risiko yang bisa didapat Bestprofit Futures Jakarta.

Dilansir dari Time.com, Kamis (6/10/2016), Sivy menyebutkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pertimbangan dalam berinvestasi emas. Hal pertama adalah orang harus benar-benar paham kalau emas sebaiknya digunakan untuk investasi jangka panjang.

Sebagai logam mulia yang banyak digemari oleh banyak orang, emas memiliki nilai atau harga yang selalu naik setiap tahun. Emas juga memiliki nilai jual yang tinggi serta stabil dalam berbagai keadaan. Namun Sivy menuturkan untuk bisa mendapat keuntungan yang berlimpah maka hal ini sebaiknya dilakukan untuk jangka waktu yang lama.

Hal kedua yang menjadi pertimbangan saat berinvestasi emas adalah harus bisa memilih jenis investasi emas yang tepat. Ada banyak jenis investasi emas yang bisa dipilih seperti emas perhiasan, emas batangan hingga koin emas.

Setiap jenis investasi ini memiliki karakteristiknya masing-masing. Mengerti akan karakteristik ini akan membuat Anda lebih mudah terhindar dari risiko Bestprofit Futures Jakarta.

Terakhir, Sivy mengingatkan bahwa investasi emas pada dasarnya adalah mempertahankan nilai aset. Ketika nilai tukar mata uang (kurs) naik turun, nilai tukar emas tidak berubah.

Dalam praktiknya, kurs cenderung tergerus inflasi dan berkurang nilainya. Adapun untuk jangka panjang emas menjadi terasa lebih berharga dibandingkan saat pembelian.

Suripah (60) masih ingat betul, betapa emasmenyelamatkan hidup keluarganya. Perhiasan batu mulia yang dikumpulkannya itu telah membantu dia dan almarhum suaminya bisa memiliki rumah sendiri.

“Kebetulan waktu itu, sekitar tahun 1978, harga emas murah sekitar dua ribu sampai tiga tibu rupiah per gram. Awalnya, beli perhiasan emas 24 karat yang gram ukurannya kecil. Bulan depan ditukar tambah lagi dengan gram yang lebih besar, begitu seterusnya,” paparnya, Kamis¬† (11/8/2016).

Totalnya, saat itu ibu tiga anak tersebut telah mengumpulkan perhiasan emas yang terdiri dari kalung emas 20 gram, gelang 15 gram dan dua cincin masing-masing lima gram. Sampai akhirnya, semua perhiasan itu dijualnya saat sedang membutuhkan dana untuk membangun rumah Bestprofit Futures Jakarta.

“Pada 1981 saya dan suami butuh uang banyak untuk melanjutkan pembangunan rumah. Pinjaman dari kantor suami saat itu hanya sedikit. Langsung saja semua emas tabungan saya jual, dan waktu itu untung karena beli murah, tapi saya jual harganya sudah tinggi,” ujar Suripah.

Pengalaman “manis” Suripah menjadikan emas sebagai investasi itu juga dialami Gadhis Prietty (30). Jelang pesta pernikahannya,emas Logam Mulia (LM) ukuran 10 gram yang dibelinya sendiri dan perhiasan emas hibah dari orang tuanya dia gadaikan.

“Pernah saya gadaikan untuk biaya menikah, dan itu sangat membantu sekali,” ujar perempuan berprofesi sebagai associate producer di salah satu televisi swasta nasional, Rabu (10/8/2016).

Perempuan asal Surabaya itu mengaku tertarik berinvestasi emaskarena terinspirasi tantenya yang berhasil membeli rumah akibat iseng mengumpulkan emas.

“Saya ini belajar dari tante. Dahulu, saat muda dan baru kerja, dia simpan emas hanya karena iseng. Waktu tahun 1990 harga emasmelonjak tinggi, dia langsung jual semua emasnya dan beli rumah,” ujar Gadhis.

Paling aman

Memang, selain sebagai alat investasi, emas juga bisa dijadikan dana cadangan dalam keadaan mendesak. Bayangkan, jika Suripah dan Gadhis tak punya tabungan emas, bisa saja penyelesaian masalahnya tak semudah itu.

Nah, daripada menyesal tak punya dana cadangan saat sedang membutuhkan, tak ada salahnya mulai berinvestasi emas. Semakin banyak emas terkumpul, makin besar keuntungan bisa diraih di masa depan.

Ya, meski emas adalah instrumen investasi tertua di dunia, bukan berarti logam kuning ini tak punya daya tarik tinggi. emasmerupakan salah portofolio investasi teraman dari dampak inflasi dan gonjang-ganjing ekonomi dunia

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)