Persiapan Debat Pilpres 2019, Wejangan Mentor hingga Tim Pemoles Layar Kaca

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Kamis 17 Januari 2019, pukul 19.00 WIB, akan mengikuti debat Pilpres 2019 untuk pertama kalinya. Sang petahana, Joko Widodo dan calon wakilnya Ma’ruf Amin, juga penantang Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, siap beradu debat dengan tema hukum, hak asasi manusia, korupsi, dan terorisme.

Meski Prabowo Subianto termasuk veteran debat dalam kontestasi Pemilihan Presiden, pensiunan jenderal ini tetap membutuhkan seorang mentor. Bersama pasangannya, Sandiaga Uno, keduanya kerap hilir mudik mendatangi kediaman Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tercatat jelang akhir Desember 2018, dan awal Januari 2019, mereka bertemu di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut Badan Pemenangan Nasional (BPN), pembahasan pertemuan seputar pemenangan Pemilu, dan wejangan debat.

“Wejangannya ya debat itu harus menguasai materi. Berdebat itu harus betul-betul dalam kondisi fit, baik kesehatan dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya,” kata Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Ahmad Muzani, usai pertemuan tersebut, Kamis 10 Januari 2019.

Menurut SBY, Prabowo dan Sandiaga wajib menarik simpati dan hati rakyat saat debat. Hal ini dikarenakan, pemilih bukanlah bukan orang yang ada dalam debat, tapi adalah mereka para rakyat Indonesia yang justru tidak ada di dalam ruangan debat.

“Karena calon presiden adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pemerintahan yang akan dipimpinnya bila nanti menang, dan visi misi bagian akan dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” terang Sekjen Partai Gerindra ini yang ikut dalam pertemuan tertutup tersebut.

Senada dengan yang dilakukan Prabowo-Sandi, Jokowi dan Ma’ruf juga mendapuk mentor senior, yakni Jusuf Kalla (JK). Sang wapres juga bukan pemain baru dalam ajang debat Pilpres.

Mulai zamannya berpasangan dengan SBY, sebagai kandidat calon wakil presiden (2004), bersama Wiranto sebagai calon presiden (2009), hingga kembali menempatkan diri sebagai calon wakil presiden di bersama Jokowi (2014).

“Pak JK salah satu yang berpengalaman, tentu masukan-masukan Beliau banyak ya saya rasa hal positif figur sebagai Pak JK menjadi bagian tim kami yang memberikan masukan. Kan kita ada timnya,” kata Ketua TKN (Tim Kampanye Nasional) Erick Tohir usai bertemu JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Merdeka Utara, Jumat 11 Januari 2019.

Selain mentor, rutinitas menjelang debat juga menjadi sorotan. Jamuan makan malam Capres nomor urut 01 bersama sembilan ketua umum partai Koalisi Indonesia Kerja, ternyata merupakan asupan menjelang debat besok.

Pertemuan hangat sambil makan malam Pimpinan Parpol Koalisi Indonesia Kerja bersama Pak Jokowi di resto Seribu Rasa Menteng. NGOPI, Ngobrol Pintar menuju debat Capres pertama 17 Januari 2019,” kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurnuziy atau Romi melalui akun Instagram pribadinya, Selasa 15 Januari 2019, malam.

Berbeda dari wejangan dengan hidangan ala Jokowi, wakilnya yakni Ma’ruf Amin yang terbilang pemain baru dalam debat Pilpres, lebih sering memoles diri dengan bantuan tim yang dipersiapkan TKN. Ada sembilan orang diberdayakan guna membuat sang kiai agar lugas dalam berdebat.

Mereka adalah para mantan presenter TV, Tina Talisa, Meutya Hafid, dan Putra Nababan. Kemudian sisanya, politikus yakni Abdul Kadir Karding dan Lukman Edy dari PKB, Politikus PDIP Aria Bima, dan Politikus Golkar Rizal Mallarangeng.

“Pemolesan bukan hanya dilakukan dari sisi konten tapi tampilan karena kita tahu persis waktu yang tersedia dalam debat itu pendek, gimmick kemudian marketing gimmick,” kata Anggota Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, M Romahurmuziy di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019.

Lalu apa yang dilakukan kubu penantang Prabowo-Sandiaga? Diketahui dari Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso, kubunya telah membuat kelompok khusus dinamakan Tim Delapan. Nantinya tim ini bertugas mempersiapkan materi, mengelola isu, hingga gestur.

“Terdiri dari enam orang, mereka adalah SBY, Amien Rais, Priyo Budi Santoso, Leida Hanifa, Ferry Baldan, dan Sudirman Said,” jelas Priyo.