Perajin Batu Akik Garut Raup Rp30 Juta per Bulan

http://bisnis.news.viva.co.id

“Tinggal hitung saja, 40 buah kali Rp25ribu, sekitar Rp1 juta/hari.”

VIVAnews – Sepintas tak seberapa penghasilan seorang pemoles batu cincin dan liontin di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun, akibat membeludaknya para penggemar batu akik di Garut, membuat para pemoles batu kebanjiran pesanan.

Salah satunya adalah Iwa Kartiwa, pemilik Saung Permata Garut, di Jalan Adung, Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat. Setiap hari, ia mendapat Rp1 juta, atau sekitar Rp30 juta per bulan untuk jasanya memoles batu akik. Setiap hari, dia rata-rata mampu memoles 40 buah batu akik. Baik untuk cincin maupun liontin.

“Tinggal menghitung saja, 40 buah kali Rp25ribu, sekitar Rp1 juta sehari,” ujarnya kepada VIVAnews.

Selain jasa memoles batu, Iwa juga menjual batu akik, atau liontin yang telah jadi, bahan mentah batu akik, dan pengikatnya. Jumlah penghasilan Iwa bisa mencapai Rp50 juta per bulan, bila banyak pembeli.

“Kalau dihitung dengan bisnis batu dan watang (pengikat) bisa lebih besar,” ujar Iwa.

Meski, saat ini banyak bermunculan pemoles batu akik, Iwa tidak merasa khawatir. Penghasilannya juga tidak terpengaruh, karena banyak pecinta batu akik yang percaya dengan hasil karyanya.

“Terus terang, justru saya kewalahan melayani para pelanggan, karena selain memang banyak penggemar batu, saya juga sering mendapat pekerjaan borongan dari pemilik galeri di Jakarta,” katanya. (asp)