Hai salam PT Bestprofit Futures, ini artikel dari viva.co.id

best profit 3lIndeks saham utama Amerika Serikat, ditutup reli pada akhir perdagangan Rabu waktu New York, mengakhiri pelemahan dalam tiga hari berturut-turut.

 

Hal itu dipicu, seperti dikutip dari laman CNBC, Kamis 25 September 2014, optimistis investor pada penjualan rumah baru di AS dan pemberian stimulus moneter lebih lanjut dari Bank Sentral Eropa.

 

“Jumlah penjualan rumah baru cukup menggembirakan,” ujar Mark Luschini, Chief Investment Strategist Janney Montgomery Scott.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 154,19 poin (0,9 persen) ke level 17.210,06, dengan saham Wal-Mart Stores yang paling menguntungkan dari 30 komponen utama indeks.

 

Sementara itu, indeks S&P 500 bertambah 15,53 poin (0,8 persen) ke posisi 1.998,30, dengan saham sektor perawatan kesehatan yang paling diuntungkan. Adapun indeks Nasdaq, naik 46,53 poin (satu persen) ke level 4.555,22.

 

Saham Bed Bath & Beyond melonjak, setelah perusahaan itu merilis laporan keuangan kuartalan di atas perkiraan pasar. Sedangkan saham Accenture jatuh, menyusul perkiraan pendapatan kuartalan di bawah harapan pasar.

 

Saham Merrimack Pharmaceuticals reli, setelah perusahaan itu melaporkan akan mengembangkan obat untuk mengobati kanker pankreas yang bekerja sama dengan Baxter International di luar AS.

 

Selain itu, saham Apple jatuh menyusul beberapa pelanggan yang melaporkan masalah serius dengan versi terbaru dan sistem operasi pada iOS 8.0.1.

 

Departemen Perdagangan AS melaporkan, penjualan rumah baru menguat 18 persen menjadi 504.000 unit pada Agustus, setelah sebelumnya naik 1,9 persen pada Juli.

 

Sementara itu, penjualan rumah second pada Agustus, melemah untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

 

Menjelang pembukaan pasar kemarin, saham berjangka naik di tengah harapan Bank Sentral Eropa akan memberikan stimulus moneter tambahan, setelah adanya indikator sentimen bisnis Jerman melemah pada September, yang menjadi penurunan berturut-turut dalam lima bulan terakhir.

 

Menanggapi hal itu, Presiden Federal Reserve Chicago, Charles Evans, mengatakan bank sentral harus “sangat sabar” dalam penarikan stimulus moneter.

 

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya turun 11,1 persen menjadi 13,27.

 

Indeks saham perusahaan-perusahaan kecil, The Russell 2000 Index, levelnya juga menguat.

 

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 746 juta unit saham, dengan volume komposit mendekati 3,4 miliar unit saham.

 

Nilai tukar mata uang dolar menguat terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Sementara itu, imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi naik empat basis poin menjadi 2,566 persen. (asp)