Pergerakan Saham di Pasar Asia Bervariasi

Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

225983_pialang-di-tokyo-stock-exchange_663_382Setelah transaksi di bursa Wall Street ditutup dengan keuntungan semalam, pergerakan saham di pasar Asia beragam pada awal perdagangan Rabu 20 Agustus 2014. Kondisi ini juga dipengaruhi langkah pemerintah Jepang dalam mengantisipasi defisit perdagangan.

 

Seperti diberitakan CNBC, saham-saham berakhir menguat pada penutupan perdagangan Selasa di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, setelah laporan ekonomi memproyeksikan penurunan laju inflasi dan gambaran pasar perumahan yang lebih baik dari yang diantisipasi.

 

Indeks Dow Jones naik 0,5 persen, dengan saham Home Depot memimpin keuntungan. Indeks S&P 500 naik 0,5 persen, sedangkan Nasdaq naik 0,4 persen.

 

Perkembangan geopolitik menjadi sorotan pelaku pasar terkait gagalnya gencatan senjata di Jalur Gaza. Karena pada Selasa kemarin pihak militan Palestina menembakkan roket ke Israel, Israel pun melakukan serangan udara.

 

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini naik 0,2 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini diperdagangkan pada level 15.480,21. Mata uang yen melemah setelah pemberitaan melaporkan bahwa defisit perdagangan negara berjuluk Negeri Sakura itu pada bulan Juli mengalami peningkatan di luar perkiraan.

 

Menurut data yang dirilis sebelum perdagangan, ekspor Jepang naik 3,9 persen pada Juli dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 3,8 persen. Sedangkan impor turun 2,3 persen dalam kurun setahun, padahal ekspektasi sebelumnya memperkirakan penurunan impor sebesar 1,7 persen.

 

Dengan demikian, defisit perdagangan Jepang melebar menjadi 964 miliar yen untuk Juli dibandingkan dengan defisit bulan Juni pada 822 milar yen.

 

Sementara itu, yen diperdagangkan melemah pada level 103 terhadap dolar AS.

 

Indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney turun 0,3 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini berada pada level perdagangan 5617,40.

 

Saham Woodside Petroleum naik 0,8 persen setelah perusahaan melaporkan peningkatan 33 persen dalam laba semester pertama. Saham Fortescue Metals naik 0,4 persen setelah melaporkan laba bersih dalam tahun fiskal meningkat 56 persen.

 

Saham peritel Wesfarmers menjadi sorotan setelah mengumumkan bahwa laba bersih setahun penuh naik 19 persen.

 

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul naik 0,2 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini berada pada level perdagangan 2072,76.

 

Saham Hyundai Motor naik 1,3 persen pada awal perdagangan hari ini meskipun pemberitaan melaporkan bahwa serikat pekerja perusahaan itu akan turut melakukan aksi mogok bersama pekerja Kia Motors pada hari Jumat. Saham Hyundai Motor turun 0,3 persen pada sesi sebelumnya.

 

Para pialang juga akan mencermati rilis risalah pertemuan The Fed hari ini. (adi)