http://bisnis.news.viva.co.id

Sistem pendidikan formal tak memastikan orang jadi kaya dan sukses.

VIVA.co.id – Sistem pendidikan formal tidak memastikan seseorang untuk menjadi kaya dan sukses. Tidak ada pelajaran khusus yang disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Meskipun pendidikan yang dimulai dari keluarga.

Bestprofit Futures Jakarta

Mengutip dari Richhabits.net, ada sebuah penelitian yang dilakukan Thomas C. Corley. Selama lima tahun, dia meneliti 233 orang yang dianggap bisa sukses dan menjadi kaya, serta 128 orang miskin.
Hasilnya, ada sekitar 300 kebiasaan yang membedakan orang kaya dengan orang miskin.
Kebiasaan itu bahkan sudah dilakukan banyak orang sejak masih kecil. Apa saja kebiasaan tersebut? Berikut daftarnya:
Tak miliki mimpi dan tujuan hidup
Kebiasaan punya mimpi dan tujuan hidup selalu dimiliki oleh orang-orang sukses yang menjadi kaya. Dari penelitian tersebut, sekitar 64 persen responden Corley membuktikan, bahwa mereka mampu meraih mimpi serta tujuan hidup yang telah mereka tetapkan.
Sekitar 62 persen di antaranya juga mengerti target apa saja yang hendak dicapai setiap harinya. Dan, cuma sembilan persen orang miskin yang punya mimpi dan enam persen saja yang tahu target hariannya.
Kebiasaan mengundang sakit
Pada kaum miskin, menurut penelitian ini 66 persen di antaranya memiliki masalah kelebihan berat badan, dan hanya 21 persen orang kaya yang mengalaminya.
Angka ini didorong oleh kebiasaan mereka dalam berolahraga atau memilih makanan. Sebab, dari survei tersebut hanya 23 persen orang miskin yang rajin berolahraga aerobik, setidaknya 30 menit sehari. Sementara 76 persen orang kaya melakukannya.
Bahkan, dilengkapi hasil bahwa restoran cepat saji menjadi pilihan 69 persen orang miskin dan hanya 25 persen orang kaya yang memilihnya.
Serta ada 60 persen orang miskin yang suka mengonsumsi minuman keras, sementara hanya 13 persen orang kaya yang mengonsumsinya.
Bestprofit Futures Jakarta
Selalu tidak disiplin
Hanya enam persen orang miskin yang membuat daftar kegiatan harian mereka (to do list), dan hanya tiga persen yang rajin bangun pagi dan melakukan banyak aktivitas sebelum kerja di kantor.
Namun, untuk 44 persen orang kaya, mereka sudah beraktivitas setidaknya tiga jam sebelum jam kerjanya dilakukan.
Hubungan sosial yang tidak tepat
Dalam masalah hubungan sosial, hanya 11 persen orang miskin yang menetapkan akan mencoba mencari hubungan yang lebih serius dengan orang sukses. Sebaliknya, 69 persen orang kaya melakukannya.
Tidak suka belajar
Dari keseluruhan responden, hanya 26 persen orang miskin yang memang mempunyai hobi membaca. Walau membaca, sebagian besar dari mereka juga akan memilih bacaan yang ringan dan menghibur.
Sebaliknya, 88 persen orang kaya yang belajar melalui membaca, dan 86 persen dari orang kaya yang memang hobi membaca. Positifnya, hanya 11 persen saja yang mencari bacaan ringan.
Mudah marah
Sekitar 54 persen orang kaya optimistis dalam mencoba meraih kesuksesan mereka. Sedangkan hanya 22 persen orang miskin yang memiliki pemikiran seperti itu.
Selain itu, hanya 13 persen orang miskin yang percaya dan yakin bahwa suatu hari mereka akan meraih kesuksesan dan menjadi kaya.
Sedangkan, sebanyak 43 persen orang miskin mudah marah, sementara hanya 19 persen orang kaya yang seperti itu. (mfs – Bestprofit Futures Jakarta)