Bestprofit Futures Jakarta

Perusahaan raksasa E-commerce Tiongkok Alibaba Group Holding Ltd diperkirakan mencatat pertumbuhan pendapatan kuartalan terlemah pada catatan, Thomson Reuters. Sebuah analisa mengatakan perlambatan akan memanas dengan terjadinya pertempuran dengan saingan yang lebih kecil JD.com Inc dalam ekonomi yang ketat.

Pendapatan Alibaba untuk kuartal yang berakhir Desember diproyeksikan tumbuh di 26,6 persen, menurut survei Thomson Reuters Smart Estimate dari 28 analis. Hasil ini menjadi tingkat terendah sejak perusahaan mulai menerbitkan data seperti 3,5 tahun yang lalu.

Kecepatan juga tertinggal dengan JD.com yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan 47-51 persen yang diproyeksikan untuk periode yang sama, yang juga ekspansi paling lambat sejak perusahaan mulai merilis catatan.

JD.com telah memfokuskan pada pembeli yang lebih kaya di kota terbesar di Tiongkok, strategi untuk mengejar ekonomi yang tahun lalu tumbuh dengan kecepatan yang terlemah dalam seperempat abad.

Sementara dua perusahaan menghitung total nilai barang yang dijual – dikenal sebagai gross merchandise volume (GMV) berbeda. Menurut GMV JD.com tumbuh 82 persen dalam sembilan bulan sampai September sementara Alibaba naik 34 persen, menunjukkan Alibaba kehilangan pangsa pasar.

Awal bulan ini, Chief Executive Alibaba Daniel Zhang mengatakan perusahaan akan menyasar kota-kota seperti Beijing, Shanghai, Shenzhen dan Guangzhou, setelah mendorong ke pedesaan Tiongkok, maupun di luar negeri.

Dalam sebuah artikel pada halaman blog Alibaba, Zhang juga mengatakan perusahaan sedang mencari cara untuk mempertahankan dan memenangkan lebih banyak pelanggan dengan “meningkatkan reputasi dan mengoptimalkan pengalaman pengguna”.

“Mereka memiliki kecepatan pengiriman lebih cepat, dan kualitas yang lebih dapat dipercaya,” kata Zoe Li, yang bekerja di sebuah teknologi start-up di Beijing, mengacu JD.com dibandingkan dengan Alibaba.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)