http://www.tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pertahanan Rupiah di zona hijau bocor sehingga kembali melanjutkan pelemahannya. Rupiah melanjutkan pelemahannya dengan berada pada Rp 11.967 per dollar AS pada penutupan pekan kemarin setelah sehari sebelumnya berada pada Rp 11.916 per dollar AS. (Kurs Tengah BI).

Reza Priyambada, Kepala Riset trust Securities mengatakan pelemahan ini setelah beredar kabar bahwa peningkatan inflasi AS akan bertahan dan diperkirakan cenderung meningkat lebih cepat sehingga The Fed akan lebih cepat pula dalam menaikkan tingkat suku bunga Fed rate.

“Sentimen ini yang membuat mata uang dollar AS kembali menguat dan tentunya berimbas negatif pada Rupiah,” kata Reza di Jakarta, Senin (22/06/2014).

Kekhawatiran masih adanya potensi peningkatan tensi geopolitik di Irak terhadap melonjaknya harga minyak mentah turut menambah sentimen negatif Rupiah.

Hampir mayoritas laju bursa saham Asia mengalami pelemahan, terutama setelah kondisi di Irak dinilai masih berpotensi mengalami peningkatan tensi geopolitik sehingga membuat pelaku pasar khawatir akan imbas melonjaknya harga minyak terhadap kinerja para emiten.

“Penurunan saham-saham material dan teknologi menambah beban laju bursa saham Asia bertahan di zona positifnya,” katanya.

Tetapi, nasib baik terjadi di bursa saham China dan sekitar dimana perkiraan masih murahnya saham-saham emiten China dan; penguatan saham-saham emiten kasino dan penghasil emas berhasil mereboundkan laju indeks sahamnya.

Pada hari ini laju Rupiah diperkirakan bergerak bawah level resisten Rp 11.927 per dollar AS. Diperkirakan Rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahannya namun, diharapkan dapat terbatas pada kisaran Rp11.975-11.959 (kurs tengah BI).