http://bisnis.news.viva.co.id

Sejak awal September naik hingga US$75 per ons.

Bestprofit Futures Jakarta

VIVA.co.id – Harga emas jatuh hampir satu persen pada perdagangan Rabu atau Kamis waktu Indonesia. Pemulihan Dolar terhadap Euro dan rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga memicu penurunan tersebut.

Harga emas turun 0,7 persen menjadi US$1,166.76 per ons, dari US$ 1,179.20. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup US$10,0 per ons atau 0,9 persen, menjadi US$1.167.1.
“Beberapa investor mengambil keuntungan setelah selama 200 hari bertahan,” kata  Tai Wong, Direktur Perdagangan BMO Capital Pasar di CNBC, Kamis 22 Oktober 2015.
Pada bulan Juli, spekulasi bahwa suku bunga AS akan naik tahun ini membantu tekanan emas, kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China juga memberi sentimen negatif.
“Emas hanya mengikuti AS (kebijakan moneter),” kata analis Natixis Bernard Dahdah.  “Emas telah meningkat US$75 sejak awal September, berdasarkan harapan bahwa kenaikan suku bunga akan terjadi pada tahun 2016, bukan pada akhir tahun ini.”
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 1,3 persen menjadi  US$15,77 per onse, platinum turun 1,3 persen menjadi US$1,006 per ons dan paladium turun 2,7 persen menjadi US$679 per ons.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun 3,1 poin, atau 0,23%, menjadi menetap di US$1.341,3  per ounce. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,12 persen menjadi 96,39 pada pukul 18.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Setelah rilis angka ketenagakerjaan AS yang positif pada Jumat lalu, bank sentral AS telah membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga pada akhir tahun. Tetapi mengingat angka PDB kuartal kedua, para pedagang yakin itu (kenaikan suku bunga tahun ini) tidak mungkin.

Para analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian, logam mulia biasanya naik karena investor mencari tempat yang aman, sebaliknya ketika ekuitas membukukan keuntungan maka logam mulia biasanya turun.

Pedagang juga menunggu rilis klaim pengangguran AS mingguan pada Kamis, bersama dengan indeks harga produsen dan laporan penjualan ritel pada Jumat.

Perak untuk pengiriman September turun 1,2 sen, atau 0,06 persen, menjadi ditutup pada 19,805 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 3,9 dolar AS, atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 1.155,40 dolar AS per ounce.

(mfs – Bestprofit Futures Jakarta)